INDONESIA ENERGY MARATHON CHALLENGE 2013  SURABAYA, 14 – 17 NOVEMBER 2013

INDONESIA ENERGY MARATHON CHALLENGE 2013 SURABAYA, 14 – 17 NOVEMBER 2013

ITS Kembali Gelar Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) di Surabaya

IEMC 2013, Jadi Ajang Pembuktian Mahasiswa

Isu lingkungan yang kian marak semakin menyoroti sektor otomotif di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Bahan bakar fosil yang menjadi sumber energi primer dari sektor ini sangat berpengaruh bagi polusi dan efek degradasi lingkungan. Belum lagi keterbatasan cadangan minyak bumi, menuntut adanya konservasi sumber daya alam yang tidak terbarukan ini.

Saat ini sangat tepat bagi Indonesia untuk ikut andil dalam pengembangan teknologi otomotif. Keadaan ini seakan membuat semua produsen otomotif kembali ke titik nol dalam pengembangan teknologi yang hemat bahan bakar. Bila Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik, Indonesia mampu mengusai sektor otomotif di masa yang akan datang.

Karena itu, ITS kembali mengadakan IEMC dengan tema Saving in Action, Sustaining in Creation. Serupa dengan IEMC 2012 lalu, mahasiswa Indonesia ditantang untuk mendesain, mengaplikasikan, dan memperlombakan mobil mereka dalam kompetisi bertaraf nasional ini. Diharapkan akan muncul teknologi baru di bidang otomotif yang berkontribusi pada pembangunan teknologi otomotif nasional lewat kompetisi ini.

Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2013 diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti),” tutur Bapak Bambang Sampurno, penanggung jawab IEMC 2013.

IEMC 2013 akan dilaksanakan pada hari Kamis, 14 November 2013 hingga Minggu, 17 November 2013 di Sirkuit Kenjeran Park, Surabaya. “Rencananya, tahun ini pelaksanaan IEMC 2013 akan bekerjasama dengan pihak Dinas Pariwisata Surabaya terkait tempat pelaksanaan dan rangkaian acara IEMC 2013,” jelas Derry, salah satu panitia IEMC 2013. Hal ini dilakukan untuk memberikan sensasi dan kesan berkompetisi yang lebih hidup bagi para peserta. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini menambahkan bahwa kompetisi ini mengusung konsep yang serupa dengan kompetisi Shell Eco Marathon (SEM), tidak jauh berbeda dengan IEMC tahun lalu.

Serupa dengan tahun lalu, mobil irit yang diperlombakan dalam kompetisi ini terbagi menjadi tiga kategori bahan bakar, yaitu bensin, diesel (red: solar), dan listrik. Para peserta diwajibkan melakukan presentasi teknis dan project management kendaraan yang akan dilombakan. Setelah itu, para peserta dapat melakukan race menurut peraturan yang telah ditetapkan pada regulasi sebelumnya.

Ketiga jenis bahan bakar tadi terbagi lagi menjadi dua ketogri umum kendaraan, yakni prototype dan urban concept. Kendaraan prototype adalah kendaraan yang didesain sebagai kendaraan masa depan dengan efisiensi yang optimal. Sementara urban concept adalah kendaraan yang didesain mirip kendaraan masa kini yang siap pakai untuk berkendara di jalanan.

“Harapannya adalah agar seluruh kontestan dalam kompetisi ini dapat menyalurkan ilmu kreatifitas, dan kemampuan di bidang otomotif. Dan nantinya akan didapatkan penyelesaian untuk masalah keterbatasan sumber energi yang melanda penduduk Indonesia,” ujar Alif Wikarta, dosen Jurusan Teknik Mesin selaku ketua pelaksana IEMC 2013. Lebih jauh, juara dalam kompetisi ini mampu bersaing di ajang Internasional, mengalahkan negara-negara Asia bahkan Eropa lainnya, yang juga unggul dalam teknologi otomotif.

Mobil yang diikutsertakan dalam kompetisi ini harus memenuhi kualifikasi awal yang telah ditentukan oleh pihak panitia dalam regulasi. Mobil yang dinyatakan lolos kualifikasi awal, akan diundang ke Surabaya untuk mengikuti kompetisi. (ach)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *