Harga Tomat Anjlok, Petani Tak Rugi

Harga Tomat Anjlok, Petani Tak Rugi

Bintang Pos, Surabaya – Meski harga tomat anjlok hingga 100 persen atau dari Rp 7.500 per kilogram di tingkat petani menjadi Rp 3 ribu per kilogram petani tomat di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto mengaku tak rugi. Justru panen terakhir, tomat dibiarkan tak dipanen.

Salah satu petani tomat di Dusun Sumberan, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sutrisno (55) mengatakan saat ini harga tomat Rp3 ribu per kilogram. “Sekitar lima hari lalu masih Rp7.500 ribu,” ungkapnya, Rabu (17/04/2013) tadi pagi.

Meski harga tomat anjlok, namun para petani tomat mengaku tak merugi. Pasalnya, satu kali musim tanam, petani bisa memanen tomat hingga 15 kali. Dari sawah seluas 1.000 per2 dengan modal awal sebesar Rp6 juta bisa menghasil sekitar satu ton tomat.

“Sebanyak 11 kali panen dengan hasil sekitar satu ton dan empat kali sisa panen hanya menghasilkan 0,5 kwintal. Ini sudah untung, dari modal Rp6 juta sudah bisa menghasilkan Rp30 juta sehingga ini panen terakhir saya biarkan karena selain hasilnya lebih sedikit dengan kualitas kurang bagus, juga karena sudah untung,” katanya.

Meski diakui sudah untung, namun masih kata Sutrisno, hasil panen tomat tahun lalu lebih bagus karena saat itu harga tomat tembus Rp11 ribu di tingkat petani. Tanaman tomat, menurut Sutrisni membutuhkan banyak air, meski musim kemarau di daerah Pacet tak kesulitan mencari air.

“Disini tidak ada musim, bisa ditaman kapan saja karena disini air banyak sehingga jika ditanam saat musim kemarau tidak akan kekeringan. Tapi yang paling bagus ditanam pada bulan September,” jelasnya. (bjt-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *