Harapan Pengrajin Batik Bondowoso

Harapan Pengrajin Batik Bondowoso

Bintang Pos, Bondowoso – Penetapan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2009 lalu, belum berdampak banyak bagi perajin batik di Bondowoso. Sulitnya menembus pangsa pasar menjadi salah satu kendala para perajin untuk mengembangkan usahanya.

Sofiah, satu diantara perajin batik lumbung asal Tamanan Bondowoso, ketika dikonfirmasi Rama FM Bondowoso, Rabu, (02/10/2013) mengatakan, sampai saat ini batik hasil produksinya belum bisa merambah pasar internasional seperti batik dari daerah lainnya. Hal ini disebabkan kurangnya promosi dan terbatasnya modal yang dimiliki oleh pengrajin batik.

“Dihari batik ini, saya ingin agar batik Bondowoso lebih dikenal oleh masyarakat, seperti batik di daerah lainnya,” kata Sofiah.

Batik Bondowoso, menurut Sofiah, pernah merambah pasar Asia utamanya di Malaysia dan Singapura. Namun karena murahnya harga jual, dengan terpaksa ekspor batik dihentikan.

Selain itu, menurut Sofiah, Pemerintah Daerah kurang perhatian pada kelangsungan usaha batik di Bondowoso. Selama menjalankan usaha ini, belum ada bantuan dari Pemkab Bondowoso. Padahal, home industri batik ini mengusung budaya lokal dan produk unggulan khas Bondowoso dalam motifnya, seperti motif daun singkong, strawberry, makadamia, dan kopi.

“Belum ada bantuan alat atau dana sejauh ini, hanya kalau ada pameran biasanya batik kami diikut sertakan,” paparnya.

Sofiah berharap, Peringatan Hari Batik tidak hanya sekedar menjadi peringatan tanpa makna, namun bisa benar-benar membuat pengerajin batik sejahtera. (ssn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *