Gus Ipul: Tuku Keripik Gawe Riyoyo, Sing Wis Apik Diterusno!

Gus Ipul: Tuku Keripik Gawe Riyoyo, Sing Wis Apik Diterusno!

Bintang Pos, Surabaya – Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan para orang tua untuk selalu mengawal proses belajar Al-Quran bagi anak balita (bayi dibawa lima tahun).
Penegasan ini disampaikan Gus Ipul di hadapan seribu ibu-ibu muslim yang menghadiri seminar “Balitaku Hafal Al- Quran’ di Hall Shofa Masjid Al-Akbar Surabaya, Sabtu (27/7/2013) siang.

Pada kesempatan itu, juga hadir pembicara seminar Dr Sarmini Lc, MA penulis buku ‘Balitaku Khatam Al-Quran’, Yulyani SPd pelopor dan pendiri beberapa sekolah Islam di Jawa Timur dan Dr Muh Baihaqi, MA dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel dan Ketua Penyusun WAFA. “Selain peranan orang tua, sistem pengajaran atau kurikulum juga menjadi landasan untuk mendidik anak,” katanya.

Gus Ipul meyakini ustadz dan ustadzah menjadi tulang punggung pengajaran. Termasuk keberadaan prasarana dan sarana yang baik untuk menunjang pendidikan balita. “Memang usia 0-8 tahun merupakan usia yang sangat menentukan,” imbuhnya.

Oleh karenanya itu, memberikan pembelajaran membaca Al-Quran menjadi bukti untuk mengkontrol mental dan emosional anak-anak. Pembelajaran ini, menjadi proses panjang dimana metode pembelajaran dilakukan dengan mengunakan otak kanan untuk lebih cepat melakukan pembelajaran Al-Quran. Untuk itu, peranan ahli pendidikan, ahli kurikulum untuk terus dilakukan pematangan.

Sebab manusia modern yang unggul harus memiliki beberapa modal menghadapi dunia makin maju. Satu manusia modern memiliki penampilan yang baik.  Meski mempunyai penampilan bagus, tidak menjadi modal cukup tanpa ada kecerdasan emosional dan kebutuhan kebahagiaan spiritual. “Kebahagiaan spiritual ini, didapat dari keimanan untuk membangkitkan diri sebagai kedekatan pada sang kholiq,” tukasnya.

Di akhir sambutannya, Gus Ipul juga menyanyikan pantun ‘Tuku Keripik Gawe Riyoyo, Sing Wis Apik Diterusno’. “Di kertas belajar Al-Quran dengan metode otak kanan ini, juga ada nomor urut satu. Itu artinya apa, bapak-bapak dan ibu-ibu,” pungkasnya sambil berkampanye nomor urut satu pasangan Karsa pada pilgub Jatim.(brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *