Gubernur Jatim Ajak Dialog Ribuan Masyarakat Hutan

Gubernur Jatim Ajak Dialog Ribuan Masyarakat Hutan

Bintang Pos – Surabaya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak dialog dan komunikasi dengan mengumpulkan ribuan masyarakat hutan se-Jatim bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke-30 Rimbawan atau sebutan bagi masyarakat peduli hutan di JX internasional di Surabaya, Rabu.

“Dengan dialog ini, kami ingin mengetahui keluhan dan apa yang diharapkan dari rimbawan di provinsi ini. Selanjutnya kami berusaha mencari solusi dari permasalahannya,” ujar Soekarwo.

Di samping mendengar keluhan rimbawan, gubernur juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) sebagai penunjang terlaksananya program dan kelestarian hutan.

Didampingi Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu memberikan secara simbolis bantuan fasilitas peralatan hingga uang tunai ratusan juta rupiah.

“Tanpa ada rimbawan-rimbawan, sangat tidak mungkin hutan-hutan di Jatim bisa seperti sekarang. Semoga tidak ada hutan gundul dan kelestariannya tetap terjaga,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir juga Kepala Dinas Kehutanan Jatim Gatot Soebektiono, Kepala Dinas Pertanian Wibowo Eko Putro, Kepala Dinas Peternakan Maskur, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kardani, Kepala Dinas Perkebunan Syamsul Arifin, Kepala Dinas Kominfo Harjogi, dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Fattah Jasin.

Selain itu, juga dihadiri perwakilan dari Perhutani Unit II Jatim, serta Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Ludvie Achmad dan Pimpinan Bank UMKM Jatim.

Sementara itu, dalam acara tersebut ribuan masyarakat hutan yang hadir kompak mengenakan kaos berwarna putih-hijau bergambar Soekarwo-Saifullah Yusuf. Didepannya bertuliskan “Tanam-Siram Pakde Karwo & Gus Ipul bersama Rimbawan”.

Yang menjadi sorotan, gambar gubernur dan wakilnya di kaos dan “banner” panggung adalah gambar yang diperkenalkan kepada masyarakat tentang majunya kembali pasangan tersebut dalam Pilkada Jatim.

Tidak hanya itu saja, tulisan “Bekerja untuk Rakyat” juga disematkan. Padahal, kalimat itu adalah “tagline” yang digunakan untuk maju pada pemilihan yang dilangsungkan 29 Agustus 2013.(ant-ach).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *