Gita Optimis Tiga Tahun Lagi Bulutangkis Indonesia Kembali Jaya

Gita Optimis Tiga Tahun Lagi Bulutangkis Indonesia Kembali Jaya

Bintang Pos, Jakarta – Selama tujuh bulan menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Gita Wirjawan telah melihat adanya perubahan yang lebih baik dalam prestasi olah raga ini di Tanah Air. Perampingan sistem manajemen kepengurusan di awal kepemimpinannya dan penempatan orang yang berkompetensi di masing-masing bidang terbukti dapat menguatkan kelembagaan.

Selain melakukan perampingan, Gita juga memanggil kembali mantan pebulutangkis Indonesia untuk ikut terlibat dalam kepengurusan PBSI. Mulai dari Susi Susanti, Ricky Soebagdja, Christian Hadinata, dan Rexy Mainaky. Bahkan, belum lama ini PBSI kembali memanggil mantan pebulutangkis tunggal putri Yuni Kartika untuk menjabat sebagai Kabid Humas dan Sosial Media.

Ia menggantikan Ricky Soebagdja yang kembali diduetkan dengan Rexy Mainaky dalam kepengurusan. “Menurut saya Ricky/Rexy masih menjadi idola di dunia bulutangkis dan bisa membawa dampak positif bagi pemain-pemain muda yang ingin berprestasi lebih baik,” kata Gita, Selasa (30/7).

Tidak menutup kemungkinan, Gita akan memanggil mantan atlet lain untuk terlibat dalam kepengurusan PBSI demi memajukan bulutangkis Indonesia. Gita mengakui, belum lama ini dia telah bertemu dengan mantan pemain tunggal putra, Hendrawan yang saat ini menjadi pelatih di Malaysia.

Belum ada kesepakatan resmi di antara keduanya, namun Gita mengisyaratkan bahwa tidak menutup kemungkinan pemain yang pernah menyumbangkan emas dalam Kejuaraan Dunia 2011 itu dipanggil kembali ke Indonesia. “Tidak ada alasan untuk mantan pemain seperti Hendrawan tidak di akomodasi,” ujar Gita.

Gita menjelaskan, sejumlah gebrakan baru yang dia buat untuk PBSI memiliki kesinambungan untuk meningkatkan prestasi lebih baik lagi. Dimulai dari perubahan struktur pengurus, perbaikan fasilitas pelatnas, pemberian sponsor individu kepada pemain dan pelatih, dan bonus bagi pemain berprestasi. Dengan gebrakan baru yang telah dibuat tersebut, Gita mengatakan prestasi pebulutangkis Indonesia perlahan sudah mulai menanjak, meski pun belum drastis.

Selain itu, regenerasi pemain-pemain junior juga sudah mulai menonjol. Hal ini ditandai dengan masuknya all Indonesian final di kejuaraan Maldives dan Thailand, serta  adanya pemain-pemain muda mulai dari 15 tahun yang tersaring ke pelatnas. Dengan prestasi yang perlahan mulai menanjak, Gita optimistis tiga tahun lagi bulutangkis Indonesia bisa kembali berjaya seperti 20 tahun lalu.

“Saya ingin Indonesia gak malu-maluin lagi, saya ingin bulutangkis kitatake it for granted seperti dulu, dan itu yang saya inginkan,” ujar Menteri Perdagangan tersebut.

Ke depan, Gita tidak akan membuat gebrakan baru lagi, dia merasa semua sudah diberikan secara total kepada para atlet dan pelatih. Proses untuk memajukan kembali prestasi bulutangkis Indonesia tidak bisa secara instan, harus ada konsistensi dari pemain dan pelatih untuk berprestasi dalam setiap kejuaraan. Jika hal tersebut bisa dilakukan, Gita yakin dalam tiga tahun ke depan, bulutangkis Indonesia bisa kembali berjaya. (rol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *