FITRA: Aneh Anggaran Pendidikan Dipangkas

FITRA: Aneh Anggaran Pendidikan Dipangkas

SURABAYA – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur mempertanyakan pemangkasan anggaran pendidikan tahun 2014 sebesar Rp 57 miliar. Padahal angka buta aksara masih tinggi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (RAPBD) tahun 2014, alokasi dana APBD sektor pendidikan hanya sebesar Rp 843 miliar, padahal pada tahun anggaran 2013 mencapai Rp 900 miliar. Artinya ada penurunan sebesar Rp 57 miliar dari APBD itu.

Kordinator FITRA Jatim, Dahlan menganggap aneh pemangkasan anggaran pendidikan itu, pasalnya penurunan anggaran itu tidak sebanding dengan capaian angka melek huruf masyarakat Jawa Timur selama ini. “Kalau kita lihat capaian angka melek huruf Jatim itu sangat lamban, tahun 2009 berada di 87,80 persen namun hingga 2012 hanya mencapai 89 persen, tentu selama ini belum optimal, apalagi kalau alokasi dananya pun dipangkas,” ujarnya, Senin (21/10).

Lebih lanjut Dahlan menjelaskan, angka melek huruf penduduk yang berpatokan pada usia 15 tahun ke atas di Jawa Timur ini sangat lemah. Pada tahun 2009 berada di angka 87,80 persen, namun pada tahun 2010 hanya naik menjadi 88,34 persen, pada tahun 2011 pun hanya mencapai 88,79 persen hingga pada tahun 2012, angka melek huruf itu hanya 89,00 persen dari target 95,40 persen.  Padahal untuk tahun 2014 nanti targetnya 95,80 persen.

“Capaian melek huruf pada tahun 2012 ini masih terpaut sebesar 6 persen di bawah target Pendidikan Untuk Semua (PUS) Tahun 2014 sebesar 95 persen,” terangnya.

Sementara untuk mencapai target yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), menurut Dahlan sangat susah dan perlu upaya keras, mengingat capaian Jawa Timur pada tahun 2012 terpaut jauh sebesar 6,40 persen.

“Artinya dengan alokasi APBD yang mencapai Rp 900 miliar saja capaiannya hanya kecil, apalagi alokasi dana pendidikan itu dipangkas,” terangnya.

Selain itu, lanjut Dahlan, bila dilihat angka rata-rata lama sekolah penduduk Jawa Timur usia 15 tahun ke atas, selama 2009-2012 hanya terjadi sedikit sekali peningkatan kualitasnya, yaitu dari 7,2 persen di tahun 2009 namun hingga 2012 hanya meningkat menjadi 7,48 persen. Meski terjadi kenaikan, namun kenaikannya relatif lambat, karena selama tahun 2009-2012 hanya terjadi peningkatan sebesar 0,28 poin persen atau rata-rata hanya terjadi kenaikan 0,07 poin persen per tahunnya.

“Dari dua temuan itu, jelas Jawa Timur masih belum optimal, bila dibandingkan dengan Jawa Barat yang pada tahun 2012 angka melek hurufnya mencapai 95,88 % dan rata-rata lama sekolah menjadi 7,6,” katanya.

Selain anggaran pendidikan yang merosot, FITRA Jatim pun menyayangkan pemangkasan anggaran pada sektor perbaikan jalan sebesar Rp 176 miliar dari sebelumnya pada APBD 2013 sebesar Rp 585 miliar menjadi Rp 409 miliar dalam RAPBD 2014.

“Setiap tahun kapasitas jalan kita tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang mengalami peningkatan terus, seharusnya alokasi anggarannya untuk 2014 tidak ada pemangkasan,” pungkasnya. spo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *