Dukun Palsu Diringkus Petugas Polres Tanjung Perak

Dukun Palsu Diringkus Petugas Polres Tanjung Perak

Bintang Pos, Surabaya – Komplotan dukun palsu berhasil ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pelaku yang berjumlah 4 orang adalah  Juari Sobirin alias Handoko, warga Ploso Klaten, Kediri; Slamet, warga Baron Timur, Nganjuk; Djasmani, warga Pare, Kediri; dan Waryono, warga Gondang, Nganjuk.

Kapolres Tanjung Perak, Aries Syahbudin mengatakan, kasus ini berawal dari pekenalan korban bernama Agus dengan salah satu pelaku bernama  Slamet. ” Kepada Agus, Slamet mengatakan berjanji  mampu mencarikan orang yang bisa menggandakan uang. Agus yang tertarik, akhirnya  setuju untuk bertemu dengan orang tersebut. Akhir Juni lalu, mereka bertemu di kos Agus di Jalan Perak Barat.” Terang AKBP Aries.

Dalam pertemuan itu, korban dijanjikan Rp 1,5 miliar asalkan membayar uang Rp 50 juta. Namun sebelum berniat menggandakan uangnya, Agus meminta bukti dulu. Juari yang bertindak sebagai dukun menyanggupi permintaan itu dan meminta Agus masuk kamar. Juari hanya mengajak Slamet saja sementara Djasmani dan Waryono disuruh menunggu di luar.

Di dalam kamar, Slamet menyediakan peralatan ritual. Juari lantas meminta Agus menyerahkan uang Rp 100 ribu. ”Uang itu lantas dibakar tersangka dan dimasukkan kardus air mineral lalu ditutup kain kafan,” lanjut Aries.

Setelah dibuka, uang Rp 100 ribu itu ternyata masih utuh. Juari lantas meminta Agus menyerahkan uang Rp 1,5 juta dan dijanjikan akan dilipat gandakan menjadi Rp 1,5 miiar. Agus menuruti permintaan itu. Uang tersebut lantas diolesi minyak lalu dimasukkan kardus air mineral dan ditutup kain kafan.

Setelah menunggu selama 10 menit, Agus dipersilahkan membuka kain. Di dalam kardus Agus melihat tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu an yang diaku Juari senilai Rp 1,5 miliar. Agus pun percaya karena dia sempat memegang tiga lembar uang tersebut. Namun Juari meminta syarat agar Agus menyerahkan mahar senilai Rp 50 juta agar bisa membawa uang miliaran rupiah tersebut.

Agus lalu mencari uang Rp 50 juta yang diinginkan Juari. setelah uang berada di tangan, Agus ingin membuktikan sekali lagi dengan membuka kain kafan yang menutupi kardus. Betapa terkejutnya Agus saat dia melihat kardus itu kosong tanpa isi. Agus pun protes dan meminta kembali uang Rp 1,5 juta yang sudah dikantongi Juari. Juari menolak dan mereka ribut.

Polisi yang dilapori segera datang ke lokasi dan mengamankan Juari cs. Setelah dilakukan pemeriksaan, terbukti jika Juari cs adalah komplotan penipu dengan modus penggandaan uang. Mereka biasanya beraksi di Jatim dan Jateng.

Sementara mengenai Agus yang sempat melihat uang Rp 1,5 miliar di dalam kardus, Aries menjelaskan jika Agus sudah dihipnotis saat itu sehingga mata Agus melihat tumpukan uang, padahal kardus itu kosong. Buktinya, saat Agus membuka kembali kain itu saat tak dihipnotis, kardus itu memang benar-benar kosong. (sko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *