Digoyang Suap Jelang Pilgub Jatim, Ketua KPU Siap Diperiksa

Digoyang Suap Jelang Pilgub Jatim, Ketua KPU Siap Diperiksa

Bintang Pos, Surabaya – Dugaan suap yang menerpa Ketua KPU Jatim sebesar Rp 3 miliar oleh salah satu parpol pendukung bakal calon gubernur ditanggapi enteng.

Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad tidak merisaukan kabar miring itu. Ia dengan tegas menolak dikatakan menerima uang sebesar Rp 3 miliar. Menurutnya, saat rekaman percakapan diputar, Andry juga berada ditempat tersebut.

“Aneh-aneh ae (aneh-aneh saja) itu semua tidak betul. Tapi ini menarik. Menariknya kenapa, saya makin ingin tahu apa memang betul uang itu ada, kalau betul dari siapa, apa betul diterimakan kepada KPU Jatim. Kalau betul siapa yang menerimanya,” katanya, Rabu (26/6/2013).

Andry kembali menegaskan bahwa selama ini, dirinya tidak pernah menerima uang sepeserpun dari semua pasangan bakal calon gubernur. Ia mengaku selama ini KPU hanya menerima anggaran sebesar Rp 500 miliar lebih untuk keperluan penyelenggaraan Pilgub Jatim yang dihelat akhir Agustus 2013.

“Saya benar-benar tidak menerima uang Rp 3 miliar. Saya lho malah lebih banyak menerima uang Rp 500 miliar lebih, saya sekarang sudah senang bisa memberikan pekerjaan buat orang banyak serta mendapat gaji bulanan itu sudah cukup buat saya,” ujarnya.

Bahkan Andry pun berani bersumpah dan berani diperiksa jika memang semua mempercayai kalau dirinya menerima uang suap Rp 3 miliar.

“Saya kembali tegaskan, saya tidak terima, 100 rupiah pun tidak, dari semua pasangan calon. Baik angka ribuan maupun jutaan apalagi angka miliaran. Disuruh bersumpahpun saya berani dan diperiksa pun berani,” tegasnya.

Selain itu, Andry juga mengungkapkan bahwa dalam rekaman yang ia dengarkan bersama komisioner KPU Jatim dan BAwaslu terdapat dua rekaman. “Ada dua rekaman, yang pertama KPU sudah disogok. Baru rekaman kedua disebutkan bahwa Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Ahmad sudah dibereskan Rp 3 miliar,” ungkapnya.

Andry juga mengaku bahwa, setelah kasus dugaan suap dirinya mendapat pesan singkat dari anggota KPU Lamongan yang juga mengalami hal yang sama yakni dituduh menerima uang sebesar Rp 5 miliar dalam Pilbup Lamongan.

“Kalau seperti ini kan, Lamongan lebih mahal dibandingkan Jawa Timur,” ujarnya dengan nada bercanda sambil tertawa lepas.(dts)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *