Dianggarkan Rp 10 M, hingga April Belum Ada Action

Dianggarkan Rp 10 M, hingga April Belum Ada Action

Bintang Pos, Surabaya – DPRD Surabaya kembali mempertanyakan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan revitalisasi Pasar Tunjungan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pasar itu akan direvitalisasi. Bahkan, pasar tersebut kondisinya semakin rusak, kumuh dan tak terkesan seperti pasar. 

“Tentu kami terus bertanya-tanya, kapan Pasar Tunjungan akan direvitalisasi? Sebab, sejak 8 tahun silam dewan sudah mendesak Pemkot agar melakukan perubahan pasar tersebut supaya menjadi lebih baik dari sekarang,” ungkap Sachiroel Alim, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Senin (22/4).

Menurutnya, DPRD Surabaya sudah menyetujui rehabilitasi pasar tersebut, termasuk persetujuan anggaran perbaikannya sebesar Rp 10 miliar. Rencananya Pemkot Surabaya akan menjadikan Pasar Tunjungan menjadi pusat oleh-oleh khas Surabaya di tahun 2013 ini.

“Lha, kalau anggaran rehabilitasi Pasar Tunjungan sudah ada di dalam APBD Surabaya 2013, tapi revitalisasinya tidak pernah kunjung dilakukan, lantas untuk apa kami menganggarkannya. Kan, kerja dewan untuk penganggarannua menjadi sia-sia,” ujarnya.

Menurutnya, jika akhir 2012 lalu rencana rehabilitasi Pasar Tunjungan yang akan dijadikan pusat oleh-oleh asli Surabaya masih masih kabur, maka mestinya di tahun ini tidak boleh begitu lagi. Bahkan, kata dia, seharusnya sudah ada action dari Pemkot untuk ’mempercantik’ pasar yang selama ini ’mati suri’ akibat kalah bersaing dengan toko-toko modern di sekitarnya.

“Sebenarnya, kami sangat senang kalau Pasar Tunjungan resmi akan dijadikan pusat oleh-oleh khas Surabaya, sehingga ada pasar khusus untuk masalah itu. Ternyat, kok sampai sekarang belum ada aksi sama sekali dari Pemkot. Ada apa dengan Pemkot?” katantya.

Akhir 2012 lalu, revatalisasi Pasar Tunjungan akan diambil alih Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunn Kota) Surabaya dari Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS). Bahkan, pasar sudah diambil alih dari pengelolaannya. “Yang terpenting bagi kami keseriusan Pemkot itu sendiri, bukan janji-janjinya,” jelasnya.

Moch. Machmud, Ketua Komisi B DPRD Surabaya menambahkan, DPRD Surabaya juga sudah setuju Pasar Tunjungan yang kini mangkrak dipergunakan untuk menampung Pedagang Kaki Lima (PKL) atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pusat oleh-oleh khas Surabaya. Dengan penempatan PKL atau UMKM di sana sangat dimungkinkan akan menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Namun, yang penting realisasinya, karena hingga saat ini tidak ada kepastiannya.

Bahkan, katanya, rencana ini sudah diungkapkan Pemkot sejak awal 2011, tapi faktanya sampai sekarang Pasar Tunjungan itu masih seperti yang dulu, yakni mangkrak. Karena banyak satn yang kosong dan dikuasai penuh penyewa lama tapi tidak digunakan berjualan.

“Sekarang ini stan di gedung Pasar Tunjungan kosong mlompong mirip gedung hantu. Memang, mending dipakai untuk PKL dan UMKM saja. Kami tunggu realisasinya? Jangan bagus di program, tapi realisasi nihil,” katanya.

Dia menambahkan, sudah bertahun-tahun banyak stan gedung tak berpenghuni dan tidak terawat sama sekali. Dalam kondisi seperti itu kondisi gedung tampak tidak terawat dan kumuh. Sementara Pemkot tidak melakukan perawatan sama sekali. “Kondisinya sekarang, kotorlah,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDPS, Karyanto Wibowo mengatakan, memang Pasar Tunjungan akan dijadikan pusat oleh-oleh sesuai rencana Bappeko. Namun, sampai sekarang rencana itu masih dicarikan formatnya.

Termasuk pembiayaannya, apakah dibangun dengan dana APBD atau dengan dana investor. “
Sementara itu, Kepala Bappeko Surabaya, Hendro Gunawan sebelumnya mengatakan pihaknya saat ini sedang membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk mewadai para UMKM yang akan menempati Pasar Tunjungan. “Sekarang kita lagi proses penyelesaian Raperda-nya dan kami harapkan Raperda-nya selesai secepatnya,” katanya.

Menurut dia, Pemkot akan merenovasi bangunan Pasar Tunjungan dan membuat konsep tentang sistem pemasarannya. Renovasi berkaitan dengan penataan gedungnya nanti seperti apa. Soal ini, konsepnya akan diserahkan kepada PDPS. (sby-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *