Di Sampang, Satu Biji Cabai Rp 1.000

Di Sampang, Satu Biji Cabai Rp 1.000

Bintang Pos, Surabaya – Tingginya harga cabai rawit belakangan hari ini membuat sejumlah pedagang makanan di kawasan Kota Sampang resah. Sebab, masakan mereka kini terasa tak sedap lagi, sehingga khawatir masakan yang dijajakan tidak diminati pelanggannya.

Tak hanya itu, lantaran masakan kurang pedas, sebagian ibu rumah tangga kerap diprotes sang suami karena masakan meraka terasa hambar. Romlah (39), ibu rumah tangga asal Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang mengaku sering cekcok dengan suaminya karena masakan yang disajikan untuk berbuka puasa kurang pedas.

“Gimana masakan saya bisa pedas, Mas kalau cabai satu biji Rp 1.000, biar suami marah tidak apa-apa daripada saya memaksa beli cabai tapi harus menguranggi pembelian lauk pauk buat anak-anak,” ujarnya, Senin (15/7/2013).

Secara terpisah, menurut H.Solihin (40), salah satu pedagang cabai rawit yang mangkal di Pasar Srimangunan Sampang, selama tiga hari terakhir harga cabai rawit terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

“Kalau harga biasanya cuma Rp 25 ribu per kilogram Mas. Tapi, akhir-akhir ini naik menjadi Rp 40 ribu dan sekarang sudah mencapai Rp 70 ribu per kilogramnya,” tandasnya.

Sementara itu, menyikapi kenaikan harga cabai rawit yang terus mengalami kenaikan, Busar Wibisono, Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindagtam Kabupaten Sampang menjelaskan, untuk kenaikan harga cabai rawit di daerah bisa dibilang cukup cepat. Sebab, di awal puasa ini sudah mengalami lonjakan sebanyak tiga kali, dengan kisaran harga cukup tinggi.

“Kami sudah terjun ke lapangan, mengenai kenaikan harga cabai ini dipengaruhi karena faktor tingginya permintaan dari masyarakat. Selain itu, banyak petani cabai yang gagal panen karena cuaca kurang mendukung, akan tetapi kami akan terus melakukan penekanan agar harga cabai ini tidak terus mengalami peningkatan, apalagi menjelang hari Lebaran nanti,” katanya. (bjt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *