Danamon: Soal DBS, Itu Urusan Antar Bank Sentral

Danamon: Soal DBS, Itu Urusan Antar Bank Sentral

Bintang Pos, Surabaya – Direktur Kepatuhan Bank Danamon Fransisca Oei mengatakan, pihaknya belum menerima keputusan resmi terkait Bank Indonesia (BI) yang hanya mengizinkan DBS Groups Holding Ltd mengakuisisi 40 persen saham Bank Danamon. Padahal semula DBS ingin mengakuisisi penuh 67,37 saham Bank Danamon dari tangan Fullerton Financial Holding.

“Saya sudah mendengar beritanya tapi saya belum terima keputusan resmi dari BI,” kata Fransisca saat ditemui di kantor BI Jakarta, Selasa malam (21/5/2013).

Fransisca menambahkan, pihaknya sebagai bank yang akan diakuisisi akan memilih untuk menyerahkan sepenuhnya hal ini ke bank sentral. Sebab urusan akuisisi ini sudah bukan menjadi urusan antar bank, tapi sudah urusan antar bank sentral.

“Itu sudah urusan government to government,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah menambahkan urusan akuisisi DBS dengan Bank Danamon kini menjadi urusan Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Bank Indonesia selaku regulator perbankan di kedua negara.

“Jadi kita sudah bicara dan ini urusan antara MAS dan BI,” kata Difi.

BI belum menyetujui rencana pengambilalihan sepenuhnya Bank Danamon oleh DBS karena ingin ada resiprokal antara kedua belah bank sentral. Sebab selama ini bank sentral Singapura masih melarang bank dari tanah air untuk membuka cabang di sana. Bank sentral Singapura hanya mengizinkan bank asal Indonesia membuka kantor remitansi, bukan kantor cabang penuh.(kom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *