Chen Long kandaskan Anthony Ginting di semifinal Olimpiade Tokyo

Chen Long kandaskan Anthony Ginting di semifinal Olimpiade Tokyo

 BintangPos, Jakarta –  Upaya Anthony Sinisuka Ginting untuk menuju babak final debut Olimpiade menemui kegagalan setelah dikandaskan pebulu tangkis kawakan asal China Chen Long pada babak empat besar yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Minggu.

Dalam total lima pertandingan yang dilakoni Ginting di Olimpiade Tokyo 2020 sejak babak penyisihan grup hingga semifinal, laga kontra Chen Long yang mencatatkan waktu 56 menit menjadi yang terlama kedua setelah perempat final melawan Anders Antonsen sepanjang 79 menit.

Namun, dalam laga hari ini, Ginting mengeluarkan semua kemampuan yang ia miliki, berusaha menundukkan pebulu tangkis yang sudah mengantongi medali emas Olimpiade Rio 2016 dan medali perunggu London 2012.

Atlet peraih medali perak Asian Games 2018 asal Cimahi ini tahu bahwa yang ia hadapi bukan atlet sembarangan. Ia langsung memberikan tekanan pada gim pertama.

Serangan yang dibangun menemui kendala. Chen Long bermain sabar dan menanti saat Ginting lengah untuk menciptakan angka.

Usaha Ginting untuk mengejar ketertinggalan di gim pertama berakhir saat ia terlibat reli yang menyulitkan. Chen Long yang punya keunggulan postur tinggi, memberikan pukulan menyamping yang membuat Ginting harus berlarian mengejar bola.

Ginting pun bertemu titik lemahnya, tak sanggup menjangkau bola hingga terjerembab ke pinggir lapangan. Chen Long akhirnya mengakuisisi kemenangan di gim pembuka dengan skor 16-21.

Gim kedua menjadi masa sulit bagi Ginting. Ia kehabisan energi hingga kesulitan mengejar bola-bola yang diumpankan lawan. Chen Long jarang melakukan smes di gim ini, namun sekali lagi postur badannya menjadi andalan hingga mudah melakukan pengembalian secara cepat.

Ginting pun beberapa kali harus tertunduk di lapangan ketika ia gagal menghalau pukulan lawannya setelah meladeni reli dan lob yang memaksanya mengejar bola hingga sudut lapangan.

Atlet peringkat lima dunia ini bermain apik dan mengagumkan, namun akhirnya harus mengakui keunggulan Chen Long yang jauh berpengalaman. Pertandingan berakhir dengan skor 16-21, 11-21.

Ginting masih berpeluang mengamankan medali perunggu pada babak penentuan juara ketiga.

Pada laga ini, Ginting sudah ditunggu pebulu tangkis Kevin Cordon asal Guatemala. Ia tersingkir di semifinal setelah dikalahkan peringkat dua dunia Viktor Axelsen asal Denmark. ant

Atasi Covid-19, Rais Aam PBNU dan Mahfud MD ‘Toron’ ke Bangkalan

Atasi Covid-19, Rais Aam PBNU dan Mahfud MD ‘Toron’ ke Bangkalan

BintangPos, Bangkalan – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar berdialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Gedung Rato Ebuh Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Selasa (15/06/2021). Dialog digelar sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan Covid-19 di kabupaten ujung barat Pulau Madura itu.

Mendampingi Mahfud, hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta, Panglima Komando Daerah Militar V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, dan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat.

 Mahfud MD mengatakan, perkembangan penyebaran Covid-19 di dunia sangat pesat. Berkaca dari kasus di sejumlah negara itu, upaya antisipasi dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan harus terus dilaksanakan. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat diperlukan untuk kepentingan ini.

“Pemerintah mengajak para tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama memerangi virus COVID-19 khususnya di Kabupaten Bangkalan. Patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M dalam kegiatan sehari-hari,” kata Mahfud.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengajak semua tokoh agama dan masyarakat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terkait bahaya virus Covid-19, terutama di Kabupaten Bangkalan. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu menegaskan bahwa para ulama dan tokoh masyarakat akan ikut membantu pemerintah untuk kepentingan itu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa koordinasi akan terus dilakukan antara Pemprov Jatim dengan Pemkab Bangkalan guna mengantisipasi makin menyebarnya Covid-19 di kabupaten tersebut.

 

Ulama kabupaten setempat, KH Imam Buchori Rohim, mengatakan bahwa peran kiai dan ulama dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten bangkalan sangat penting dalam memberikan imbauan serta mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan. Hal itu bisa dimulai dari santri pondok pesantren dan kemudian dapat disampaikan ke masyarakat.

 

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan peran masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19. Ia mengakui bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam memutus rantai penularan Covid-19 tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Noh

 

Bigini Cara Ra Latif Bupati Bangkalan Bersama Kapolri dan Panglima TNI Atasi COVID-19 di Bangkalan

Bigini Cara Ra Latif Bupati Bangkalan Bersama Kapolri dan Panglima TNI Atasi COVID-19 di Bangkalan

BintangPos, Bangkalan – Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu, 12 Juni 2021.

Di sana, keduanya terlibat langsung membantu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan mitigasi dan menggandeng ulama dan tokoh masyarakat untuk menangani COVID-19.

Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkogabwilhan II, dan sejumlah pejabat utama TNI/Polri, Kepolisian Daerah Jatim dan Pangdam V/Brawijaya.

Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ada beberapa catatan dari kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, yakni banyaknya pasien tanpa gejala, tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19, dan meningkatnya jumlah kematian karena virus tersebut. 

“Angka kematian tersebut rata-rata setelah kita identifikasi meninggal di rumah sakit,” ujarnya saat memimpin apel gabungan.

Itu sebabnya Hadi mengimbau untuk terus meningkatkan sosialisasi dan pelaksanaan serta penegakan protokol kesehatan, yaitu terus mengajak masyarakat tetap menggunakan masker, karena dengan menggunakan masker, sehingga dengan sendirinya akan melindungi masyarakat sekitar dan melindungi diri sendiri.

“Oleh sebab itu, bantuan dari TNI dan Polri akan ke tempat-tempat ruang publik yang perlu mendapatkan perhatian khusus, dan kita optimalkan lagi fungsi PPKM mikro di mana pun akan kita gunakan untuk pelaksanaan tracing kontak erat setelah mendapatkan informasi dari Dinkes adanya pasien positif COVID-19, setelah itu baru kita laksanakan tracing kontak erat dan kita laksanakan isolasi mandiri di wilayah tersebut,” kata Panglima.

Menurut Hadi, PPKM Mikro bisa digunakan juga sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi setiap hari. Dari sana bisa didapatkan data-data kasus aktif di wilayah tersebut, data-data kesembuhan di wilayah tersebut, dan data-data kematian di wilayah tersebut.

“Termasuk kita juga bisa mengetahui apakah BOR isolasi di wilayah tersebut sudah tinggi atau masih berkurang. Itulah yang saya sampaikan kepada Bapak Bupati, termasuk kepada anggota TNI dan Polri dan Satgas COVID-19 untuk segera membantu bupati, Kadinkes, menanggulangi covid-19, sehingga COVID-19 bisa kita kendalikan dan ubah zona merah di wilayah Bangkalan ini menjadi zona hijau,” tuturnya.

Selain berkoordinasi dengan Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri juga bersilaturrahim dengan ulama dan tokoh masyarakat Bangkalan. Hal itu dilakukan untuk merangkul para pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus COVID-19 di Bangkalan.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo peran tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu pemerintah dan Forkompinda, terutama dalam hal menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Terutama, kata Sigit, adalah penggunaan masker di lingkungan sosial masyarakat. Menurutnya, berdasarkan penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal yang ampuh menangkal penyebaran COVID-19.

“Masalahnya adalah masker dengan kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat yang bisa menangkal COVID-19 adalah masker, itu berdasarkan penelitian. Penggunaan masker bagi seluruh masyarakat, baik yang sehat dan sakit, itu harus,” ujar Sigit.dbs-viv

 

Ra Latif Bupati Bangkalan bersama Panglima TNI Rapat Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Panglima TNI Tekankan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan

Ra Latif Bupati Bangkalan bersama Panglima TNI Rapat Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Panglima TNI Tekankan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan

BintangPos, Bangkalan – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito melaksanakan rapat terkait penanganan Covid -19 di Pendopo Agung  Bangkalan, Jawatimur, Sabtu (12/6/2021).

Rapat tersebut membahas penanganan Covid -19  di Bangkalan.

Panglima TNI pun mendengarkan penjelasan terkait dinamika Covid -19  di wilayah Kabupaten Bangkalan yang disampaikan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.

Hadi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan upaya yang yang telah dilakukan segenap elemen Kabupaten Bangkalan  dalam menghadapi Covid -19 .

Dalam kesempatan tersebut, Hadi menekankan pentingnya sosialisasi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menekan laju penularan Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

Menurut Hadi salah satu penyebab melonjakanya kasus positif Covid -19  adalah karena protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Sudah sepatutnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita, tanpa perlu diawasi dan diingatkan,” kata Hadi dikutip dari keterangan resmi Puspen TNI, Sabtu (12/6/2021).

Selain itu, Hadi juga menekankan pentingnya 3T (Testing, Tracing dan treatment) guna menjaring dan menemukan kasus baru, termasuk yang berasal dari luar daerah sebagai upaya mencegah penyebaran yang lebih luas.

Pencegahan virus corona menurut WHO

Menurut WHO, Langkah-langkah perlindungan dari virus corona adalah tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah Covid -19 .

Hal tersebut tersedia di situs web WHO atau melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal.

Cara mencegah kemungkinan terinfeksi Covid -19  adalah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana seperti berikut ini:

  1. Cuci tangan teratur

Bersihkan tangan Anda secara teratur dan menyeluruh dengan hand sanitizer berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Alasannya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

  1. Sosial distancing

Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dari siapa saja yang batuk atau bersin.

Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus.

Jika terlalu dekat, maka tetesan air bisa terhirup, termasuk virus Covid -19  jika orang tersebut menderita batuk.

  1. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan yang menyentuh banyak permukaan dapat terpapar virus.

Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

Pastikan orang-orang di sekitarmu mengikuti protokol kesehatan yang baik.

Tutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin.

  1. Segera buang tisu bekas

Tetesan yang tertampung pada tisu bisa menyebarkan virus.

Dengan menjaga kebersihan yang baik, kamu dapat melindungi orang-orang di sekitarmu dari virus seperti flu dan Covid -19 .

  1. Tetap di rumah jika merasa tidak sehat

Jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu dan ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah setempat.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan bisa dengan cepat mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Ini juga akan melindungimu dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Ikuti perkembangan Covid -19  terbaru (kota atau area lokal dimana Covid -19  menyebar luas).

Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut terutama untuk orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung, atau paru-paru.

Pasalnya, mereka memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena Covid -19 .dbs-tri

 

Ra Latif Bupati Bangkalan Dapat Apresiasi Saat Dampingi Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Ra Latif Bupati Bangkalan Dapat Apresiasi Saat Dampingi Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

BintangPos, Bangkalan –  Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menjadi perhatian semua pihak. Tak terkecuali Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito. Dua pimpinan tertinggi TNI-Polri ini mengunjungi Kabupaten Bangkalan dalam rangka memberi dukungan dan memantau penanganan Covid-19 di Bangkalan. 

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri tiba di Lapangan Alun-alun Kabupaten Bangkalan menggunakan helikopter, Sabtu (12/6/2021). Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bersama Gubernur Jawa Timur serta Forkopimda menyambut langsung ke Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan. 

Dihadapan Panglima dan Kapolri, Bupati melaporkan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Bangkalan. Bupati menyampaikan dalam seminggu terakhir Kabupaten Bangkalan menjadi daerah yang sangat viral di media massa. 

“Kami semuanya sedih karena viralnya bukan sesuatu yang positif tetapi justru viral akibat lonjakan kasus Covid-19. Mudah-mudahan kedatangan panglima dan Kapolri membawa berkah bagi masyarakat Bangkalan,” ujar Bupati. 

Lebih lanjut Bupati melaporkan, sesuai dengan grafik curva epidemic dalam 14 hari terakhir dari tanggal 29 Mei sampai 11 Juni 2021 telah terjadi lonjakan kasus yang luar biasa terutama di minggu terakhir. Diketahui, dari 36 kasus naik menjadi 382 kasus dengan persebaran tertinggi di wilayah Arosbaya, Geger, Klampis dan Kecamatan Kota. 

“Berdasarkan data yang dihimpun tim satgas mencatat sejak awal pandemi hingga 11 Juni 2021 menunjukkan data konfirmasi sejumlah 2.136 dengan kesembuhan 1.537 dan kematian 207 orang. Jadi kedepan kami mohon pendampingan dan bantuan khususnya dari TNI-Polri untuk menekan penyebaran Covid-19 di Bangkalan,” ungkap Bupati. 

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajak untuk mendorong kembali kesadaran masyarakat untuk tetap taat prokes. Bentuknya adalah melakukan 3M yang sering disuarakan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan. Dalam penegakkan prokes, peran TNI-Polri dan Satgas Covid-19 dibutuhkan karena mendapati kepatuhan masyarakat mulai berkurang. 

“Menurut laporan tingkat kepatuhan masyarakat Bangkalan masih berkisar di angka 50 persen,” sebutnya. 

Meski demikian Hadi Tjahjanto menilai penanganan Covid-19 di Bangkalan telah berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemkab Bangkalan yang melakukan penanganan pada warga dan pemberian bantuan. Hadi memastikan bahwa Satgas Covid-19 Bangkalan sudah melakukan tindakan dengan tepat dan terukur. 

“Semoga apa yang telah dilakukan Pak Bupati dan Forkopimda Bangkalan bermanfaat karena terus menjalankan tugasnya tiada lelah,” tambahnya. 

Menurutnya, kerjasama tiga pilar sudah bagus karena terus mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga prokes dan memperbanyak tracing. 

“Edukasi dengan menjalin kerjasama dengan tokoh masyarakat terus dimasifkan dan diiringi dengan pelaksanaan PPKM Mikro,” ujarnya. 

Sedangkan Kapolri Jenderal Pol Listiyo Sigit Prabowo mengutarakan hal yang sama. Dia menilai, penguatan diberbagai sektor penting dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Termasuk memaksimalkan kembali posko PPKM Mikro baik di tingkat Kecamatan atau Kabupaten. 

“Dengan posko PPKM Mikro nantinya akan mempermudah Penanganannya. Termasuk melakukan tracking terhadap pasien Covid-19,” katanya. 

Selain memantau perkembangan Covid-19, Panglima TNI dan Kapolri juga memantau pelaksanaan apel gelar Pasukan Penanganan Covid-19 di Alun-alun Kabupaten Bangkalan. Kemudian dilanjutkan peninjauan pelaksanaan Vaksinasi massal di Pendopo Pratama Pemkab Bangkalan yang menyasar 1.750 orang. Dbs-ara

 

Panglima TNI: Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Harus Optimal

Panglima TNI: Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Harus Optimal

BintangPos, Bangkalan  – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, harus optimal untuk menekan penyebaran penyakit yang mematikan itu. Panglima TNI mengatakan hal itu saat menggelar rapat penanganan Covid-19 yang dihadiri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito di Pendopo Agung Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (12/6).

Rapat tersebut membahas masalah penanganan Covid-19 dan penjelasan terkait dinamika Covid-19 di wilayah Kabupaten Bangkalan yang disampaikan oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.

Marsekal Hadi pun mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan upaya yang selama ini telah dilakukan oleh segenap elemen Kabupaten Bangkalan dalam menghadapi Covid-19.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini menekankan beberapa hal menyikapi meningkatnya kasus positif Covid-19 di wilayah Jawa Timur, diantaranya sosialisasi dan penegakan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurut dia, meningkatnya lonjakan kasus positif Covid-19, salah satu penyebabnya karena protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak. “Sudah sepatutnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita, tanpa perlu diawasi dan diingatkan,” harap pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu.

Marsekal Hadi kembali menekankan agar 3T (testing, tracing dan treatment) gencar guna menjaring dan menemukan kasus baru, termasuk yang berasal dari luar daerah sebagai upaya mencegah penyebaran yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI memimpin Apel Gabungan Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Marsekal Hadi mengatakan bahwa perjuangan belum selesai mengingat Kabupaten Bangkalan mengalami lonjakan kasus. “Saudara-saudara menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi, tingkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Mantan Irjen Kemhan itu pun meminta kepada petugas agar selalu membantu pelaksanaan tracing dan testing untuk menemukan kasus konfirmasi sedini mungkin. Kasus konfirmasi yang dapat diidentifikasi sedini mungkin akan memungkinkan perawatan yang lebih baik dan mencegah terjadinya penularan yang lebih luas.

Panglima TNI juga menekankan agar para petugas di lapangan dapat dapat bergerak cepat melaporkan perkembangan situasi yang ada secara obyektif sebagai bahan analisa dan menentukan langkah selanjutnya secara tepat sasaran dan efektif.

Salah satu faktor yang tidak kalah penting, yaitu peningkatan pelaksanaan program vaksinasi, karena vaksinasi adalah salah satu upaya untuk menekan pandemi.

Sementara itu, turut hadir pada acara tersebut, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta Karo Karo.  Dbs-Jaw

 

Pemprov Pusat Dorong Percepatan Penanganan Covid-19 di Bangkalan

Pemprov Pusat Dorong Percepatan Penanganan Covid-19 di Bangkalan

BingtangPos,Bangkalan –  Lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan mendapat perhatian serius pemerintah provinsi (pemrov) hingga pusat. Buktinya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito, dan Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa datang ke Kota Salak untuk mengetahui sejauh mana upaya tim gabungan dalam memutus persebaran Covid-19.

Menkes, kepala BNPB, dan gubernur Jatim mendatangi beberapa lokasi di Bangkalan. Yaitu, Puskesmas Kecamatan Kota Bangkalan, posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Perumahan Griya Abadi, dan RSUD Syamrabu. Selama di Bangkalan, rombongan didampingi Bupati Abdul Latif Amin Imron.

Kepala BNPB Ganip Warsito menyatakan, kedatangannya ke Kota Salak untuk mendampingi penanganan kasus Covid-19 yang melonjak. Salah satu upaya yang perlu dimaksimalkan, kata dia, peran dan fungsi posko PPKM mikro. ”Karena posko ini punya tugas dan fungsi melakukan pencegahan. Antara lain, penegakan prokes. Jadi, bumper pertama supaya tidak sakit, menggunakan masker,” katanya.

Menurut dia, konsistensi penggunaan masker oleh masyarakat juga sangat penting. Sebab, dengan menggunakan masker, kemungkinan terpapar Covid-19 sangat kecil, sekitar 5 persen. ”Sementara 95 persen lainnya sudah terlindungi,” kata jenderal alumni Akademi Militer (Akmil) 1986 itu.

Jenderal kelahiran Magelang itu berharap seluruh tokoh masyarakat berperan dalam penerapan prokes. Terutama di daerah yang dianggap sebagai episentrum persebaran Covid-19. Misalnya, di Kecamatan Arosbaya, Klampis, dan Kota Bangkalan.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Bangkalan adalah memberikan perhatian penuh pada rumah sakit. Baik dari sisi sarana dan prasarana (sarpras), sumber daya manusia (SDM), mauun obat-obatan.

Dia menambahkan, RSUD Syamrabu merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan Covid-19 di Bangkalan yang saat ini kapasitasnya sempat penuh. Karena itu, pasien yang datang diurai dan dikirim ke beberapa rumah sakit yang ada di Surabaya. Keterbatasan tempat tidur di RSUD Syamrabu teratasi. Pemerintah pusat akan men-support tenaga dokter dan perawat di rumah sakit milik Pemkab Bangkalan tersebut.

”Untuk nakes yang akan diperbantukan masih dikoordinasikan dengan manajemen RSUD Syamrabu. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga akan bicara dengan pusat pendidikan tenaga kesehatan di Surabaya supaya mengirim nakes-nakesnya (ke Bangkalan, Red),” tambahnya.

Upaya lain yang akan dilakukan pemerintah adalah mempercepat vaksinasi. Dia berjanji akan men-dropping 10–20 ribu vaksin di Kota Salak. Langkah itu untuk memperkuat antibodi masyarakat supaya tidak mudah terpapar Covid-19.

Sadikin mengaku telah menerima informasi nakes yang juga terpapar Covid-19. Karena itu, pemerintah menjamin pelayanan terbaik untuk para pejuang Covid-19 yang turut terpapar. ”Nanti jika ada (nakes, Red) yang kena, minta tolong bu gubernur untuk langsung dirujuk ke Surabaya,” pesannya.

Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku sudah mengindetifikasi daerah-daerah yang rumah sakitnya bed occupancy ratio (BOR) di atas 80 persen. Dia minta agar rumah sakit yang BOR-nya banyak melakukan pengurangan, ”Secara teknis, tidak boleh ada rumah sakit yang bornya di atas 80 persen (menerima pasien, Red) harus dirujuk,” ingatnya.

RSUD Syamrabu di-back-up enam rumah sakit penyangga. Dua di antaranya milik Pemprov Jatim. Yaitu, RSUD dr Soetomo dan RSUD Haji. Sementara empat sisanya RS Unair, RS PHC, RS Adi Husada, dan RS Al Irsyad. ”Rumah Sakit dr Soetomo alatnya sangat lengkap, dokternya komplet, BOR-nya juga rendah sehingga memungkinkan dijadikan rujukan utama. Jangan sampai RSUD Syamrabu overkapasitas,” imbuhnya.

Pada momentum Lebaran Idul Adha nanti, sambung Khofifah, ada tradisi toron yang biasa dilakukan oleh masyarakat Madura. Karena itu, dia mengimbau tradisi tahunan itu untuk sementara tidak dilaksanakan. Dengan begitu, upaya percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia. ”Suasana saat ini tidak cukup kondisif untuk berkerumun. Kita harap semuanya sehat dan Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik,” tegasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Direktur RSUD Syamrabu Nunuk Kristiani mengatakan, upaya pemenuhan sarpras dan nakes yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi akan membantu institusinya. Apalagi, jumlah pasien Covid-19 terus berdatangan. ”Paling banyak dari Kecamatan Klampis dan Arosbaya. Kita terima bantuan obat-obatan dan APD,” katanya.

Dia menerangkan, saat ini terdapat 93 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Syamrabu. Sebagian ada yang dirujuk ke rumah sakit penyangga di Surabaya. Rata-rata yang dirujuk adalah pasien dengan kondisi sudah berat. Dalam sehari, RSUD Syamrabu pernah merujuk empat pasien ke Surabaya.

”Kami kekurangan dokter dan perawat. Salah satunya, dokter spesialis radiologi, anestesi, dan paru. Saat inipihaknya terus berkomunikasi dengan berbagai rumah sakit di Jatim untuk menugaskan nakes ke RSUD Syamrabu. Karena pasiennya banyak, kami butuh dokter anestesi,” imbuhnya.

Bupati Bangkalan Abdul Latih Amin Imron kepada JPRM mengatakan, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Bangkalan. Di antaranya, penambahan tempat tidur di RSUD Syamrabu, sosialisasi, penyemprotan disinfektan, dan lainnya. Bahkan, dilakukan penyekatan di akses Suramadu dan Pelabuhan Kamal mulai Senin (8/6).

”Dari 1.364 yang di-rapid antigen, 28 orang dinyatakan reaktif. Namun setelah dilakukan swab PCR, terdapat delapan orang terkonfirmasi positif. Kehadiran Pak Menkes, kepala BNPB, dan gubenur menjadi motivasi bagi kami untuk mengoptimalkan tugas Satgas Covid-19 Bangkalan,” imbuhnya.

Di sisi lain, pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) M. Atoillah menyampaikan, Institute of Tropical Disease (ITD) menemukan adanya pasien positif asal Bangkalan yang terpapar Covid-19 varian baru. Yakni, varian B1.1.7 atau asal Inggris.

Atoillah menjelaskan, varian B1.1.7 tidak jauh berbeda dengan Covid-19 yang sudah ada. Namun, dalam hal kecepatan persebaran, varian B1.1.7 tersebut lebih cepat menularkan virus kepada orang lain. ”Sekitar 40–90 persen persebarannya jauh lebih cepat,” katanya.

Menurut dia, uji laboratorium yang dilakukan bersifat sampling. Dengan demikian, tidak semua pasien positif Covid-19 asal Bangkalan diuji spesimennya untuk menemukan varian virus baru tersebut. ”Mengingat sifat yang dipersyaratkan mudah, sangat mustahil semua spesimen akan diuji,” tandasnya. Dbs-rama

Rais ‘Aam PBNU Minta Turats Syaikhona Kholil Bangkalan Dihidupkan Kembali

Rais ‘Aam PBNU Minta Turats Syaikhona Kholil Bangkalan Dihidupkan Kembali

BintangPos, Surabaya –  Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar berharap turats atau peninggalan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dihidupkan kembali. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong kesadaran generasi saat ini yang memiliki amanat ilmiah.

Penegasan ini disampaikan KH Miftachul Akhyar dalam Seminar Nasional ‘Sejarah dan Turats Syaikhona Kholil Bangkalan’ yang disiarkan langsung laman Youtube TVNU, pada Senin (07/06/2021).

“Itu amanah tertinggi terutama di era kebingungan dan era ketidakmenentuan ini. Terutama sanad-sanad yang muttashil ulama-ulama nusantara karena ada kesamaan. Kesamaan di dalam transfer ilmu,” tutur Kiai Miftach dilansir NU Online.

Dirinya menjelaskan, jika umat Islam Indonesia mampu membedah turats para ulama, termasuk Syaikhona Kholil Bangkalan, maka akan mengetahui dan mudah mengungkap berbagai hal yang disenangi serta dasar-dasar keagamaan yang digunakannya.

“Tentu, peninggalan-peninggalan itu berupa tulisan-tulisan manuskrip yang menjadi amanah ilmiah yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita, terutama almarhum almaghfurlah al-waliyyul kabir Sayyidina Kholil Bangkalan,” tutur Kiai Miftach.

Berbagai manuskrip yang menjadi peninggalan para ulama terdahulu itu ditulis sebelum adanya percetakan. Namun saat ini, kata Kiai Miftach, berbagai percetakan dan teknologi digital sudah beredar luas sehingga mampu menyimpan berbagai ribuan kitab sebagai upaya menyebarkan ilmu. 

“Alhamdulillah sekarang percetakan ada di mana-mana. Ini sebuah hadiah besar bagi generasi saat ini, untuk bisa menggali dan mempelajari makhtutat (tulisan) para ulama. Sehingga bisa menjadi jembatan penghubung antara mutaakhirin dengan mutaqaddimin. Dan akhirnya kita bisa meniru kebaikan para mutaqaddimin,” tandas Kiai Miftach. Noh

 

Gus Awis : Lima Prinsip Cinta Tanah Air Syaikhona Kholil

Gus Awis : Lima Prinsip Cinta Tanah Air Syaikhona Kholil

BintangPos, Surabaya  – Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifudin Dimyathi menjelaskan lima prinsip cinta tanah air yang menjadi sikap Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Penjelasan ini disampaikan Gus Awis, sapaan KH Afifuddin Dimyathi saat menjadi narasumber seminar nasional bertajuk Sejarah Turots Syaikhona Kholil Bangkalan, Senin (07/06/2021).

Menurutnya, pertama, membela tanah air baik melalui ucapan ataupun perbuatan. Hal ini dibuktikan melalui tulisan Syaikhona Kholil Bangkalan dalam manuskrip Hubbul Wathon Minal Iman.

“Tulisan tersebut menandakan Syaikhona Kholil pernah menyampaikan kepada para muridnya dan menginginkan catatan tersebut dibaca oleh generasi milenial,” kata Gus Awis

Kedua, menghadapi atau melawan apapun yang menyebabkan disabilitas keamanan dan keselamatan negara. Gus Awis mengisahkan sikap yang ditunjukkan Syaikh Kholil ketika dimintai doa oleh pemimpin pemerintah Belanda.

Kala itu Syaikhona mendoakan agar pemimpin Belanda agar tidak diganti karena terkenal antipenjajahan dan menjadi keluasan bagi para ulama untuk berdakwah. Sehingga, lanjut Gus Awis, adab mengutamakan keselamatan negara adalah dengan cara melawan apapun yang membawa kemaslahatan.

Ketiga, mendidik santri dan anak-anak untuk menghargai nilai-nilai luhur tanah air. Menurut Pengasuh Asrama Hidayatul Qur’an itu tidak sulit mencari produk Syaikh Kholil sebab murid-muridnya merupakan cerminan perjuangan dirinya.  

Keempat, menjaga kerukunan para anggota atau penduduk dan menanamkan persaudaraan. Hal itu ditandai dengan terjalinnya hubungan antara Syaikh Hasyim Asy’ari dengan Syaikh Nawawi Bantani kemudian hubungan kiai As’ad dalam perintah memberikan tongkat kepada kiai Hasyim Asy’ari.

Dikatakan, dalam catatan buku Pesantren Darul Ulum Jombang diceritakan bahwa Kiai Romli diberi pesan oleh Syaikhona Kholil untuk menjadi santri dan mengabdi kepada Kiai Hasyim Asy’ari. Artinya, ada perintah secara langsung untuk mendekatkan anak bangsa dan berjuang bersama-sama.

Kelima, mewujudkan dan memberikan kesadaran kepada anak didik tentang tanggung jawab untuk mengelola sumber daya.

Gus Awis menceritakan kisah ketika Syaikh Kholil diantar pulang oleh santrinya, Kiai Shaleh Banyuwangi yang akan menuntut ilmu di Makkah, namun diberhentikan dan berpesan agar segera pulang karena negara dalam keadaan rusak. Lalu Kiai Saleh meminta izin selama satu tahun di Makkah dan pulang ikut berjung dan menjadi salah satu pemimpin di Sarekat Islam.

“Ini menunjukkan perhatian dan memberi kesadaran kepada para santri, murid, dan koleganya bahwa perjuangan itu di tanah air serta tanggung jawab seorang penduduk adalah memperbaiki negaranya,” papar Gus Awis. Noh

 

PBNU dan UNUSIA Dukung Penyematan Gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil

PBNU dan UNUSIA Dukung Penyematan Gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil

BintangPos, Bangkalan – Dukungan penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil terus berdatangan. Kali ini datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Hal itu terungkap setelah digelar seminar dan diskusi tentang jejak, sejarah, dan manuskrip tokoh karismatik yang akrab dipanggil Mbah Kholil kemarin (7/6/21).

Seminar yang diprakarsai Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil itu dihadiri Rais Am, Rais Syuriah, dan Katib PB NU. Termasuk akademisi dari Unusia. Semula, acara tersebut dijadwalkan digelar di Hotel Ningrat. Tapi karena terjadi peningkatan kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19), akhirnya penyelenggaraannya secara virtual.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil yang telah menggelar seminar dan diskusi tersebut. ”Acara ini cukup membantu upaya Pemkab Bangkalan yang telah mengusulkan penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menyampaikan, Syaikhona Kholil merupakan guru besar dan aset bangsa Indonesia pada masanya. Melalui dedikasi yang telah dilakukan, Mbah Kholil telah melahirkan tokoh serta ulama besar di bumi Nusantara yang turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

”Seperti KH Hasyim Asyari yang merupakan tokoh pendiri NU dan KH Wahab Hasbullah yang juga termasuk ulama besar serta tokoh perjuangan kemerdekaan,” imbuhnya.

Dengan adanya berbagai tokoh yang lahir dari dedikasi yang dilakukan Mbah Kholil, sambung Ra Latif, membuktikan bahwa Syaikhona Kholil memiliki peranan dan sejarah penting dalam syiar agama Islam di bumi Nusantara. Termasuk dalam perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Menurut Ra Latif, banyak jejak sejarah dan teladan yang dapat menjadi panduan serta panutan dari perjalanan hidup Mbah Kholil. Terutama dalam membangun sosial masyarakat. ”Seperti mencetak generasi muda yang memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul dan berakhlak,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Syaikhona Muhammad Kholil semasa hidup juga dikenal sebagai ulama produktif dan melahirkan banyak karya tulisan. Namun, dari sekian banyak kitab yang telah ditulis, hanya ada dua yang muncul ke permukaan dan bisa dinikmati khalayak. ”Dengan adanya seminar dan diskusi ini, kami berharap bisa mendalami berbagai sejarah dan sepak terjang Syaikhona dalam syiar agama Islam. Termasuk mengkaji berbagai karyanya,” sambungnya.

Ra latif menyampaikan, Pemkab Bangkalan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Syaikhona Kholil mendapatkan gelar pahlawan nasional. Karena itu, dia berharap dukungan semua pihak agar guru bangsa itu segera mendapat apresiasi dari pemerintah. ”Hal ini juga bertujuan agar generasi muda tidak lupa akan sejarah dan lebih mengenal sosok Syaikhona Kholil lebih dalam,” tandasnya. Dbs-Rama