Ra Latif Bagikan Sembako kepada PKL Yang Terdampak PPKM

Ra Latif Bagikan Sembako kepada PKL Yang Terdampak PPKM

BintangPos, Bangkalan –  Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mata pencahariannya terdampak. Oleh karena itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron membagikan bantuan sembako kepada Paguyuban PKL Rampa Naung Area Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Jumat (23/07/2021) malam. 

Dengan berjalan kaki, Bupati Bangkalan didampingi Kepala Dinas Sosial Bangkalan, Wibagio Suharta membagikan secara langsung sembako tersebut.

“Saat masa PPKM ini, pekerjaan para PKL sangat terdampak. Apalagi di SGB adalah salah satu sentra makanan di Bangkalan,” kata Ra Latif.

Akibatnya, pemasukan PKL dan pengusaha makanan menurun. Mengingat dalam aturan PPKM, para pedagang makanan hanya melayani take away dan delivery, jam operasional juga dibatasi maksimal pukul 20.00. 

“Pendapatan mereka pasti turun drastis dibandingkan sebelum PPKM,” ungkapnya.

 

Ra Latif berharap, bantuan tersebut dapat membantu PKL serta mengurangi beban ekonomi mereka. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen akan terus menyisir masyarakat yang terdampak PPKM.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup mereka. Kami juga akan terus memantau masyarakat yang terdampak PPKM,” pungkasnya. Non

 

Bangkalan Siapkan Vaksinasi Booster untuk 3.642 Nakes

Bangkalan Siapkan Vaksinasi Booster untuk 3.642 Nakes

BintangPos, Bangkalan – Seluruh tenaga kesehatan (nekes) di Kabupaten Bangkalan sudah menjalani vaksinasi booster. Vaksin ini merupakan vaksin tahap ketiga. ”Rencananya untuk nakes akan ada vaksin Moderna,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo kemarin (13/6).

Pria yang akrab disapa Yoyok itu mengatakan, jumlah nakes di Kabupaten Bangkalan mencapai 3.642 orang. Menurut Yoyok, sebenarnya seluruh nakes di Kota salak sudah menjalani vaksinasi. Baik tahap satu maupun tahap dua. Namun, pemerintah pusat berencana menambah vaksin untuk nakes sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19.

Pihaknya menyambut baik rencana pemerintah menambah vaksin untuk nakes. Sebab, nakes memiliki risiko besar terpapar Covid-19 meski sudah dua kali divaksinasi. ”Moderna itu untuk penguatan nakes,” sambung pria yang pernah menjabat sebagai kepala Puskesmas Blega itu.

Vaksin moderna merupakan vaksin buatan Amerika Serikat. Sayangnya, Yoyok belum bisa memastikan kapan pelaksanaan vaksin tambahan bagi ribuan nakes tersebut. Menurut dia, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. ”Kami menunggu seperti seperti apa juknis dan juklaknya (petunjuk pelaksanaan, Red),” kata Yoyok.

Di tempat terpisah, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bangkalan M. Hasinuddin mengaku sudah mendengar rencana vaksinasi booster kepada para nakes. Namun, sampai saat ini, belum ada petunjuk resmi dari pemerintah tentang rencana tersebut. Dirinya berharap rencana itu segera direalisasikan.

Menurut Hasinuddin, penguatan melalui vaksin kepada para nakes masih sangat penting. Pasalnya, meski semua nakes sudah menjalani dua kali vaksinasi, masih banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, lanjut dia, delapan nakes di Bangkalan meninggal karena terkonfirmasi positif Covid-19.

”Kami mendukung vaksinasi ketiga untuk mengurangi risiko penularan kepada para nakes,” tegas Hasinuddin. ram

 

Ra Latif Pantau Vaksinasi Rato Ebuh

Ra Latif Pantau Vaksinasi Rato Ebuh

BintangPos, Bangkalan  – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron terpantau mengunjungi Gedung Serbaguna Rato Ebuh Selasa (13/7). Tujuannya, melihat animo masyarakat yang mengikuti program vaksinasi.

Bupati Bangkalan R. Abdul latif Amin Imron mengatakan, sebuan vaksinasi terlaksana berkat kerja sama antara Pemkab Bangkalan, polres, dan kodim. Serbuan vaksinasi itu dilakukan di empat lokasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Yaitu, di klinik pratama, pos kesdim, Gedung Rato Ebuh, dan 22 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Serbuan vaksinasi di empat lokasi itu dibuka setiap hari. Dengan begitu, warga bisa mengikuti vaksinasi kapan pun jika ada waktu luang.

”Polri, TNI, dan Pemkab Bangkalan bersama-sama melakukan serbuan vaksin agar masyarakat tidak kebingungan untuk mendapatkan vaksin,” ujar bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Serbuan vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Buktinya, pemantauan di Gedung Roto Ebuh memperlihatkan animo masyarakat untuk menjalani vaksinasi sangat banyak.

”Kami juga menemukan anak yang duduk di bangkus SMP juga menjalani vaksinasi,” ungkap mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Serbuan vaksinasi di empat lokasi berbeda tersebut akan dilangsungkan hingga sebulan ke depan. Ra Latif berharap masyarakat semakin sadar tentang pentingnya vaksinasi. ”Vaksinasi ini untuk menjaga kita dan kelurga agar terbebas dari korona,” imbuhnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menambahkan, kedatangan bupati di Gedung Rato Ebuh bertujuan meninjau kelancaran vaksinasi. Juga menyapa para tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat yang melaksanakan vaksinasi.

”Bupati memberikan support langsung kepada nakes agar semakin semangat melaksanakan tugas. Juga berharap masyarakat yang divaksin bisa mengajak tetangganya yang belum divaksin,” paparnya. Ram

 

Ra Latif Bupati Bangkalan Sosialisasikan Aturan Aktivitas Ibadah saat PPKM Darurat

Ra Latif Bupati Bangkalan Sosialisasikan Aturan Aktivitas Ibadah saat PPKM Darurat

BintangPos, Bangkalan – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merevisi aturan untuk tempat ibadah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sebelumnya, tempat ibadah ditutup selama PPKM Darurat. Namun, setelah direvisi hal itu tidak lagi berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan bahwa pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban 1442 H bisa dilakukan namun tetap dalam batasan yang seminimal mungkin.

“Kami tetap menganjurkan pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing. Tetapi ibadah di masjid diperbolehkan asalkan sangat terbatas dan atas saran serta masukan para takmir masjid,” kata Ra Latif, Senin (12/07/2021) saat sosialisasi aktivitas peribadatan selama PPKM Darurat.

Ra Latif menambahkan, jika aturan tersebut merupakan ketentuan dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu perlu untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami berharap para takmir masjid dan organisasi masyarakat keagamaan yang hadir pada sosialisasi ini dapat menyampaikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Di samping itu, terkait pemotongan hewan kurban, Ra Latif mengingatkan agar meminimalisir kontak dengan banyak masyarakat.

“Takmir masjid bisa menyerahkan pemotongan hewan kepada rumah potong hewan atau boleh dilakukan tanpa disaksikan oleh masyarakat. Dan daging kurbannya bisa langsung diantar ke rumah masyarakat,” pungkasnya. Noh

 

Bupati Bangkalan Ra Latif Sosialisasikan Aturan PPKM Darurat ke Takmir Masjid

Bupati Bangkalan Ra Latif Sosialisasikan Aturan PPKM Darurat ke Takmir Masjid

BintangPos, Bangkalan –  Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyosialisasikan aktivitas peribadatan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kepada puluhan takmir masjid di Pendapa Agung. Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya salah persepsi di masyarakat.

Bupati yang biasa disapa Ra Latif itu mengatakan, pemerintah meniadakan kegiatan di tempat peribadatan selama penerapan PPKM darurat. Itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

”Sesuai dengan Inmendagri, ada peniadaan salat berjamaah. Sebab, sekarang ibadah dilakukan di tempat (rumah) masing-masing,” ucapnya.

Sangat penting dilakukan sosialisasi kepada semua takmir masjid agar tidak salah persepsi tentang pemberlakuan Imendagri. Diharapkan, para tokoh yang mengikuti sosialisasi itu dapat menindaklanjuti kepada masyarakat. Dengan demikian, tidak ada anggapan pemerintah melarang masyarakat beribadah.

”Kami hanya menyampaikan aturan PPKM darurat yang ada Imendagri yang diberlakukan oleh pemerintah pusat ke pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Kami meminta kerjasama yang baik, sebisa mungkin diberikan pemahaman kepada maysarakat,” imbaunya.

Selain pemberlakukan peniadaan kegiatan di peribadatan, pemerintah pusat juga mengatur masalah penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Pelaksanaannya harus dilakukan sesuai protokol kesehatan (prokes).

”Pendistribusian (hewan kurban) dikirim ke rumah masing-masing yang sudah memiliki kupon,” jelas mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menjelaskan, salah satu poin pengetatan dalam penerapan PPKM darurat adalah peniadaan ibadah di masjid dan musala secara berjamaah. Tujuannya, menghindari terjadinya penularan Covid-19.

”Agar tidak terjadi mispersepsi dari para takmir masjid, bupati memandang perlu menyampaikan langsung aturan tersebut kepada para takmir masjid,” imbuhnya.

Dari dialog yang dipimpin langsung oleh bupati, para tokoh agama diharapkan dapat menerapkan dan memahami kondisi yang saat ini terjadi. ”Harapannya, dialog interaktif tersebut juga disampaikan kepada seluruh jamaah di tiap tempat peribadatan,” pungkasnya. Ram

 

Ra Latif Terima Bantuan untuk Warga Bangkalan Terdampak PPKM Darurat

Ra Latif Terima Bantuan untuk Warga Bangkalan Terdampak PPKM Darurat

BintangPos, Bangkalan– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menerima bantuan untuk penanganan Covid-19. Bantuan tersebut kali ini datang dari PT Pegadaian Syariah. Bantuan yang diserahkan kepada Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron pada Senin (12/07/2021) itu berupa 400 paket sembako yang berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak, dan 1 kilogram gula.

 

Ra Latif dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas perhatian PT Pegadaian Syariah kepada masyarakat Bangkalan.

 

“Kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat. Nanti akan kami salurkan kepada masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan masyarakat yang isolasi mandiri,” kata Ra Latif saat menerima kunjungan PT Pegadaian Syariah di Pendopo Agung, Bangkalan.

 

Di samping itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Syariah area Pamekasan, Muhammad Efendi mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk membantu masyarakat berupa produk dan layanan serta berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat.

 

“Bantuan tersebut kami berikan sebagai bentuk nyata meringankan beban masyarakat Bangkalan saat pandemi Covid-19,” ungkapnya.Noh

 

Putus Covid-19, Ra Latif Bupati Bangkalan Minta Pelaku Usaha Taati Aturan PPKM Darurat

Putus Covid-19, Ra Latif Bupati Bangkalan Minta Pelaku Usaha Taati Aturan PPKM Darurat

BintangPos, Bangkalan – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang menjadi upaya pemutusan mata rantai Covid-19 terus intens dilakukan. Salah satu pengetatannya adalah denngan mengimbau perusahaan dan industri untuk taat pada aturan terkait Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH).

 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron saat memimpin rapat koordinasi penerapan PPKM Darurat bersama pelaku usaha di Mapolres Bangkalan, Sabtu (10/07/2021).

“Saat ini Pemerintah Pusat sedang merumuskan aturan terbaru terkait pelaku usaha sektor esensial dan kritikal. Hal itu guna dipahami oleh pemilik usaha di Bangkalan,” ungkap Ra Latif.

 

Menurut Ra Latif, untuk sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19 diberlakukan 50 persen WFO dan 50 persen WFH.

 

“Sedangkan sektor kritikal seperti logistik, kesehatan, penanganan bencana, konstruksi, dan lain sebagainya diperbolehkan 100 persen WFO,” katanya.

 

Oleh karena itu, Ra Latif meminta semua pihak untuk berkontribusi dalam menyukseskan PPKM Darurat, salah satunya dengan taat terkait aturan pelaku usaha.

 

“Kami semua berharap, PPKM Darurat tidak diperpanjang. Maka dari itu, kita harus bersama-sama taat kepada aturan yang berlaku agar kasus Covid-19 turun,” pungkasnya. Noh

Tinjau Posko PPKM Mikro, Ra Latif Bupati Bangkalan Salurkan Paket Sembako

Tinjau Posko PPKM Mikro, Ra Latif Bupati Bangkalan Salurkan Paket Sembako

BintangPos, Bangkalan– Dalam mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di kecamatan dan desa. Jumat (09/07/2021) Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron melakukan kunjungan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Posko PPKM Mikro Kecamatan Geger. Kegiatan tersebut dirangkai dengan pembagian paket sembako dan masker untuk warga setempat.

Akses yang dilalui Ra Latif dan rombongan untuk sampai ke lokasi tersebut tidak mudah. Jalan setapak pun dilalui demi menggelar bakti sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Ra Latif berharap kegiatan semacam ini bisa memotivasi berbagai pihak untuk saling tolong menolong.

 “Semoga kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh semua elemen. Karena agama menganjurkan kita untuk saling tolong menolong untuk sesama,” kata Ra Latif.

Menurut Ra Latif, penyaluran sembako ini merupakan kegiatan rutin Pemkab Bangkalan selama pandemi Covid-19.

“Dalam kegiatan kali ini kami menyalurkan sebanyak 100 paket sembako,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengungkapkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap pandemi Covid-19 mulai meningkat. Hal tersebut terbukti dari perkembangan kasus yang menurun.

“Perkembangan kasus Covid-19 di Kecamatan Geger sudah mulai terkendali,” ungkapnya. Noh

 

Ra Latif  Blusukan ke Desa sekaligus pantau Posko PPKM Mikro

Ra Latif  Blusukan ke Desa sekaligus pantau Posko PPKM Mikro

BintangPos, Bangkalan –   Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bersama jajaran Forkopimda berkunjung ke Posko PPKM Mikro di Kecamatan Geger, Jumat (9/7/2021). Di sela-sela kunjungannya Bupati Ra Latif menyempatkan diri untuk blusukan sambil membagi-bagikan sembako dan masker kepada warga sekitar.

Tak segan-segan demi untuk bisa menyapa warga, Bupati beserta rombongan rela melewati jalan setapak. Menurut Bupati, kegiatan bhakti sosial seperti ini sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat terutama di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat. Agama mengajarkan kita untuk saling tolong menolong terhadap sesama. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita semua mendapatkan berkah dari Allah,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, kunjungan ke Kecamatan Geger tersebut dalam rangka menyapa langsung masyarakat sekitar sekaligus memberikan bantuan paket sembako. Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 di Kecamatan Geger sudah mulai terkendali.

“Alhamdulillah masyarakat mulai meningkat untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Penyaluran paket sembako merupakan agenda Pemkab Bangkalan selama masa pandemi Covid-19. Dalam kegiatan kali ini, sebanyak 100 paket sembako disalurkan melalui posko PPKM Mikro di Desa Kombangan dan Desa Geger. Peb

 

Ra Latif Minta Masyarakat Tingkatkan Kedisiplinan saat Tinjau Operasi Yustisi,

Ra Latif Minta Masyarakat Tingkatkan Kedisiplinan saat Tinjau Operasi Yustisi,

BintangPos, Bangkalan – Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memantau pelaksanaan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bangkalan. Kamis (08/07/2021) Ra Latif turun untuk melaksanakan operasi yustisi di Alun-alun Bangkalan untuk menindak pelanggar protokol kesehatan.

 

“Operasi yang melibatkan petugas gabungan hari ini menjaring 20 pelanggar protokol kesehatan,” kata Ra Latif.

 Menurutnya, operasi yustisi ini akan terus dilakukan demi menjaga kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Operasi yustisi yang kita lakukan selama ini demi meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Ini juga menunjukkan keinginan kuat agar kita semua terbebas dari belenggu Covid-19,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ra Latif juga berpesan kepada masyarakat agar tidak lengah dalam penerapan protokol kesehatan. Karena bagi siapa pun yang melanggar akan ditindak tegas.

“Siapa pun yang melanggar akan mendapatkan sanksi sosial hingga denda apabila pelanggarannya berat,” terangnya.

 Dirinya berharap, dengan adanya operasi yustisi ini tingkat kesadaran masyarakat bisa meningkat.

“Semoga usaha kita dalam menyadarkan masyarakat berbuah baik,” pungkasnya. Noh