Bupati Abdul Latif dan Pramuka lakukan Gerakan Penghijauan untuk menjaga Lingkungan Sekitar

Bupati Abdul Latif dan Pramuka lakukan Gerakan Penghijauan untuk menjaga Lingkungan Sekitar

Bintangpos,Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron dan Wakil Bupati Drs Mohni MM melakukan penghijauan di Bantaran Sungai Bancaran dan penanaman bibit pohon bersama Pramuka Kwartir Bangkalan pada acara Penghijauan Pramuka Jawa Timur Menanam.

Dalam kesempatan ini Bupati Abdul Latif menekankan akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Bupati menilai Pendidikan lingkungan hidup sangat penting ditanamkan sejak dini.

“Untuk itu, lewat gerakan penghijauan ini diharapakan semua elemen masyarakat dapat ikut berperan aktif dan memegang teguh komitmen untuk terus menjaga lingkungan,” ujar Ra Latif.

Bupati menjelaskan, saat ini area hijau di Kabupaten Bangkalan masih mencapai 50 persen. Masih membutuhkan 25 persen agar target mewujudkan ruang terbuka hijau terpenuhi yakni 75 persen. Maka dari itu, sebagai upaya penyelamatan serta mendukung pemenuhan ruang terbuka hijau, Bupati mengajak masyarakat untuk mempopulerkan gerakan menanam minimal lima batang pohon di lingkungan sekitar.

“Gerakan ini sebagai upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup kedepannya,” kata Ra Latif .

Dalam kesempatan itu juga Bupati menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat utamanya kepada Gerakan Pramuka Kwartir Bangkalan yang telah punya inisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan penghijauan ini. pemk

Kirim sapi ke Tebuireng Jombang, Prabowo dan Anis pilih sapi Gemuk

Kirim sapi ke Tebuireng Jombang, Prabowo dan Anis pilih sapi Gemuk

Bintangpos.com,Jombang – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan sapi kurban ke pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Minggu (10/7/2022). Sapi kurban yang dikirim dua pejabat tersebut berwarna merah. Sama-sama gemuk dan montok.

Hanya saja, datangnya hewan kurban itu di pesantren Tebuireng dalam waktu berbeda. Sapi milik Prabowo datang pada Minggu siang dengan diantar truk. Sedangkan sapi kurban Anies Baswedan tiba di Pesantren Tebuireng pada Minggu malam.

“Baik sapi Pak Prabowo maupun Pak Anies, gemuk dan montok. Namun kami tidak mengetahui secara pasti bobot hewan tersebut. Karena memang tidak kita timbang saat datang. Kami mewakili pesantren mengucapkan terima kasih,” ujar salah satu pengurus Pesantren Tebuireng Teuku Azwani.

Datangnya dua sapi tersebut menambah daftar panjang hewan kurban yang disembelih di pesantren Tebuireng. Karena sebelumnya juga ada sumbangan sapi kurban dari Plt Gubernur Jatim Emil Listiyanto Dardak dan dari PTPN X. Masing-masing mengirim satu ekor.

Azwani mengungkapkan, pada hari pertama Iduladha, Tebuireng menyembelih 12 ekor sapi. Lokasi penyembelihan di samping gedung KH Yusuf Hasyim. Usai salat Iduladha, panitia langsung berkumpul di tempat itu. Hewan kurban juga sudah berderet di lokasi. Sembari mengumandangkan takbir, hewan berkaki empat itu disembelih satu persatu.

Daging hasil penyembelihan kemudian dibagikan ke warga sekitar. Caranya, warga yang sebelumnya sudah menerima kupon datang ke panitia penyembelihan hewan kurban. Kupon itu ditukar dengan sakantung daging. Warga melakukan antre dengan tertib.

Kegembiraan Iduladha juga dirasakan oleh santri Tebuireng. Karena mereka bisa menggelar tradisi bakar sate berjamaah. Setiap asrama pesantren mendapatkan jatah daging kurban. Nah, daging itu kemudian disate secara bersama-sama di halaman pesantren. [bjm]

Lokasi pemotongan hewan di Jatim tersebar sebanyak 17 ribu

Lokasi pemotongan hewan di Jatim tersebar sebanyak 17 ribu

Bintangpos.com,Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima laporan sekitar 17 ribu titik sebagai lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh kabupaten/kota di provinsi itu.

“Laporan tersebut yang sudah didaftarkan ke Dinas Peternakan yang bukan rumah potong hewan (RPH),” ujar Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai mengikuti Shalat Idul Adha 1443 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Ahad.

Bahkan diperkirakan pendaftar akan terus bertambah karena pemotongan hewan kurban diperbolehkan secara Islam selama Hari Tasyrik atau hingga tiga hari setelah Idul Adha.

“Informasinya, hari ini bertambah lagi 2.000 titik dan sudah terpantau. Pesan kami, patuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh petugas berwenang,” ucap Wakil Gubernur Jatim tersebut.

Ia juga memastikan bahwa paramedik atau veteriner mengawasi lebih dari satu titik dan telah bekerja keras untuk memastikan hewan kurban dipotong dalam keadaan sehat atau tidak terjangkit PMK.

Petugas, lanjut Emil Dardak, rutin melakukan pemeriksaan pra atau antemortem sebelum dilakukan pemotongan hewan kurban di berbagai titik.

Karena itulah, orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut meminta masyarakat tidak ragu untuk berkurban pada momentum Idul Adha tahun ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras veteriner maupun paramedik, serta petugas terkait lainnya. Pemeriksaan terus dilakukan dan sudah kami cek di beberapa titik yang menjadi sampel,” kata suami Arumi Bacshin tersebut.

“Masyarakat mohon dipatuhi peraturan yang berlaku. Pastikan tempat-tempat yang memotong hewan ini sudah dilakukan pendataan serta pemeriksaan untuk kesehatan hewan, baik antemortem (sebelum dipotong) dan postmortem (setelah dipotong),” tutur dia menambahkan.

Di sisi lain, Plt Gubernur telah meninjau beberapa lokasi yang menjadi titik berkumpulnya hewan kurban sebelum didistribusikan, salah satunya di Islamic Center Surabaya.

Di lokasi tersebut, seluruh hewan kurban yang masuk dan keluar harus melalui prosedur ketat sebagai upaya pencegahan PMK, seperti pemeriksaan kesehatan hewan hingga penyemprotan disinfektan.

Selain itu, mantan Bupati Trenggalek tersebut juga meninjau lokasi RPH Pegirian Surabaya untuk memastikan prosedur pemotongan hewan kurban berjalan lancar. [ant]

Pemerintah batasi ternak di Jawa, Sumatera, dan Lombok karena Zona Merah

Pemerintah batasi ternak di Jawa, Sumatera, dan Lombok karena Zona Merah

Bintangpos.com – Tren penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak masih tinggi. Karena itu, lalu lintas angkutan ternak terus dibatasi.

Hewan dari pulau yang masuk kategori merah dilarang masuk ke pulau lainnya.

Kepala Pusat Karantina Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Wisnu Wasisa Putra mengatakan, pemerintah menetapkan zonasi pulau warna merah dan hijau terkait kasus PMK. Zona hijau adalah pulau yang belum ada kasus PMK-nya. Sedangkan zona merah adalah pulau yang 70 persen provinsi di dalamnya terkonfirmasi kasus PMK.

”Saat ini kita tahu ada pulau yang lebih dari 70 persen provinsinya PMK, yaitu Pulau Jawa, Sumatera, dan Lombok,” kata Wisnu kemarin (6/7). Dia menjelaskan, hewan ternak dari pulau hijau bisa dilalulintaskan ke pulau zona hijau dan zona merah. Sedangkan hewan ternak dari zona merah tidak boleh dikirim ke pulau zona hijau dan zona merah.

Pada tingkat lebih kecil lagi ada provinsi merah, yaitu provinsi yang 50 persen kabupaten/kota di dalamnya terkonfirmasi kasus PMK. Kemudian provinsi hijau yang sama sekali belum ada kasus PMK. Wisnu menjelaskan, pengawasan lalu lintas pergerakan hewan ternak di lapangan diawasi secara berjenjang. Mulai oleh Satgas Penanganan PMK level provinsi sampai di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan. Selain itu, dilakukan pengawasan oleh petugas karantina. Di setiap titik masuk di bandara dan pelabuhan dilakukan disinfeksi terhadap ternak dan alat angkutnya.

”Lalu lintas hewan diawali karantina 14 hari di titik pintu keluar,” katanya. Setelah mengantongi dokumen-dokumen persyaratan kesehatan, hewan yang sudah dikarantina selama 14 hari itu bisa dikirim ke daerah tujuan.

Ahli virologi dari Universitas Udayana I Gusti Ngurah Mahardika mengungkapkan, dalam kondisi persebaran yang cukup parah saat ini, langkah ideal adalah melakukan pembatasan berupa standstill order. ”Jadi, ternak diam di kandang. Tidak boleh melakukan perjalanan keluar. Pembatasan tidak hanya dari satu provinsi ke provinsi lainnya. Aturan karantina hewan seperti itu,” paparnya kepada Jawa Pos kemarin.

Sebelumnya, Satgas Penanganan PMK Nasional menetapkan bahwa hewan ternak rawan PMK masih bisa melakukan perjalanan jarak jauh, bahkan antarwilayah, dengan persyaratan ketat. Yakni karantina 14 hari dengan pengawasan otoritas veteriner setempat.

Selain standstill order, yang dibutuhkan adalah testing dan tracing yang memadai. Mahardika mengungkapkan bahwa tracing dan testing pada hewan memiliki prinsip yang agak berbeda dengan tracing pada virus yang menyebar di antara manusia. ”Kalau kita testing hewan, misalnya dalam satu flock (kawanan, Red), cukup dites salah satu. Kalau dinyatakan positif, satu flock tersebut harus dikarantina. Beda dengan Covid-19 yang setiap orang mesti dites satu per satu,” jelasnya.

Persebaran PMK ini, terang Mahardika, juga didukung kontak dengan manusia. Sehingga karantina tidak cukup hanya pada hewan. Virus PMK diketahui juga bisa menular kepada manusia meskipun rata-rata tanpa gejala. Sehingga tanpa standstill order, kata Mahardika, bahkan manusia pun bisa menularkan virus kepada hewan-hewan lain yang dia kunjungi.

Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menambahkan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Satgas Penanganan PMK serta rombongan DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (5/7). Dalam pertemuan itu, beberapa masukan disampaikan. Termasuk perlunya bansos dan relaksasi kredit bagi peternak yang terdampak PMK.

Susiwijono menjelaskan, satgas sudah menerbitkan beberapa surat edaran (SE) dan inmendagri serta mendorong percepatan vaksinasi. ”Untuk dampak ekonomi, khususnya guna meringankan beban kredit para peternak yang melalui KUR (kredit usaha rakyat), saat ini sedang dibahas bagaimana program yang paling tepat untuk melakukan semacam relaksasi melalui restrukturisasi KUR untuk para peternak terdampak,” jelasnya kemarin.

Susiwijono sangat mengapresiasi berbagai informasi lapangan, masukan, dan usulan dari DPRD Jatim. Menurut dia, hal itu penting untuk perumusan kebijakan selanjutnya. ”Saat ini satgas sedang mengejar penyelesaian berbagai regulasi, mekanisme, pembiayaan, dan penanganan dampak ekonomi PMK,” ungkapnya.

Hingga 4 Juli 2022, wilayah Indonesia yang terdampak PMK tercatat mencapai 21 provinsi 231 kabupaten/kota dengan kondisi 317.889 ekor ternak sakit, 106.925 ekor sembuh, 3.489 ekor potong bersyarat, dan 2.016 ekor mati. Terkait vaksinasi, terdapat 285.307 ekor ternak yang sudah divaksin di 19 provinsi 212 kabupaten/kota dengan perincian 281.031 ekor sapi, 2.289 ekor kerbau, 1.843 ekor kambing, 142 ekor domba, dan 2 ekor babi.

Di Jatim sendiri, tercatat seluruh kabupaten/kota (38) sudah terdampak PMK. Terdiri atas 547 kecamatan yang terdampak. Adapun jumlah kasus yang sakit sebanyak 125.633 ekor, sembuh 24.568 ekor, potong bersyarat 930 ekor, dan mati 752 ekor. Vaksinasi yang digencarkan telah dilakukan pada 134.855 ekor ternak, di antaranya terhadap 134.721 ekor sapi, 1 ekor kerbau, dan 133 ekor kambing.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan PMK Prof Wiku Adisasmito menyampaikan, penanganan PMK memang paling efektif melalui vaksinasi. Namun, peternak juga bisa melakukan cara terbaik untuk mengatasi persebaran kasus PMK. ”Yakni dengan sistem sanitasi yang baik dan peningkatan kondisi kesehatan ternak,” tuturnya.

Wiku menjelaskan, untuk menyiapkan panduan dasar penanganan PMK, satgas telah mengeluarkan tiga SE. Yakni SE Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Daerah, SE 2/2022 tentang Protokol Kesehatan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku, serta SE 3/2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku Berbasis Kewilayahan. Sekretaris Satgas Penanganan PMK Elen Setiadi juga menyampaikan bahwa instansinya telah menerbitkan Inmendagri Nomor 32 Tahun 2022 tentang Penanganan PMK di daerah. Inmendagri itu memberikan instruksi kepada para gubernur/bupati/wali kota yang daerahnya terpapar PMK untuk menentukan zonasi pengendalian lalu lintas hewan; membentuk satgas PMK di daerah; menentukan status situasi dan sebaran PMK; serta mengendalikan dan menanggulangi PMK bersama TNI/Polri, kejaksaan, BPKP, dan semua pihak terkait. [jp]

Gempa 5,0 magnitudo guncang Keerom di Papua

Gempa 5,0 magnitudo guncang Keerom di Papua

Bintangpos.com, Jakarta – Gempa berkekuatan 5,0 magnitudo kembali mengguncang Keerom, Papua, pada Minggu 29 Agustus 2021 dini hari WIB.

Laman resmi BMKG menyatakan gempa terjadi pada pukul 04.00 WIB berpusat 62 km barat daya Keerom dengan titik koordinat 3,43 lintang selatan dan 140,21 bujur timur.

BMKG memastikan gempa yang terjadi di kedalaman 10 km itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa tersebut menjadi susulan dari gempa berkekuatan 5,7 magnitudo yang sebelumnya terjadi pada Sabtu malam pukul 19.27 WIB.

Sebelumnya BMKG melaporkan selama satu jam selepas guncangan pertama, tercatat enam kali gempa susulan dengan rentang kekuatan terbesar 3,8 magnitudo.

Gempa tersebut ditengarai terjadi akibat aktivitas Subduksi New Guinea. (ant)

Timor Tengah Utara Diguncang Gempa M 5,4

Timor Tengah Utara Diguncang Gempa M 5,4

Jakarta – Gempa terjadi di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,4.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Jumat (20/8/2021) pada pukul 23.45 WIB. Gempa berada di titik koordinat 9,09 lintang selatan, dan 124,20 bujur timur.

“Pusat gempa berada di laut, 59 km barat laut Timor Tengah Utara,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Gempa tersebut terjadi di laut dengan titik gempa di kedalaman 28 km. Gempa dirasakan di wilayah Timor Tengah Utara, dan Alor.

Di Timor Tengah Utara, gempa dirasakan dengan kekuatan III MMI hingga IV MMI. Sementara di Alor, gempa dirasakan dengan kekuatan II MMI hingga III MMI.

Pada II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Kemudian, III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara pada IV MMI, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Belum diketahui informasi mengenai ada kerusakan akibat gempa tersebut. Termasuk soal ada tidaknya korban jiwa pada kejadian itu. (dtk)

Terbakarnya Gunungan Sampah di TPS Lamongan

Terbakarnya Gunungan Sampah di TPS Lamongan

Lamongan– Kebakaran terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di dekat lingkungan pasar burung Sawunggaling Kelurahan/Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Rabu malam (18/8/2021). Dugaan sementara, kebakaran tersebut karena faktor kesengajaan, yakni seorang ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa) telah membakarnnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Lamongan, Amri mengatakan, kebakaran yang terjadi di TPS ini sangat membahayakan, karena tempat TPS yang jaraknya juga sangat dekat dengan beberapa kios di pasar burung dan pemukiman warga di lingkungan Sawunggaling Babat Lamongan.

“Kita mendapat informasi kejadian kebakaran sekitar pukul 18.30 tadi, dan langsung menurunkan personil bersama 2 (dua) unit armada ke lokasi kejadian,” ujar Amri saat dikonfirmasi wartawan.

Meskipun tidak mengenai kawasan permukiman warga, Amri mengatakan, namun asap tebal dari kebakaran tersebut berdampak pada kawasan sekitar. “Kita masih mencari pemicu pasti kebakaran ini dari mana. Apakah memang sengaja dibakar atau tersulut rokok. Dugaan sementara, TPS ini dibakar oleh ODGJ” sambungnya.

Lebih lanjut, Amri juga menuturkan bahwa saat ini api sudah bisa dipadamkan. Namun demikian, untuk mengantisipasi penyalaan kembali terjadi, imbuh Amri, petugas terus melakukan penguraian tumpukan sampah.

“Petugas tiba di lokasi pad pukul 18.50 WIB. Lalu berhasil memadamkan kobaran api pada sekitar pukul 20.00 WIB. Meski begitu, hingga saat ini petugas masih melakukan penguraian gunungan sampah di TPS tersebut,” tandasnya.

Terakhir, Amri menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kebakaran. “Akhir-akhir ini sering terjadi kebakaran, di musim kemarau ini sangat rawan, maka kami meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada,” pungkasnya.

(brj)

Rois Aam PBNU Kyai Miftah Dirawat di RSI Jemursari Surabaya

Rois Aam PBNU Kyai Miftah Dirawat di RSI Jemursari Surabaya

Surabaya – “KH Miftakhul Akhyar, Rois Aam PBNU kecelakaan di jl tol, sekarang dirawat di RSUD Salatiga. Beliau dalam kondisi sehat, luka2 sedikit, dan rekomendasi dari tim dokter RSUD Salatiga, diperkenankan melanjutkan perjalanan ke Surabaya,” begitulah  bunyi pesan berantai yang beredar di group WA jurnalis di Surabaya, Kamis (12/8/2021).

Kemudian, pesan kedua berbunyi “Alhamdulillah, Kiai Miftachul Akhyar sudah keluar dari RSUD Salatiga dan menuju Surabaya untuk selanjutnya dirawat di RSI Surabaya”.

Direktur RS Islam Jemursari Surabaya, dr Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG(K), M.Kes yang dikonfirmasi beritajatim.com membenarkan bahwa Rois Aam PBNU akan dirawat di RS yang dipimpin dirinya.

“Insya Allah beliau akan dikirim ke RSI Jemursari dan masih kami tunggu kedatangan beliau,” kata dr Bangun kepada beritajatim.com.

Nantinya, kata dr Bangun, Rois Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar akan dirawat di Ruang Zahira. “Insya Allah kami siapkan di Ruang Zahira,” tuturnya. (brj)