Akses keterbukaan informasi publik siap dibuka KPU Jatim

Akses keterbukaan informasi publik siap dibuka KPU Jatim

Bintangpos, Surabaya – Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur menyatakan siap membuka akses keterbukaan informasi publik terkait penyelenggaraan tahapan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024.

Ketua KPU Jatim Choirul Anam menegaskan lembaga penyelenggara pemilu wajib memberikan akses keterbukaan informasi kepada publik. 

“Ada tiga nafas utama di KPU, yakni integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas. Akuntabilitas dapat diwujudkan salah satunya dengan transparansi,” katanya melalui keterangan pers yang diterima di Surabaya, Jumat. 

Menurutnya, menjaga akuntabilitas menjadi sarana membangun Pemilu yang legitimate melalui upaya membangun kepercayaan kepada publik. 

“Partisipasi publik tidak bisa dibangun secara instan, harus menggunakan kerja terukur,” ujarnya.

Untuk itu, Anam mengimbau kepada KPU Kabupaten/Kota di wilayah Jatim untuk membuka seluas-luasnya informasi, termasuk soal serapan anggaran.

Imbauan tersebut salah satunya disampaikan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di lingkungan KPU Kabupaten/ Kota se- Jatim yang berlangsung selama dua hari, 22 – 23 September 2022, di Gresik. 

Anam menjelaskan kegiatan bimtek ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan peningkatan pengelolaan, serta penyamaan persepsi terkait keterbukaan informasi publik di lingkungan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Jatim. 

“Pada sesi berikutnya dijadwalkan akan disampaikan materi terkait evaluasi penyusunan daftar informasi publik serta klasifikasi informasi publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur,” katanya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah hadir di hari pertama penyelenggaraan bimtek, kemarin. 

Dia berharap forum ini menjadi awal yang baik bagi KPU dalam menyelenggarakan tahapan Pemilu 2024.

“Mudah-mudahan dengan diselenggarakan bimtek ini, penyelenggaraan KPU dalam keterbukaan informasi publik semakin membuka wawasan kepada masyarakat bahwa tidak ada lagi hal-hal yang disembunyikan. Saya berharap KPU Jatim selalu menjadi yang terbaik,” ucap Aminatun. ant

Pemkab Magetan ajak warga makan ikan sejak dini guna cegas stunting

Pemkab Magetan ajak warga makan ikan sejak dini guna cegas stunting

Bintangpos, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur mengajak masyarakat di wilayah setempat untuk membudayakan makan ikan sejak dini sebagai upaya penyediaan pangan yang sehat dan pemenuhan gizi keluarga untuk mencegah stunting.

“Tingkat konsumsi ikan di Magetan tergolong masih rendah, rata-rata masih sekitar 26,56 kilogram per kapita per tahun,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani dalam sosialisasi dan gerakan gemar makan ikan di Kecamatan Panekan, Magetan, Jawa Timur, Kamis.

Melihat data tersebut, kata dia, Kabupaten Magetan berada di peringkat ketiga dari bawah untuk angka konsumsi ikan di Jawa Timur.

“Dengan demikian, memang harus kita motivasi masyarakat Magetan untuk makan ikan,” kata Nur Haryani.

Melihat masih rendahnya konsumsi makan ikan di Magetan, Dinas Peternakan dan Perikanan terus membuat terobosan dan upaya untuk merangsang kebiasaan warga makan ikan.

Dinas terus mengimbau masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk mengolah ikan menjadi produk makanan yang disukai anak-anak.

“Ini penting karena adanya kecenderungan anak zaman sekarang lebih suka mengonsumsi produk makanan cepat saji yang ada di pasaran,” katanya.

Oleh karena itu, budaya makan ikan perlu disosialisasikan dan diupayakan, sehingga nantinya bisa menjadi kebiasaan dalam mengonsumsi ikan. Terutama menciptakan dan meningkatkan pola hidup sehat dan menggerakkan masyarakat khususnya di lingkungan keluarga untuk cinta makan ikan.

Koordinator Seksi Akses Pasar Promosi dan Lokasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Farida mengapresiasi kegiatan sosialisasi gemar makan ikan yang dilakukan Pemkab Magetan.

“Saya berterima kasih kepada Disnakan Kabupaten Magetan atas kegiatan ini. Ke depannya bisa dialokasikan lagi kegiatan sosialisasi seperti ini tapi untuk anak-anak sekolah,” kata Farida.

Ia menjelaskan, gerakan gemar makan ikan juga membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting atau kasus kekerdilan anak di Indonesia, khususnya Magetan.

Dengan demikian, kampanye makan ikan harus terus dilakukan agar hal tersebut bisa menjadi budaya atau kebiasaan.

“Dengan terus menggemakan gemar makan ikan harapannya dapat mewujudkan generasi di masa mendatang yang berkualitas, sehat, cerdas, dan sejahtera,” katanya. ant

19 balai RW di Surabaya mulai program sinau bareng secara serentak

19 balai RW di Surabaya mulai program sinau bareng secara serentak

Bintangpos – Sebanyak 19 RW di 12 kecamatan di Kota Surabaya memulai program sinau bareng pada Selasa (20/9). Puluhan anak belajar bersama dengan didampingi seorang guru. Pemkot menargetkan, akhir tahun seluruh balai RW di metropolis menjalankan kegiatan itu.

Di balai RW 5 Kelurahan Genteng, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka program sinau bareng. Dia menjadi pengajar dadakan. Meski belum pernah menjadi guru, Eri tampak luwes dalam menyampaikan ilmu.

Eri ingin mengembalikan lagi fungsi balai RW seperti saat dirinya kecil. Kala itu, balai RW menjadi pusat kegiatan warga yang tidak pernah sepi. Anak-anak juga beraktivitas di bangunan tersebut. ”Saya ingin balai RW ini bisa hidup lagi. Menjadi pusat kegiatan warganya. Bisa untuk belajar anak-anak,” katanya.

Pada tahap awal, 19 RW menjadi percontohan sinau bareng. Selanjutnya, Eri meminta seluruh balai RW menjalankan program tambahan belajar bagi siswa itu. Di Surabaya total ada 1.360 RW. ”Saya targetkan semuanya menjalankan program ini. Desember saya minta semua jalan. Sambil kita benahi balai-balai yang rusak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan OPD lain untuk menggelar program sinau bareng. Dengan demikian, kegiatannya tak melulu belajar.

Ada juga mengaji bareng dan pusat pembelajaran keluarga (puspaga). ”Jadi, kegiatannya kompleks. Apa yang tidak ada di sekolah dihadirkan di sini. Nanti dibikin jadwal kapan saja kegiatan itu berlangsung,” paparnya.

Yusuf menambahkan, puspaga bisa menjadi sarana edukasi sekaligus pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dia berharap, adanya fasilitas itu mampu memberikan jaminan sekaligus klinik konsultasi bagi warga. ”Petugasnya sudah siap. Begitu juga pengajarnya. Kami upayakan Desember bisa terealisasi seperti harapan Pak Wali,” papar Yusuf. jp

Destinasi wisata sejarah dan perjuangan akan segera ada di Surabaya

Destinasi wisata sejarah dan perjuangan akan segera ada di Surabaya

Bintangpos – Kota Surabaya, Jawa Timur, dalam waktu dekat segera memiliki destinasi wisata sejarah sekaligus sejumlah peristiwa heroik perjuangan yang pernah terjadi di Kota Pahlawan.

“Ini akan menjadi wisata dan mengingatkan bahwa Surabaya ini bukan kota mal saja, Surabaya bukan hanya kota jasa. Tapi, Surabaya ini banyak tempat sejarahnya, banyak tempat heritagenya, banyak tempat wisata, terutama wisata perjuangan,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Selasa (20/9).

Menurut Eri, saat ini pihaknya tengah menyiapkan konsepnya. Konsep yang disiapkan tersebut bakal mengkoneksikan destinasi wisata sejarah sekaligus sejumlah peristiwa heroik perjuangan dari Kota Pahlawan.

Cak Eri panggilan lekatnya, mengatakan Surabaya memiliki beragam destinasi wisata, di antaranya adalah tempat-tempat bersejarah yang lokasinya tersebar di Kota Pahlawan. Hal itu yang kemudian melandasinya untuk menggagas sebuah destinasi Wisata Perjuangan Surabaya.

Sisi perjuangan itu yang diinginkan Eri untuk dapat dimunculkan dari Surabaya. Bahkan, dia juga menyatakan ke depan nilai-nilai perjuangan dari Kota Pahlawan ini akan dituangkan ke dalam sebuah buku.

“Termasuk seni, termasuk apapun itu dimulai awal tahun untuk warga Indonesia biar tahu, apa saja yang ada di Kota Surabaya,” ujar Cak Eri.

Wisata Perjuangan Surabaya yang tengah disiapkan tersebut menarik, karena selain mengkoneksikan tempat-tempat bersejarah, juga sejumlah peristiwa heroik menjadi rangkaian yang ada di dalamnya, seperti peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (kini hotel Majapahit), hingga pertempuran 10 November 1945.

“Insya Allah tahun depan akan kami masukkan ke dalam agenda Kota Surabaya. Di awal tahun, akan kami sebarkan kemana-mana seluruh Indonesia., bahkan mancanegara,” kata Cak Eri.

Dengan demikian, lanjut dia, seluruh rangkaian agenda di Kota Pahlawan bisa diketahui masyarakat, baik domestik maupun mancanegara. Harapannya, konsep wisata yang disiapkan ini sekaligus dapat memantik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pahlawan.

“Sehingga, pada waktu awal tahun, sudah bisa melihat (agenda), misal kalau Ulang Tahun Surabaya, ada kegiatan apa saja. Kemudian saat Hari Pahlawan 10 November, ada kegiatan apa saja,” ujar Cak Eri.

Cak Eri berharap hadirnya Wisata Perjuangan Surabaya nantinya dapat menggelorakan semangat nasionalisme bagi generasi muda di Kota Pahlawan. “Karena saya ingin mengingatkan bahwa Kota Surabaya ini punya jiwa Pahlawan yang luar biasa,” kata Cak Eri. jp

Proyek infrastruktur kota Surabaya baru 49,5 persen, Armuji dorong percepatan pembangunan

Proyek infrastruktur kota Surabaya baru 49,5 persen, Armuji dorong percepatan pembangunan

Bintangpos, Surabaya – Pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur di Kota Surabaya tercatat masih melambat atau mencapai 49,5 persen dari target menjelang akhir triwulan III-2022.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Senin, meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk mengebut sejumlah proyek infrastruktur yang kemajuannya masih lambat tersebut.

“Kami mendorong agar dapat dilakukan percepatan pembangunan sebelum musim hujan tiba,” kata Cak Ji, panggilan akrabnya.

Berdasar data DSDABM Surabaya, pengerjaan proyek infrastruktur yang mencapai 49,5 persen itu adalah hasil pekerjaan secara keseluruhan mulai pembangunan jalan, jembatan hingga drainase atau saluran untuk penanggulangan banjir.

“Jadi harus kerja terstruktur dan terukur sesuai dengan program yang telah direncanakan dalam APBD Surabaya 2022,” katanya.

Sedangkan, khusus untuk proyek penanggulangan banjir di pusat Kota Surabaya, progresnya sudah mencapai 55 persen yang meliputi pekerjaan saluran yang terintegrasi di tengah kota.

Sejauh ini, kata dia, pemasangan box culvert di sekitar Jalan Panglima Sudirman, Jalan Kenari dan Embong Kenongo belum sepenuhnya tuntas. Termasuk pembuatan crossing di Jalan Kayon.

Selain itu, Cak Ji juga memantau masih ada penanaman box culvert yang belum tuntas sehingga membahayakan pengguna jalan. Menurut dia, saluran itu harus terkoneksi satu sama lain sehingga saat hujan deras, debit air tidak meluap.

“Kalau perlu dikerjakan secara maraton pagi hingga malam. Jadi saat musim penghujan tiba saluran-saluran bisa berfungsi optimal dan tidak ada genangan,” tutur dia.

Tidak hanya itu, Armuji juga meminta agar pekerjaan infrastruktur di kampung seperti pavingisasi dan pembangunan U-Ditch agar dapat selesai sesuai target yang telah direncanakan. ant

Pemkab Situbondo bikin aplikasi “Kita Keren” guna mudahkan perencanaan pembangunan

Pemkab Situbondo bikin aplikasi “Kita Keren” guna mudahkan perencanaan pembangunan

Bintangpos, Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bikin aplikasi “Kita Keren” atau klinik konsultasi teknik penyusunan dokumen perencanaan guna memudahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) setempat menyusun dokumen hingga informasi pembangunan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Situbondo Sugiyono di Situbondo, Jumat, mengatakan, terobosan melalui inovasi “Kita Keren” penting karena menjadi tugas Bappeda untuk menyusun kebijakan teknis perencanaan dan pendanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan serta pengolahan data.

“Aplikasi ‘Kita Keren’ ini untuk mempermudah dan menyelaraskan perencanaan semua organisasi perangkat daerah (OPD). Tentunya sesuai dengan aturan perundangan,” kata Sugiyono.

Dia menjelaskan, aplikasi klinik konsultasi teknik penyusunan dokumen perencanaan ini dibuat untuk mendampingi perencana perangkat daerah dalam menyusun dokumen perencanaan, dan memastikan kegiatan yang direncanakan tersebut sesuai dengan aturan.

Menurut Sugiyono, semua OPD bisa memanfaatkan layanan ini untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan lainnya.

Sugiyono menambahkan, aplikasi “Kita Keren” ini dibikin guna memudahkan OPD menyusun dokumen perencanaan. Terlebih, di setiap OPD banyak pegawai yang dimutasi ataupun dipromosikan jabatannya, sehingga mengakibatkan petugas penyusunan dokumen perencanaan berganti orang.

“Inovasi ini sebenarnya sangat mudah digunakan, meskipun petugas penyusun dokumen itu orang baru, karena mudah mengoperasikannya,” katanya. ant

Penghargaan TPID terbaik se Jawa-Bali kembali diraih Banyuwangi

Penghargaan TPID terbaik se Jawa-Bali kembali diraih Banyuwangi

Bintangpos, Banyuwangi – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi, Jawa Timur, kembali mendapat penghargaan TPID Terbaik untuk region Jawa-Bali 2022.

Penghargaan ini adalah apresiasi ketiga berturut-turut yang diberikan kepada TPID Banyuwangi sejak 2020 hingga 2022, dan penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Surabaya, Rabu (14/9).

“Selamat untuk Banyuwangi. Semoga pengelolaan inflasi di Banyuwangi terus baik,” ujar Menko Airlangga.

Penyerahan tersebut turut disaksikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan sejumlah kepala daerah yang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional dengan Daerah (Rakornasda) Pengendalian Inflasi Tahun 2022.

Keberhasilan Banyuwangi dalam meraih TPID Award untuk ketiga kalinya ini, dinilai dari tiga aspek. Mulai dari aspek proses, program unggulan dan aspek outcome. Aspek proses memiliki bobot 20 persen, program unggulan 30 persen dan outcome berbobot 50 persen.

“Dari perbandingan nilai inflasi bulanan ataupun yang year on year menunjukkan angka yang stabil. Hal inilah yang menjadikan Banyuwangi dianggap terbaik dalam mengendalikan inflasi sehingga diganjar TPID Award untuk ketiga kalinya,” ujar kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Ipuk juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan kepada Bank Indonesia yang terus membersamai daerah dalam menjalankan program pengelolaan inflasi.

Sementara itu, dalam Rakornasda Pengendalian Inflasi ini, Airlangga berpesan kepada para kepala daerah untuk menggunakan anggarannya dalam pengendalian inflasi. Khususnya dalam memanfaatkan Dana Transfer Umum (DTU) minimal 2 persen.

“Bagi para kepala daerah jangan ragu untuk memanfaatkan anggaran dalam pengendalian inflasi. Ini merupakan instruksi dari bapak Presiden. Peraturannya juga sudah jelas dari Menteri Keuangan,” kata Airlangga.

Hal tersebut sebagai upaya pengendalian inflasi pasca-kenaikan harga BBM.

“Jangan sampai ada gejolak inflasi yang signifikan,” katanya.

Instruksi tersebut direspons positif oleh Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, Banyuwangi telah melebihi batas minimal dalam penyaluran DTU.

“Untuk DTU, kami tidak hanya mengalokasikan 2 persen, namun mencapai 5,62 persen. Kami alokasikan untuk mendukung program perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja dan subsidi sektor transportasi,” kata Ipuk.

Subsidi sektor transportasi di Banyuwangi sendiri meliputi fasilitasi penyediaan Jasa Angkutan Pelajar dan Wisata Gratis. Pengendalian pengeluaran keluarga melalui bantuan transportasi gratis untuk pelajar dan umum, diberikan kepada penerima manfaat keluarga sehingga mampu menekan pengeluaran belanja transportasi keluarga baik untuk keperluan sekolah maupun keperluan umum. Total keseluruhan alokasi mencapai Rp900 juta. ant

Resmi dibuka! GIIAS Surabaya di Grand City Convex

Resmi dibuka! GIIAS Surabaya di Grand City Convex

Bintangpos, Surabaya – Perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2022 resmi dibuka Rabu (14/9). Seperti di Tangerang, GIIAS Surabaya yang akan berlangsung 14-18 September 2022 di Grand City Convex ini juga menyediakan berbagai mobil terbaru, termasuk beberapa kendaraan listrik yang bisa dijajal pengunjung.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam sambutannya menyampaikan, acara ini akan berdampak positif pada industri otomotif di Jawa Timur.

“Lewat penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2022, Gaikindo ingin menunjukkan bahwa pencapaian dan potensi industri otomotif di Jawa Timur sangat menjanjikan,” jelas Nangoi.

Nangoi juga menyampaikan bahwa kehadiran berbagai produk otomotif dengan teknologi terbaru diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat Jawa Timur.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik (Ilmate), Taufiek Bawazier dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa GIIAS dapat memberikan informasi dan edukasi kepada para pengunjung tentang keunggulan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang tidak bersuara dan tidak menimbulkan polusi.

Sebagai informasi, GIIAS Surabaya 2022 menghadirkan 13 merek dengan membawa teknologi terkini dan produk terbarunya yang beberapa diantaranya akan memamerkan kendaraan listrik, yakni Audi, Daihatsu, Honda, Hyundai, Kia, Lexus, Mazda, MG, Mitsubishi Motors, Suzuki, Toyota, VW, dan Wuling.

Serta turut hadir juga industri pendukung otomotif seperti merek sepeda motor, yakni Honda Motor, Benelli dan Keeway. GIIAS Surabaya 2022 akan hadir pada 14-18 September 2022, dan dibuka mulai pukul 11.00 – 21.00 WIB pada hari kerja dan 10.00 – 21.00 pada akhir pekan. Tiket masuk pameran hanya dijual secara online pada aplikasi GIIAS Auto360, yang tersedia pada Appstore dan Playstore. Harga tiket masuk yaitu Rp. 20.000,- untuk hari kerja (Rabu – Jumat) dan Rp. 30.000,- untuk akhir pekan (Sabtu – Minggu). jp

6.000 data tenaga honorer dicatat BKPSDM Situbondo hingga 30 September

6.000 data tenaga honorer dicatat BKPSDM Situbondo hingga 30 September

Bintangpos, Situbondo – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Situbondo, Jawa Timur, mencatat sekitar 6.000 orang tenaga honorer memasukkan datanya melalui aplikasi BKN.

Kepala BKPSDM Situbondo Fathor Rakhman mengatakan sejak 12 September pihaknya mulai melakukan verifikasi data tenaga honorer yang ada di OPD, UPT, serta sekolah-sekolah negeri di lingkungan pemerintah kabupaten setempat. Pendataan ini akan berakhir pada 30 September mendatang.

“Alhamdulillah sampai dengan Senin (12/9) sore kemarin, OPD, UPT dan sekolah-sekolah yang sudah tercatat memasukkan data tenaga honorer kurang lebih 6.000 orang,” kata Fathor di Situbondo, Selasa.

Ia menjelaskan data tenaga honorer yang dimasukkan ke aplikasi Badan Kepegawaian Nasional (BKN), meliputi SK sukwan tahun 2021, ijazah terakhir, daftar gaji tenaga honorer yang bersumber dari APBN maupun APBD tahun 2021, dan termasuk pula yang bersumber dari dana BOS bagi tenaga honorer sekolah.

Menurut ia, dasar pendataan tenaga honorer adalah Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor: B/1511/M.SM.01.00/2022.

“Berdasarkan data awal dari seluruh OPD, UPT, serta sekolah-sekolah negeri yang pernah kami informasikan ke Kementerian PAN-RB dan BKN tercatat ada 8.457 tenaga honorer,” katanya.

Fathor mengingatkan semua pihak yang terlibat dengan pendataan tenaga honorer, baik dpimpinan OPD, direktur RSUD, kepala UPT, korwil Dikbudcam, maupun kepala sekolah agar melakukan pendataan dengan jujur, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai ada yang mencoba memanipulasi data. Mengapa hal ini saya tekankan karena para pimpinan OPD, direktur RSUD, kepala UPT dan kepala sekolah harus menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak yang dibubuhi materai,” ucap Fathor.

Seluruh data tenaga honorer yang masuk ke BKPSDM Situbondo nantinya akan diuji publik dan tenaga honorer, serta masyarakat boleh mengoreksi, bahkan melaporkan jika data tenaga honorer tersebut tidak benar. ant

400 ijazah siswa tak mampu sudah ditebus Baznas Surabaya

400 ijazah siswa tak mampu sudah ditebus Baznas Surabaya

Bintangpos – Badan Amil Zakat (Baznas) Surabaya kembali membantu menebus ijazah siswa tak mampu yang masih ditahan sekolah. Dananya berasal dari zakat yang dibayarkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya. Kamis (8/9) sebanyak 35 siswa SMK swasta yang masih punya tanggungan sudah bisa memegang bukti kelulusan sekolah mereka.

Masalah dunia pendidikan sekolah menengah di Surabaya seakan tidak ada habisnya. Banyak siswa yang harus meninggalkan ijazah setelah tamat SMA atau SMK karena belum mampu melunasi biaya pendidikan. Hal itu sering terjadi pada mereka yang belajar di lembaga pendidikan swasta.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Swasta dan Pemkot Surabaya bersama Baznas berkolaborasi untuk menuntaskan masalah itu. Zakat yang diperoleh dari ASN Pemkot Surabaya dialokasikan untuk menebus ijazah siswa tidak mampu. Hingga kini, Baznas mencatat sudah lebih dari 400 ijazah yang berhasil ditebus.

’’Untuk yang hari ini (kemarin, Red) ada 35 siswa yang kami bantu. Berasal dari tujuh SMK swasta. Nilai total tanggungannya mencapai Rp 95,2 juta,’’ ujar Ketua Baznas Surabaya M. Hamzah.

Dia menyebutkan, saban bulan pihaknya secara rutin membantu penebusan ijazah. Pihaknya berkolaborasi dengan MKKS SMA/SMK untuk mendapatkan list siapa saja yang bisa dibantu. Begitu juga Dinas Pendidikan Surabaya, mereka sebagai pemegang data memastikan bahwa siswa yang belum menebus ijazah benar-benar tidak mampu.

’’Kami berharap kembalinya ijazah itu bisa membantu siswa-siswi ini meraih apa yang mereka impikan. Meskipun mereka sudah memegang fotokopi dan legalisir, kalau ijazah yang asli ada di tangan, tetap saja berbeda rasanya,’’ kata Hamzah.

Ketua MKKS SMK Swasta Yusuf mengatakan, pemberian bantuan itu merupakan solusi untuk memberikan harapan ke anak didik. Dalam pemberian bantuan tersebut, ada beberapa mekanisme yang telah disepakati.

’’Pertama, bantuan yang diberikan 50:50. Artinya, tanggungan itu yang 50 persen dibayar Pemkot Surabaya, lalu sisanya oleh sekolah. Ada juga yang kesepakatannya 75:25. Yang 75 persen oleh Pemkot Surabaya,’’ ujar Yusuf.

Dia menambahkan, sekolah swasta tidak bisa dipaksakan harus menggratiskan semua tanggungan tersebut. Sebab, mereka juga memiliki tanggung jawab terhadap yayasan dan kebutuhan untuk operasional. Pihaknya pun meminta pemkot bisa membantu siswa melalui bantuan dana operasional agar kejadian seperti itu tidak terulang.

’’Kami sudah mengusulkan dan mendapat respons yang baik dari Pemkot Surabaya. Namun, sekarang masih dibahas soal berapa dan seperti apa penyalurannya. Sebab, pengelolaan SMA/SMK ada di provinsi,’’ ujarnya.

TEBUS IJAZAH UNTUK HARAPAN

– Hingga sekarang dana yang terserap untuk menebus ijazah mencapai Rp 3,6 miliar.

– Saban bulan Baznas Surabaya menebus 50–70 ijazah siswa asal Surabaya.

– Ijazah tertahan mulai 2010–2021. Namun, prioritas diberikan pada ijazah lulusan 2021.

– Hingga sekarang sudah lebih dari 401 ijazah yang ditebus.

– Jumlah tanggungan beragam, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan, ada yang tiga tahun belum membayar sama sekali. jp