Cabuli ABG Cantik, Montir Bengkel Itu Dibui

Cabuli ABG Cantik, Montir Bengkel Itu Dibui

Bintang Pos, Surabaya – Kasus persetubuhan dengan gadis di bawah umur tampak semakin marak di Surabaya, Jawa Timur.
Belum selesai pencabulan gadis di bawah umur yang melibatkan M Hasan Achmad, Anggota DPRD Kabupaten Sampang, kali kasus serupa terjadi lagi. Kali pelakunya adalah Joko (19) warga Jalan Manukkan, Surabaya.

Pria yang bekerja sebagai montir bengkel itu ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya gara-gara mencabuli gadis sebut saja Rini (bukan nama sebenarnya).

Gadis berusia 16 tahun itu dijanjikan akan dinikahi hingga merelakan kehormatannya direnggut.

“Pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban yang tak lain adalah pacarnya sendiri,” kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti, di Surabaya, Rabu (17/4/2013).

Modus yang digunakan pelaku dengan menjanjikan korban untuk dinikahi. Pelaku dan korban memang tinggal sebagai tetangga. Meski masih berusia 16 tahun, rupanya Joko melihat Rini menjadi jatuh cintah.

Terlebih lagi, Rini memiliki kulit putih dan rambut yang lurus dengan postur yang lumayan tinggi untuk ukuran remaja berusia 16 tahun. Singkatnya, dua sejoli ini pun menjalin asmara.

Dari pengakuan kepada Polisi, Joko mengaku pertama kali mencabuli Rini pada 10 Februari di sebuah rumah kos di Kawasan Jalan Sikatan Lebar, Surabaya. Rini dirayu  agar pemuda ini melampiaskan nafsu birahinya. Rupanya, aksi tersebut keterusan. Setidaknya, Rini kerap kali menjadi pelampias nafsu Joko.

“Selain berdalih akan menikahinya. Tersangka kerap kali memberikan uang kepada korban sebesar Rp20 ribu dan Rp50 Ribu untuk membeli Pulsa,” katanya.

Rupanya, janji manis sang kekasih ini hanyalah bohong belaka. Setelah puas mendapatkan tubuh Rini, Joko mulai menghindar bahkan tidak pernah bertemu dengan korban.

Hingga akhirnya, Rini pun menceritakan kejadian yang menimpanya kepada keluarga. Tak terima dengan perlakukan itu, pihak keluarga Rini langsung melaporkan ke Polisi.

Atas laporan tersebut, polisi langsung menangkap Joko tanpa perlawanan. Sejumlah barang bukti berupa satu kaos warna hijau, celana warna putih, celana dalam warna coklat dan satu buah bra warna putih.

Ingkar Janji menikahi sang pacar inilah membuat Joko harus dijerat dengan Undang-undang RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Joko sang montir ini terancam meringkuk di tahanan maksmimal 15 tahun penjara karena sang pacar masih di bawah umur. (okz-gug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *