Bupati Malang Miliki Kantor Keliling Rp1 Miliar

Bupati Malang Miliki Kantor Keliling Rp1 Miliar

Bintang Pos, Malang – Bupati Malang Rendra Kresna mulai tahun ini memiliki kantor keliling berupa bus mini seharga Rp1 miliar yang bisa dibawa kemana pun saat bertugas, termasuk ke pelosok desa yang ada di wilayah itu.

“Bus mini ini memang dirancang seperti ruangan kerja bupati, sehingga kinerja bupati bisa dimana-mana dan tidak hanya terpaku di ruang kerja yang ada di pendapa saja,” tegas Rendra Kresna di Malang, Sabtu.

Ia mengemukakan, bus mini yang dirancang layaknya ruang kerja itu dibeli tahun 2012 seharga Rp1 miliar, termasuk perangkat dan fasilitas perkantoran lainnya, seperti komputer, printer, meja dan kursi serta layar monitor dan video yang mendukung kinerja bupati.

Rendra mengakui jika bus mini yang wajib di bawa dalam kunjungannya di berbagai pelosok pedesaan itu merupakan ruang kerja ketiganya setelah pendapa yang ada di Jln Merdeka Timur Kota Malang dan pendapa di kawasan perkantoran terpadu di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Menurut Rendra, bus mini yang juga berfungsi sebagai kantor itu juga bisa digunakan oleh para staf ahli maupun unsur pimpinan untuk mengerjakan tugas-tugasnya selama dalam perjalanan menuju daerah yang dikunjunginya.

Dengan demikian, kata politisi dari Partai Golkar tersebut, tugas-tugas bupati maupun unsur pimpinan yang menggunakan bus mini ini tetap bisa dikerjakan, meskipun berada dalam perjalanan atau di daerah terpencil sekalipun.

Keberadaan bus mini yang dilengkapi dengan peralatan kantor tersebut, ujar Rendra, akan meringankan sekaligus mempercepat kinerjanya ketika sedang menjalankan program bina desa di desa-desa tertinggal.

“Apapun permasalahan dan tugas-tugas yang harus diselesaikan secepatnya di desa tertinggal, akan dengan mudah bisa dituntaskan pada saat itu juga, tanpa harus menunggu setelah kembali ke pendapa, baik yang ada di Kota Malang maupun di Krpanjen,” tandasnya.

Program bina desa yang digagas Rendra Kresna tesrebut sudah berjalan selama dua tahun terakhir ini. Desa-desa yang menjadi sasaran kunjungan bupati bersama seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Malang itu adalah desa tertinggal, desa sangat tertinggal serta desa sangat maju.

Selama kunjungan ke desa-desa tertinggal tersebut, bupati bermalam dan tinggal di rumah penduduk selama dua-tiga hari, yang dilakukan pada setiap Jumat sore hingga Minggu sore.

Saat ini desa tertinggal dan sangat tertinggal di Kabupaten Malang masih sekitar 51 desa dan tahun 2014 ditargetkan sudah terentaskan seluruhnya menjadi desa maju.(ant-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *