Bupati Abdul Latif Dinobatkan Tokoh Pejuang Guru Ngaji dan Madin Bangkalan

Bupati Abdul Latif Dinobatkan Tokoh Pejuang Guru Ngaji dan Madin Bangkalan

Bangkalan – Madura Awards merupakan ajang rutin yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) setiap tahun. Sederet penghargaan diberikan JPRM kepada para nomine dan tokoh berprestasi dan memiliki jasa besar untuk Pulau Garam. Salah satu penghargaan prestius diberikan kepada Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron pada malam penganugerahan yang digelar di Sampang, waktu lalu. Bupati muda yang biasa dipanggil Ra Latif itu dinobatkan sebagai Tokoh Pejuang Kesejahteraan Guru Ngaji dan Madrasah Diniyah (Madin) di Bangkalan.

Penghargaan yang diberikan untuk mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu bukan tanpa alasan. Sebab, sejak dirinya menjabat sebagai bupati pada 2018, setiap guru ngaji dan madin mendapat insentif secara rutin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.
Ra Latif mengaku bangga atas penobatan dirinya sebagai pejuang kesejahteraan guru ngaji dan madin pada event akbar di Pulau Garam ini. Baginya, penghargaan yang diraih akan menjadi pelecut semangat untuk Pemkab Bangkalan dalam merealisasikan bantuan insentif yang selama ini diberikan.

Program insentif guru ngaji dan madin merupakan janji politik Bupati Ra Latif bersama Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni. ”Semoga program ini terus berjalan hingga akhir jabatan kami nanti,” harapnya.

Pada tahun pertama, guru ngaji dan madin yang ter-cover dalam bantuan itu mencapai 8.352 orang. Sedangkan pada 2019-2021, pemerima bertambah menjadi 9.342 yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Salak (perinciannya lihat grafis). ”Agar bantuan yang direalisasikan tidak salah sasaran, kami memiliki tim verifikasi guru ngaji dan madin di bawah,” imbuhnya.

Mulanya, insentif guru ngaji dan madin direalisasikan melalui buku rekening tiap penerima. Tetapi demi mempermudah guru ngaji dan madin dalam memperoleh haknya, skema pencairan insentif itu diubah. Yakni, dapat dicairkan melalui anjungan tunai mandiri (ATM).
Dengan begitu, guru ngaji dan madin tidak perlu lagi datang dan antre di bank penyalur saat bantuan itu cair. Cara itu dapat mengurangi risiko terjadinya kerumunan saat insentif guru ngaji dan madin cair. ”Dengan menggunakan ATM, potensi adanya pemotongan sudah tidak ada,” tukasnya. rama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *