Bukit Terbelah, Warga Pilih Mengungsi

Bukit Terbelah, Warga Pilih Mengungsi

Bintang Pos, Surabaya – Warga Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep yang tinggal di kaki bukit yang terbelah di daerah tersebut, memilih mengungsi ke desa lain, karena khawatir terjadi longsor.
Salah satu warga setempat, Moh. Sir Mohni, Sabtu (15/06/13) menjelaskan, warga merasa tidak aman lagi tinggal di rumahnya, karena bukit yang selama ini menjadi tempat mereka berlindung, sudah terbelah menjadi dua. Bahkan bagian yang terbelah ini terus meluas.

“Warga disini takut terjadi longsor. Soalnya kan rumah kami tepat di bawah bukit yang sudah terbelah itu. Sewaktu-waktu, bisa saja bukit itu longsor. Makanya kami memilih untuk mengungsi ke desa lain yang lebih aman,” katanya.

Apalagi, lanjut Sir Mohni, sebagian besar tembok rumah warga sudah retak-retak, dan gentingnya berhamburan. “Kami khawatir kalau tetap bertahan tinggal disini, sewaktu-waktu rumah kami ambruk, atau kami terkena longsoran bukit itu,” ujarnya.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, para warga sibuk mengemasi barang-barang bawaan untuk mengungsi. Rata-rata mereka membawa baju seadanya, dan bergegas mengungsi ke rumah sanak saudara maupun kerabatnya.

Fenomena alam terbelahnya tanah menjadi beberapa rekahan, terjadi di dua daerah, yakni Dusun Kecer Laok, Desa Kecer Kecamatan Dasuk, dan Desa Matanair, Kecamatan Rubaru.

Terbelahnya tanah tersebut didahului suara gemuruh dan getaran hebat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah, karena tanaman pertanian warga, rusak karena tanah pecah ambles. Selain itu, 6 rumah di Desa Matanair rusak parah dan hampir ambruk terkena imbas getaran dan terbelahnya tanah tersebut. (bjt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *