BI: Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran

BI: Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran

Kediri  – Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, mengimbau masyarakat lebih hati-hati terhadap peredaran uang palsu selama menjelang Lebaran.”Kami belum bisa pastikan kalau penukaran uang di tepi jalan, apakah ada yang palsu. Tapi, demi amannya lebih baik menukarkan uang d tempat resmi,” kata Kepala Perwakilan BI Kediri Matsisno.

Pihaknya mengatakan saat ini sudah mulai banyak tempat penukaran uang khususnya pecahan kecil seperti Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu, yang rata-rata untuk persiapan Lebaran 2013. Mereka hanya berbekal baliho kecil penukaran uang, serta memawa uang tunai. Uang yang mereka bawa juga banyak yang masih dibungkus dengan plastik. Mereka biasanya menawarkan jasanya di tepi-tepi jalan protokol atau jalur yang ramai dilewati.

Di Kediri, hal itu nampak terlihat di sepanjang jalan protokol terutama mulai Stadion Brawijaya sampai Jalan Hayam Wuruk Kediri. Mereka menjajakan penukaran uang dengan pecahan kecil, namun, untuk keasliannya belum diketahui.

Menurut Matsisno, uang asli biasanya masih dalam bendel yang terdapat tulisan Bank Indonesia. Namun, warga pun juga harus jeli mengetahui keaslian uang, dengan dilihat, diterawang, dan diraba.

BI, kata dia, selama ini menerima cukup banyak penukaran uang palsu dengan berbagai nominal. Mulai Januari 2013 sampai Juni ini jumlah uang palsu yang diterima BI Kediri mencapai 4.769 lembar atau setara Rp340.135.000.

Nominal yang terbanyak palsu yang diterima BI adalah nominal Rp100 ribu sampai 2.060 lembar atau setara Rp206 juta, nominal Rp50 ribu dengan jumlah 2.675 lembar atau setara Rp133.750.000, sementara nominal lainnya seperti Rp20 ribu, Rp10 ribu, dan Rp5 ribu jumlahnya belasan lembar saja.

Jumlah temuan uang palsu itu relatif lebih sedikit jika dibandingkan pada 2012 lalu dengan bulan yang sama. Januari sampai Juni 2012 temuannya mencapai 1.783 lembar atau setara Rp143.485.000. Secara total pada 2012, nominalnya mencapai 4.279 lembar atau setara Rp365.290.000.

Ia mengatakan, BI hanya menunggu laporan jika ada temuan uang palsu. Jika ditukarkan ke BI dengan lembaran sejumlah satu atau dua, akan langsung diganti oleh BI, namun jika mencurigakan misalnya sering datang ke BI orang yang sama atau menukarkan dalam jumlah yang banyak, akan diperiksa terlebih dahulu. BI akan menyerahkan yang bersangkutan ke aparat penegak hukum untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihaknya meminta, masyarakat menukarkan uang untuk kebutuhan lebaran ke tempat resmi seperti bank umum ataupun bank perkreditan rakyat (BPR). BI Kediri sudah meminta enam bank umum dan 78 BPR untuk tempat penukaran uang.

“Masyarakat juga bisa menukarkan uang di kas keliling. Kami minta, masyarakat lebih baik menukarkan uang di tempat resmi,” kata Matsisno. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *