Berkas 5 Kilo, Hakim Tunda Putusan Class Action

Berkas 5 Kilo, Hakim Tunda Putusan Class Action

Bintang Pos, Jember – Majelis hakim menunda pembacaan putusan dalam sidang gugatan perwakilan (class action), di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, Rabu (10/7/2013).
“Kami minta waktu dua minggu, karena berkasnya tebal. Sekitar lima sampai enam kilogram,” kata ketua majelis hakim, Adi Hernomo Yulianto.

Menurut Adi, semua sudah dipelajari. Namun hakim masih harus hati-hati dalam memutuskan. “Kami menunda dua minggu sudah berat hati, biasanya satu minggu,” katanya.

Penundaan ini membuat pedagang kecewa. “Ini sudah ditunda 15 hari. Pedagang sudah siap dan ke sini, meninggalkan pekerjaannya,” kata Moch. Sholeh, perwakilan pedagang.

Sholeh berharap, kalau memang ada penundaan, pedagang dikirimi surat. “Biar kami tidak ke sini. Kami berharap dua minggu ke depan sudah ada putusan,” katanya.

Puluhan pedagang yang memadati ruang sidang langsung meneriakkan koor “huuuuu…”. Ada pedagang yang meminta agar putusan ditunda sekalian setelah lebaran.

Sidang sudah berjalan sekitar delapan bulan. Pedagang Pasar Kencong menggugat Bupati MZA Djalal, karena menganggap sang kepala daerah tidak berpihak kepada rakyat. Pasca kebakaran pasar 16 Agustus 2005.

Pedagang menuntut agar pemerintah daerah membangun pasar baru di lokasi lama dengan dana APBD. Namun pemerintah justru membangun di lokasi baru dengan dana investor. Hingga saat ini, pedagang masih bertahan di pasar penampungan dan menolak pindah ke pasar baru yang dibangun investor. (bjt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *