Baru Tergarap 7 Persen Perikanan Kabupaten Malang

Baru Tergarap 7 Persen Perikanan Kabupaten Malang

Malang – Perikanan laut di pesisir selatan Kabupaten Malang sepanjang 115 kilometer itu hingga saat ini baru tergarap sekitar 7 persen dari potensi sekitar 403.444 ton per tahun.
Bupati Malang Rendra Kresna di Malang, Rabu mengatakan minimnya produktivitas dan hasil tangkapan ikan laut di wilayahnya itu disebabkan keterbatasan peralatan nelayan yang masih belum memadai.”Nelayan di daerah ini rata-rata adalah nelayan tradisional yang menggunakan perahu dan peralatan penangkapan ikannya juga tradisional, sehingga mereka tidak berani melaut lebih dari 200 mil dari pantai,” kata Rendra.

Padahal, katanya, potensi ikan laut akan semakin besar jika sudah melaut lebih dari 200 mil atau di laut lepas. Namun, tidak banyak nelayan yang punya keberanian untuk melaut lebih dari 200 mil karena cukup membahayakan, apalagi dengan menggunakan perahu kecil (tradisional).

Rendra mengakui pihaknya belum mampu untuk membantu peralatan canggih bagi nelayan seperti di negara-negara maju. Yang bisa diberikan sebagai bentuk bantuan adalah pembuatan rumpon di sejumlah titik dan diharapkan mampu menambah hasil tangkapan nelayan.

Pesisir selatan Kabupaten Malang sepanjang 115 kilometer yang melintasi enam kecamatan, meliputi Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Ampelgading, Tirtoyudo, Bantur, dan Donomulyo memiliki potensi perikanan yang cukup besar.

Potensi ikan di wilayah perairan sejauh 200 mil dari bibir pantai ini sangat tinggi, yakni sekitar 80 ribu ton, di antaranya cakalang, tongkol dan tuna, bahkan juga rumput laut, ikan hias, dan terumbu karang.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang Endang Retnowati mengatakan selain masih terkendala peralatan penangkapan yang belum memadai, pelabuhan perikanan yang hanya ada tiga lokais itu juga menjadi kendala, yakni di Pantai Licin Ampelgading, Sendangbiru dan Tirtoyudo.

“Yang pasti kami akan terus berupaya meningkatkan hasil tangkapan ikan, kualitas pengolahan dan kemasan agar bernilai jual tinggi, termasuk ikan tuna yang menjadi ekspor unggulan,” tegas Endang.

Selain potensi perikanan laut, Kabupaten Malang juga memiliki potensi perikanan air tawar yang juga cukup besar. Realisasi produksi perikanan budidaya pada 2011 mencapai 12.237 ton dari target sebesar 11.981 ton.

Pada 2012, hasil budidaya ikan air tawar unggulan saat ini rata-rata mencapai 15.366 ton dengan berbagai jenis ikan, seperti nila, lele, mas, gurame, udang vaname serta bandeng.

“Tahun ini kita targetkan ada peningkatan sekitar 6 persen dari tahun lalu dan tahun 2014 bisa mencapai 20.534 ton,” ujarnya.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *