Bank dan UMKM Expo Catat Transaksi Rp 128,5 Miliar

Bank dan UMKM Expo Catat Transaksi Rp 128,5 Miliar

Bintang Pos, Surabaya -Ajang Bank dan UMKM Expo 2013 yang digelar di Grand City Surabaya pada 22-26 Mei 2013 lalu mampu mengeruk transaksi perbankan hingga Rp 128,5 miliar. Dengan jumlah pengunjung mencapai 35.000 orang selama lima hari pameran.

“Kami senang masyarakat antusias menyambut ajang ini dengan menikmati layanan perbankan serta melakukan transaksi pembelian dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengikuti pameran tersebut,” ujar Ketua Panitia Dasuki Amsir. Dasuki yang juga CEO Bank Negara Indonesia (BNI) Surabaya tersebut mengatakan, ke depan pameran semacam ini akan terus ditingkatkan kualitasnya.

Bank Indonesia (BI), Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Satgas Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Jatim yang telah menyelenggarakan pameran ini akan memperkuat sinergi agar pameran serupa pada tahun mendatang bisa semakin memberikan manfaat optimal bagi stakeholders perekonomian di Jatim, khususnya industri perbankan dan UMKM.

Pemimpin Bank Indonesia (BI) Wilayah IV Jatim, Mohamad Ishak, mengatakan, UMKM adalah salah satu fondasi perekonomian Jatim dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB.

“Saya yakin melalui pameran semacam ini kinerja UMKM terus meningkat. Karena itu, saya mendorong kalangan perbankan bisa terus mempelopori pameran-pameran semacam ini,” kata Ishak.

Hampir semua bank, baik itu bank umum konvensional, bank syariah, dan BPR, mengikuti pameran tersebut. Ishak mengatakan, BI terus mendorong fungsi intermediasi perbankan, terutama untuk menggiatkan sektor UMKM. Ishak optimistis melalui pameran semacam ini bisa terjalin kemitraan yang kuat antara dunia perbankan dan dunia usaha, serta antara dunia usaha dan masyarakat sebagai konsumen.

“BI bangga bisa ikut berkontribusi dalam menggerakkan sektor UMKM melalui pameran semacam ini. Kami terus mendorong perbankan agar tak henti-hentinya mendukung pengembangan UMKM,” ujarnya.

Dasuki menambahkan, event Bank dan UMKM Expo 2013 juga menjadi sarana bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM dalam negeri untuk menunjukkan bahwa produk mereka tak kalah dari produk impor. “Transaksi yang dibukukan UMKM juga cukup besar. Beberapa UMKM bahkan mendapatkan order dari pembeli dalam jumlah relatif besar untuk jangka waktu tertentu. Ini membuktikan pameran menjadi sarana efektif untuk meningkatkan promosi dan pemasaran UMKM,” jelasnya.

“Kami berharap melalui ajang-ajang semacam ini, potensi UMKM daerah akan terus berkembang sehingga daya saingnya bisa meningkat agar dapat memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Dengan peningkatan daya saing UMKM, otomatis perekonomian Jatim akan bergerak lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi. Bagi industri perbankan, gairah di sektor UMKM akan menghadirkan potensi pasar dari sisi penyaluran pembiayaan,” imbuh Dasuki. (bjt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *