Bambang DH : Pilgub Jatim 2013 disetting untungkan Karsa

Bambang DH : Pilgub Jatim 2013 disetting untungkan Karsa

Surabaya – Calon gubernur (cagub) di Pemilukada Jawa Timur, Bambang DH menuding Pilgub Jatim 2013 (29 Agustus) yang pelaksanaannya hanya kurang 37 hari ini dibuat senyap. Hal itu diduga memang disetting demikian agar ada pihak yang diuntungkan, yakni pasangan calon incumbent (Soekarwo-Saifullah Yusuf).

Sebelumnya, Bambang DH merasa tak terima dengan perlakuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur yang menginstruksikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di seluruh kabupaten/kota se-Jatim, terkait pencopotan semua atribut sosialisasi cagub-cawagub jelang pemilukada, seperti baliho dan spanduk.

“KPU Jatim, Bawaslu dan para calon kontestan (cagub-cawagub) sudah bertemu dan menyepakati bahwa baliho yang dipasang bukan kategori kampanye. Ini masuk kategori sosialisasi. Apa pemilu ini akan dibuat senyap?,” ujarnya.

Bambang menilai, pencopotan itu tidak benar karena kalimat yang tertulis di baliho dan spanduk miliknya, yakni Bambang-Said hanya sebagai langkah untuk sosialisasi, bukan kampanye. “Saya ini kan hanya melakukan sosialisasi. Kalau dinilai itu sebagai kampanye, jelas tidak terbukti. Kan tidak ada ajakan untuk memilih. Mestinya KPU dong yang harus lebih agresif melakukan sosialisasi akan ada pemilihan gubernur, waktunya 29 Agustus, ini kontestannya dan ini nomor urutnya,” tegas mantan wakil Walikota Surabaya ini.

Dari hasil survey di sejumlah daerah, masyarakat Jatim belum semua tahu akan adanya Pemilukada untuk memilih gubernur dan wakilnya. “Bayangkan akan ada momen besar itu sebagian banyak masyarakat gak tau, apalagi tanya siapa calonnya, nomornya berapa, buta sama sekali,” kata Bambang.

Pihaknya serius menanggapi pencopotan baliho dan spanduk ini. Bahkan partai pendukungnya, PDIP akan mengambil langkah tegas dalam penghilangan baliho dan spanduk miliknya. “Kalau sifatnya administratif akan dilaporkan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara), kalau sifatnya pidana dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Sikap berbeda ditunjukkan Cawagub incumbent, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang tak mau ambil pusing meski baliho dan spanduk milik KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) di sejumlah daerah juga dicopot. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara Pemilukada Jawa Timur. “Kita ikuti saja dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Bawaslu dan KPU. Gak masalah, kalau itu dinilai sebagai pelanggaran ya silahkan ditindak,” cetus Gus Ipul.

Seperti diketahui, pencopotan baliho dan spanduk pasangan calon baru dilakukan beberapa hari terakhir ini di sejumlah daerah yang ada di Jatim, termasuk Surabaya. Bawaslu Jatim menarget pencopotan atribut cagub-cawagub akan dilakukan di 38 kabupaten/kota.

Ketua Bawaslu Jatim Sufiyanto menyatakan, sesuai peraturan perundang-undangan tentang pemilihan kepala daerah masa kampanye sudah ditetapkan selama 14 hari. Untuk Pemilukada Jatim, masa kampanye ditentukan mulai tanggal 12 Agustus sampai 25 Agustus. “Sebelum tanggal 12 Agustus, tidak boleh ada kampanye dalam bentuk apapun,” tandasnya. Lsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *