Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak Akhir 2012

Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak Akhir 2012

Bintang Pos, Surabaya- Pelaku pemerkosa anak tiri, BN (39) mengaku kepada petugas polisi, perlakuan bejatnya itu dilakukan pertama kali pada bulan Desember 2012, di kediamannya di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng.
Kasubag Humas Polres Jakarta Barat, Komisaris Polisi Titien Wirantina mengatakan, kasus persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tiri terhadap anaknya, masih dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Barat.

“Pelaku melakukan persetubuhan dengan anaknya terjadi pada bulan Desember 2012 lalu,” ujar Titien di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (9/4/2013).

Kata Titien, pihaknya sudah melakukan visum terhadap korban dan akhirnya diketahui bahwa korban yang sudah beranjak dewasa itu, hamil lima bulan. “Jadi dari keterangan pelaku, dia membekap mulut korban dengan mengancam akan dibunuh, dan kerap diperlakukan kurang baik,” lanjutnya.

Pelaku yang juga berprofesi sebagai buruh serabutan itu, terancam hukuman penjara di atas 10 tahun, dengan dikenakan pasal perlindungan anak. “Pelaku akan dikenakan Pasal 82 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, hukumannya diatas 10 tahun penjara,” tutupnya.

Aksi bejat ini, diketahui oleh warga Bojong Kavling, Rawa Buaya, Cengkareng, setelah melihat kondisi perut korban L (16) yang sudah sedikit melendung. Awalnya, warga mencoba menegur ibu kandung korban J (40), tapi dia tidak menghiraukan teguran warga tersebut.

Warga pun lama kelamaan geram dengan aksi yang dilakukan oleh BN. Alhasil, warga menyeret pelaku ke Mapolsek Cengkareng, dan pelaku mengakui bahwa dirinya sudah menyetubuhi anak tirinya berkali-kali hingga hamil lima bulan.

Saat ini, korban bersama ibu kandungnnya sudah diungsikan ke rumah saudaranya di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.(okz-gug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *