Awas! 2014 Kuota BBM Bersubsidi Tak Ditambah

Awas! 2014 Kuota BBM Bersubsidi Tak Ditambah

Jakarta–Pemerintah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tidak menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tahun depan guna menghemat anggaran negara.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah meminta kuota BBM bersubsidi di tahun depan hanya 48 juta kilo liter (KL), sama dengan target di tahun ini.

“Yang penting 2014 jangan lewat 48 juta KL, sudah begitu saja. Simple saja, kita tidak mau rumit, tidak perlu terlalu detail,” kata Bambang di Jakarta.

Bambang menyerahkan semua kebijakan penentuan kuota BBM bersubsidi ke Kementerian ESDM. Pihaknya tidak akan mencampuri urusan kebijakan tersebut karena pemerintah hanya akan menyiapkan anggaran untuk subsidinya.

“Terserah kebijakannya, mau konversi boleh, distribusi boleh. Pokoknya ujungnya yang kita lihat,” tambahnya.

Pemerintah pun meminta Kementerian ESDM juga bisa berkomitmen terhadap apa yang diputuskan bersama. Apalagi di tahun ini juga diperkirakan akan menghabiskan kuota 48 juta KL. Soal rencana penggunaan alat pengendalian BBM bersubsidi atau radio frequency identification (RFID) yang sampai saat ini belum kelar, pemerintah pun tidak mau tahu.

Yang penting adalah bagaimana Kementerian ESDM bisa berkomitmen menjaga kuota BBM bersubsidi seperti yang sudah ditetapkan.

“Kita selalu bicara dengan mereka, kita selalu mengingatkan. Terserah kita mah, mau RFID boleh, cashless boleh atau dua-duanya. Kita terserah, yang penting tujuan tercapai, cara itu menurut saya tidak penting. Yang penting harus pilih cara yang bisa diberlakukan di lapangan,” jelasnya.bjt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *