Bigini Cara Ra Latif Bupati Bangkalan Bersama Kapolri dan Panglima TNI Atasi COVID-19 di Bangkalan

Bigini Cara Ra Latif Bupati Bangkalan Bersama Kapolri dan Panglima TNI Atasi COVID-19 di Bangkalan

BintangPos, Bangkalan – Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu, 12 Juni 2021.

Di sana, keduanya terlibat langsung membantu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan mitigasi dan menggandeng ulama dan tokoh masyarakat untuk menangani COVID-19.

Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkogabwilhan II, dan sejumlah pejabat utama TNI/Polri, Kepolisian Daerah Jatim dan Pangdam V/Brawijaya.

Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ada beberapa catatan dari kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, yakni banyaknya pasien tanpa gejala, tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19, dan meningkatnya jumlah kematian karena virus tersebut. 

“Angka kematian tersebut rata-rata setelah kita identifikasi meninggal di rumah sakit,” ujarnya saat memimpin apel gabungan.

Itu sebabnya Hadi mengimbau untuk terus meningkatkan sosialisasi dan pelaksanaan serta penegakan protokol kesehatan, yaitu terus mengajak masyarakat tetap menggunakan masker, karena dengan menggunakan masker, sehingga dengan sendirinya akan melindungi masyarakat sekitar dan melindungi diri sendiri.

“Oleh sebab itu, bantuan dari TNI dan Polri akan ke tempat-tempat ruang publik yang perlu mendapatkan perhatian khusus, dan kita optimalkan lagi fungsi PPKM mikro di mana pun akan kita gunakan untuk pelaksanaan tracing kontak erat setelah mendapatkan informasi dari Dinkes adanya pasien positif COVID-19, setelah itu baru kita laksanakan tracing kontak erat dan kita laksanakan isolasi mandiri di wilayah tersebut,” kata Panglima.

Menurut Hadi, PPKM Mikro bisa digunakan juga sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi setiap hari. Dari sana bisa didapatkan data-data kasus aktif di wilayah tersebut, data-data kesembuhan di wilayah tersebut, dan data-data kematian di wilayah tersebut.

“Termasuk kita juga bisa mengetahui apakah BOR isolasi di wilayah tersebut sudah tinggi atau masih berkurang. Itulah yang saya sampaikan kepada Bapak Bupati, termasuk kepada anggota TNI dan Polri dan Satgas COVID-19 untuk segera membantu bupati, Kadinkes, menanggulangi covid-19, sehingga COVID-19 bisa kita kendalikan dan ubah zona merah di wilayah Bangkalan ini menjadi zona hijau,” tuturnya.

Selain berkoordinasi dengan Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri juga bersilaturrahim dengan ulama dan tokoh masyarakat Bangkalan. Hal itu dilakukan untuk merangkul para pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus COVID-19 di Bangkalan.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo peran tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu pemerintah dan Forkompinda, terutama dalam hal menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Terutama, kata Sigit, adalah penggunaan masker di lingkungan sosial masyarakat. Menurutnya, berdasarkan penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal yang ampuh menangkal penyebaran COVID-19.

“Masalahnya adalah masker dengan kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat yang bisa menangkal COVID-19 adalah masker, itu berdasarkan penelitian. Penggunaan masker bagi seluruh masyarakat, baik yang sehat dan sakit, itu harus,” ujar Sigit.dbs-viv

 

Ra Latif Bupati Bangkalan bersama Panglima TNI Rapat Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Panglima TNI Tekankan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan

Ra Latif Bupati Bangkalan bersama Panglima TNI Rapat Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Panglima TNI Tekankan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan

BintangPos, Bangkalan – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito melaksanakan rapat terkait penanganan Covid -19 di Pendopo Agung  Bangkalan, Jawatimur, Sabtu (12/6/2021).

Rapat tersebut membahas penanganan Covid -19  di Bangkalan.

Panglima TNI pun mendengarkan penjelasan terkait dinamika Covid -19  di wilayah Kabupaten Bangkalan yang disampaikan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.

Hadi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan upaya yang yang telah dilakukan segenap elemen Kabupaten Bangkalan  dalam menghadapi Covid -19 .

Dalam kesempatan tersebut, Hadi menekankan pentingnya sosialisasi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menekan laju penularan Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

Menurut Hadi salah satu penyebab melonjakanya kasus positif Covid -19  adalah karena protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Sudah sepatutnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita, tanpa perlu diawasi dan diingatkan,” kata Hadi dikutip dari keterangan resmi Puspen TNI, Sabtu (12/6/2021).

Selain itu, Hadi juga menekankan pentingnya 3T (Testing, Tracing dan treatment) guna menjaring dan menemukan kasus baru, termasuk yang berasal dari luar daerah sebagai upaya mencegah penyebaran yang lebih luas.

Pencegahan virus corona menurut WHO

Menurut WHO, Langkah-langkah perlindungan dari virus corona adalah tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah Covid -19 .

Hal tersebut tersedia di situs web WHO atau melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal.

Cara mencegah kemungkinan terinfeksi Covid -19  adalah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana seperti berikut ini:

  1. Cuci tangan teratur

Bersihkan tangan Anda secara teratur dan menyeluruh dengan hand sanitizer berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Alasannya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

  1. Sosial distancing

Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dari siapa saja yang batuk atau bersin.

Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus.

Jika terlalu dekat, maka tetesan air bisa terhirup, termasuk virus Covid -19  jika orang tersebut menderita batuk.

  1. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan yang menyentuh banyak permukaan dapat terpapar virus.

Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

Pastikan orang-orang di sekitarmu mengikuti protokol kesehatan yang baik.

Tutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin.

  1. Segera buang tisu bekas

Tetesan yang tertampung pada tisu bisa menyebarkan virus.

Dengan menjaga kebersihan yang baik, kamu dapat melindungi orang-orang di sekitarmu dari virus seperti flu dan Covid -19 .

  1. Tetap di rumah jika merasa tidak sehat

Jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu dan ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah setempat.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan bisa dengan cepat mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Ini juga akan melindungimu dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Ikuti perkembangan Covid -19  terbaru (kota atau area lokal dimana Covid -19  menyebar luas).

Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut terutama untuk orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung, atau paru-paru.

Pasalnya, mereka memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena Covid -19 .dbs-tri

 

Ra Latif Bupati Bangkalan Dapat Apresiasi Saat Dampingi Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Ra Latif Bupati Bangkalan Dapat Apresiasi Saat Dampingi Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

BintangPos, Bangkalan –  Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menjadi perhatian semua pihak. Tak terkecuali Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito. Dua pimpinan tertinggi TNI-Polri ini mengunjungi Kabupaten Bangkalan dalam rangka memberi dukungan dan memantau penanganan Covid-19 di Bangkalan. 

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri tiba di Lapangan Alun-alun Kabupaten Bangkalan menggunakan helikopter, Sabtu (12/6/2021). Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bersama Gubernur Jawa Timur serta Forkopimda menyambut langsung ke Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan. 

Dihadapan Panglima dan Kapolri, Bupati melaporkan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Bangkalan. Bupati menyampaikan dalam seminggu terakhir Kabupaten Bangkalan menjadi daerah yang sangat viral di media massa. 

“Kami semuanya sedih karena viralnya bukan sesuatu yang positif tetapi justru viral akibat lonjakan kasus Covid-19. Mudah-mudahan kedatangan panglima dan Kapolri membawa berkah bagi masyarakat Bangkalan,” ujar Bupati. 

Lebih lanjut Bupati melaporkan, sesuai dengan grafik curva epidemic dalam 14 hari terakhir dari tanggal 29 Mei sampai 11 Juni 2021 telah terjadi lonjakan kasus yang luar biasa terutama di minggu terakhir. Diketahui, dari 36 kasus naik menjadi 382 kasus dengan persebaran tertinggi di wilayah Arosbaya, Geger, Klampis dan Kecamatan Kota. 

“Berdasarkan data yang dihimpun tim satgas mencatat sejak awal pandemi hingga 11 Juni 2021 menunjukkan data konfirmasi sejumlah 2.136 dengan kesembuhan 1.537 dan kematian 207 orang. Jadi kedepan kami mohon pendampingan dan bantuan khususnya dari TNI-Polri untuk menekan penyebaran Covid-19 di Bangkalan,” ungkap Bupati. 

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajak untuk mendorong kembali kesadaran masyarakat untuk tetap taat prokes. Bentuknya adalah melakukan 3M yang sering disuarakan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan. Dalam penegakkan prokes, peran TNI-Polri dan Satgas Covid-19 dibutuhkan karena mendapati kepatuhan masyarakat mulai berkurang. 

“Menurut laporan tingkat kepatuhan masyarakat Bangkalan masih berkisar di angka 50 persen,” sebutnya. 

Meski demikian Hadi Tjahjanto menilai penanganan Covid-19 di Bangkalan telah berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemkab Bangkalan yang melakukan penanganan pada warga dan pemberian bantuan. Hadi memastikan bahwa Satgas Covid-19 Bangkalan sudah melakukan tindakan dengan tepat dan terukur. 

“Semoga apa yang telah dilakukan Pak Bupati dan Forkopimda Bangkalan bermanfaat karena terus menjalankan tugasnya tiada lelah,” tambahnya. 

Menurutnya, kerjasama tiga pilar sudah bagus karena terus mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga prokes dan memperbanyak tracing. 

“Edukasi dengan menjalin kerjasama dengan tokoh masyarakat terus dimasifkan dan diiringi dengan pelaksanaan PPKM Mikro,” ujarnya. 

Sedangkan Kapolri Jenderal Pol Listiyo Sigit Prabowo mengutarakan hal yang sama. Dia menilai, penguatan diberbagai sektor penting dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Termasuk memaksimalkan kembali posko PPKM Mikro baik di tingkat Kecamatan atau Kabupaten. 

“Dengan posko PPKM Mikro nantinya akan mempermudah Penanganannya. Termasuk melakukan tracking terhadap pasien Covid-19,” katanya. 

Selain memantau perkembangan Covid-19, Panglima TNI dan Kapolri juga memantau pelaksanaan apel gelar Pasukan Penanganan Covid-19 di Alun-alun Kabupaten Bangkalan. Kemudian dilanjutkan peninjauan pelaksanaan Vaksinasi massal di Pendopo Pratama Pemkab Bangkalan yang menyasar 1.750 orang. Dbs-ara

 

Panglima TNI: Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Harus Optimal

Panglima TNI: Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Harus Optimal

BintangPos, Bangkalan  – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, harus optimal untuk menekan penyebaran penyakit yang mematikan itu. Panglima TNI mengatakan hal itu saat menggelar rapat penanganan Covid-19 yang dihadiri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito di Pendopo Agung Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (12/6).

Rapat tersebut membahas masalah penanganan Covid-19 dan penjelasan terkait dinamika Covid-19 di wilayah Kabupaten Bangkalan yang disampaikan oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.

Marsekal Hadi pun mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan upaya yang selama ini telah dilakukan oleh segenap elemen Kabupaten Bangkalan dalam menghadapi Covid-19.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini menekankan beberapa hal menyikapi meningkatnya kasus positif Covid-19 di wilayah Jawa Timur, diantaranya sosialisasi dan penegakan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurut dia, meningkatnya lonjakan kasus positif Covid-19, salah satu penyebabnya karena protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak. “Sudah sepatutnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita, tanpa perlu diawasi dan diingatkan,” harap pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu.

Marsekal Hadi kembali menekankan agar 3T (testing, tracing dan treatment) gencar guna menjaring dan menemukan kasus baru, termasuk yang berasal dari luar daerah sebagai upaya mencegah penyebaran yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI memimpin Apel Gabungan Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Marsekal Hadi mengatakan bahwa perjuangan belum selesai mengingat Kabupaten Bangkalan mengalami lonjakan kasus. “Saudara-saudara menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi, tingkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Mantan Irjen Kemhan itu pun meminta kepada petugas agar selalu membantu pelaksanaan tracing dan testing untuk menemukan kasus konfirmasi sedini mungkin. Kasus konfirmasi yang dapat diidentifikasi sedini mungkin akan memungkinkan perawatan yang lebih baik dan mencegah terjadinya penularan yang lebih luas.

Panglima TNI juga menekankan agar para petugas di lapangan dapat dapat bergerak cepat melaporkan perkembangan situasi yang ada secara obyektif sebagai bahan analisa dan menentukan langkah selanjutnya secara tepat sasaran dan efektif.

Salah satu faktor yang tidak kalah penting, yaitu peningkatan pelaksanaan program vaksinasi, karena vaksinasi adalah salah satu upaya untuk menekan pandemi.

Sementara itu, turut hadir pada acara tersebut, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta Karo Karo.  Dbs-Jaw

 

Ra Latif  Pimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19

Ra Latif  Pimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19

BintangPos, Bangkalan –  Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bersama Forkopimda memimpin apel gelar pasukan satgas penanganan Covid-19 (virus Corona) di lapangan Moara, Desa Moara, Kecamatan Klampis, Jumat (11/06/2021). Kegiatan ini dihadiri juga oleh Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama setempat serta ratusan personel gabungan. 

Dalam kegiatan ini Bupati mengucapkan terima kasih kepada setiap pihak, Prajurit TNI, Anggota Polri, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di Rumah Sakit maupun Puskesmas, Satpol PP, serta berbagai elemen masyarakat atas komitmen, kerja keras dan kesungguhan dalam Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. 

“Menyikapi Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir, tentunya diperlukan kesadaran yang sangat ekstra bagi seluruh masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Bangkalan. Dengan demikian Prokes (Protokol Kesehatan) tetap harus terus dijalankan meskipun program vaksinasi sudah berjalan sejak Januari 2021,” kata Bupati. 

Ra Latif menjelaskan, saat ini terjadi peningkatan angka kasus aktif secara signifikan di berbagai daerah. Hal ini menandakan bahwa masih perlunya peningkatan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk selalu disiplin dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

“Kita akan membangun kesadaran saat ini melalui penegakan protokol kesehatan dengan disiplin. Disertai optimalisasi pelaksanaan 3T tracing, testing dan treatment, agar kasus positif dapat diketahui dengan segera dan diambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merawat dan mencegah penularan lebih luas,” pungkasnya. Dbs- Ara

 

Ra Latif Bupati Bangkalan, Kapolres dan Dandim 0829 Keliling Imbau Prokes

Ra Latif Bupati Bangkalan, Kapolres dan Dandim 0829 Keliling Imbau Prokes

BintangPos, Bangkalan –  Pemandangan langka terlihat di jalan-jalan utama desa di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger, Kamis (10/6/2021).

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif), Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto, serta Komandan Kodim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo menaiki mobil double kabin operasional polres.  

Ketiga pejabat tinggi itu silih berganti memberikan imbauan protokol kesehatan kepada masyarakat melalui pengeras suara dari atas mobil. Sesekali mereka turun dari mobil untuk berjalan kaki ketika dihadapkan dengan medan sulit.

“Bapak-Ibu dan tretan sadejeh (saudara sekalian), pakailah masker, hindari kemurunan, dan sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun. Mari kita selesaikan bersama masalah corona ini,” imbau Ra Latif dalam Bahasa Madura.

Seperti diketahui, hasil kegiatan rapid test antigen di Kecamatan Arosbaya yang menjadi episntrum utama lonjakan kasus Covid-19 mendapatkan 70 kasus OTG dari 161 orang yang diperiksa.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo usai gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito, Menteri Kesehatan, Budi Gunardi Sadikin, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, Selasa (8/6/2021).

Sedangkan hasil pemeriksaan swab PCR terhadap para tenaga kesehatan puskesmas jajaran disampaikan Sudiyo, tercatat sebanyak 50 kasus positif terkonfirmasi dan 26 tenaga kesehatan dari RSUD Syamrabu. Total sebanyak 76 tenaga kesehatan dinyatakan positif terkonfirmasi. Termasuk tiga tenaga kesehatan yakni dokter, bidan, dan perawat yang meninggal.

“Bapak-Ibu, apabila tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak mohon tetap berada di dalam rumah. Sekali lagi, mari bersama-sama menyelesaikan masalah corona ini agar segera meninggalkan Bangkalan,” pungkas Ra Latif.

Ditemui di mapolres, Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto menyatakan, kehadirannya bersama Bupati dan Komandan Komdim 0829 tidak lain untuk mengingatkan warga betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan di tengah kondisi meningkatnya kasus Covid-19.

“Kami memberikan imbauan menggunakan kearifan lokal agar masyarakat benar-benar mengerti akan bahaya pandemi corona. Kami juga tentu ingin virus corona ini segera berakhir,” kata Didik.

Ia menambahkan, lonjakan wabah Covid-19 yang terjadi di Kabupaten merupakan tanggung jawab bersama dalam upaya menjaga diri agar penyebarannya tidak semakin meluas. “Mohon sekiranya apabila tidak berkepentingan mendesak, tunda dulu untuk meninggalkan rumah” pungkas mantan Kapolres Pacitan kelahiran Bojonegoro itu. Dbs-tri

 

 

Ra Latif Bupati Bangkalan Pastikan Bakal Optimalkan Upaya Tangani Covid-19

Ra Latif Bupati Bangkalan Pastikan Bakal Optimalkan Upaya Tangani Covid-19

BintangPos, Bangkalan –  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya kembali melakukan kunjungan ke Kabupaten Bangkalan, Rabu (09/06/2021) malam. Dalam kunjungan itu gubernur langsung menggelar rapat terbatas di Kantor Pemkab Bangkalan mengenai penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Amin Imron yang menerima kunjungan sekaligus rapat dengan gubernur bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya memastikan siap melaksanakan arahan. Selain itu akan mengoptimalkan penanganan Covid-19 di Bangkalan.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat terbatas dengan Forkopimda Jatim. “Rapat terbatas membahas mengenai evaluasi penanganan Covid-19 di Bangkalan,” katanya.

Bupati menjelaskan, terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh orang nomor satu di Jatim itu. Diantaranya mengenai upaya yang telah dilakukan agar lebih dimaksimalkan kembali termasuk mengetatkan penyekatan dibeberapa titik. 

“Alhamdulillah upaya ini dinilai gubernur sangat efektif untuk menekan laju penyebaran Corona,” ungkapnya.

Lebih lanjut bupati mengatakan, gubernur juga menekankan agar semua yang terlibat penanganan Covid-19 secara masif melakukan 3T yakni antara lain, testing, tracing dan treatment.

“Artinya kalau tes Covid-19 sudah dilakukan dan ketahuan segera dilacak, harus dilacak dan kalau sudah ketemu segera lakukan isolasi, itu pesan gubernur,” paparnya.

Tidak hanya itu,  meminta masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Upaya ini tidak lain untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Acara rapat terbatas tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkalan Drs Mohni MM, Sekda Bangkalan Taufan Zairinsyah, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo  dan sejumlah pejabat lainnya. Dbs-Ara

Ra Latif Rapat Terbatas dengan Gubernur, Bahas Penanganan Covid-19

Ra Latif Rapat Terbatas dengan Gubernur, Bahas Penanganan Covid-19

BintangPos, Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif Kembali menerima kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  Kapolda dan Pangdam V Brawijaya ke Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/6/2021) malam. Dalam kunjungan itu Gubernur langsung menggelar rapat terbatas di Kantor Pemkab Bangkalan mengenai penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

“Rapat terbatas membahas mengenai evaluasi penanganan Covid-19 di Bangkalan,” kata Ra Latif usai acara.

Menurut bupati, terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh orang nomor satu di Jatim itu. Diantaranya mengenai upaya yang telah dilakukan agar lebih dimaksimalkan kembali termasuk mengetatkan penyekatan dibeberapa titik. 

“Alhamdulillah upaya ini dinilai gubernur sangat efektif untuk menekan laju penyebaran Corona,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Bupati, Gubernur juga menekankan, agar semua yang terlibat penanganan Covid-19 secara masif melakukan 3T yakni antara lain, testing, tracing dan treatment.

“Artinya kalau tes Covid-19 sudah dilakukan dan ketahuan segera dilacak, harus dilacak dan kalau sudah ketemu segera lakukan isolasi, itu pesan gubernur,” ungkapnya.

Selain itu,  meminta masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Upaya ini tidak lain untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Acara rapat terbatas tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkalan Drs Mohni MM, Sekda Bangkalan Taufan Zairinsyah, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo  dan sejumlah pejabat lainnya. Dbs-Ara

 

Pemprov Pusat Dorong Percepatan Penanganan Covid-19 di Bangkalan

Pemprov Pusat Dorong Percepatan Penanganan Covid-19 di Bangkalan

BingtangPos,Bangkalan –  Lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan mendapat perhatian serius pemerintah provinsi (pemrov) hingga pusat. Buktinya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito, dan Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa datang ke Kota Salak untuk mengetahui sejauh mana upaya tim gabungan dalam memutus persebaran Covid-19.

Menkes, kepala BNPB, dan gubernur Jatim mendatangi beberapa lokasi di Bangkalan. Yaitu, Puskesmas Kecamatan Kota Bangkalan, posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Perumahan Griya Abadi, dan RSUD Syamrabu. Selama di Bangkalan, rombongan didampingi Bupati Abdul Latif Amin Imron.

Kepala BNPB Ganip Warsito menyatakan, kedatangannya ke Kota Salak untuk mendampingi penanganan kasus Covid-19 yang melonjak. Salah satu upaya yang perlu dimaksimalkan, kata dia, peran dan fungsi posko PPKM mikro. ”Karena posko ini punya tugas dan fungsi melakukan pencegahan. Antara lain, penegakan prokes. Jadi, bumper pertama supaya tidak sakit, menggunakan masker,” katanya.

Menurut dia, konsistensi penggunaan masker oleh masyarakat juga sangat penting. Sebab, dengan menggunakan masker, kemungkinan terpapar Covid-19 sangat kecil, sekitar 5 persen. ”Sementara 95 persen lainnya sudah terlindungi,” kata jenderal alumni Akademi Militer (Akmil) 1986 itu.

Jenderal kelahiran Magelang itu berharap seluruh tokoh masyarakat berperan dalam penerapan prokes. Terutama di daerah yang dianggap sebagai episentrum persebaran Covid-19. Misalnya, di Kecamatan Arosbaya, Klampis, dan Kota Bangkalan.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Bangkalan adalah memberikan perhatian penuh pada rumah sakit. Baik dari sisi sarana dan prasarana (sarpras), sumber daya manusia (SDM), mauun obat-obatan.

Dia menambahkan, RSUD Syamrabu merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan Covid-19 di Bangkalan yang saat ini kapasitasnya sempat penuh. Karena itu, pasien yang datang diurai dan dikirim ke beberapa rumah sakit yang ada di Surabaya. Keterbatasan tempat tidur di RSUD Syamrabu teratasi. Pemerintah pusat akan men-support tenaga dokter dan perawat di rumah sakit milik Pemkab Bangkalan tersebut.

”Untuk nakes yang akan diperbantukan masih dikoordinasikan dengan manajemen RSUD Syamrabu. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga akan bicara dengan pusat pendidikan tenaga kesehatan di Surabaya supaya mengirim nakes-nakesnya (ke Bangkalan, Red),” tambahnya.

Upaya lain yang akan dilakukan pemerintah adalah mempercepat vaksinasi. Dia berjanji akan men-dropping 10–20 ribu vaksin di Kota Salak. Langkah itu untuk memperkuat antibodi masyarakat supaya tidak mudah terpapar Covid-19.

Sadikin mengaku telah menerima informasi nakes yang juga terpapar Covid-19. Karena itu, pemerintah menjamin pelayanan terbaik untuk para pejuang Covid-19 yang turut terpapar. ”Nanti jika ada (nakes, Red) yang kena, minta tolong bu gubernur untuk langsung dirujuk ke Surabaya,” pesannya.

Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku sudah mengindetifikasi daerah-daerah yang rumah sakitnya bed occupancy ratio (BOR) di atas 80 persen. Dia minta agar rumah sakit yang BOR-nya banyak melakukan pengurangan, ”Secara teknis, tidak boleh ada rumah sakit yang bornya di atas 80 persen (menerima pasien, Red) harus dirujuk,” ingatnya.

RSUD Syamrabu di-back-up enam rumah sakit penyangga. Dua di antaranya milik Pemprov Jatim. Yaitu, RSUD dr Soetomo dan RSUD Haji. Sementara empat sisanya RS Unair, RS PHC, RS Adi Husada, dan RS Al Irsyad. ”Rumah Sakit dr Soetomo alatnya sangat lengkap, dokternya komplet, BOR-nya juga rendah sehingga memungkinkan dijadikan rujukan utama. Jangan sampai RSUD Syamrabu overkapasitas,” imbuhnya.

Pada momentum Lebaran Idul Adha nanti, sambung Khofifah, ada tradisi toron yang biasa dilakukan oleh masyarakat Madura. Karena itu, dia mengimbau tradisi tahunan itu untuk sementara tidak dilaksanakan. Dengan begitu, upaya percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia. ”Suasana saat ini tidak cukup kondisif untuk berkerumun. Kita harap semuanya sehat dan Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik,” tegasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Direktur RSUD Syamrabu Nunuk Kristiani mengatakan, upaya pemenuhan sarpras dan nakes yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi akan membantu institusinya. Apalagi, jumlah pasien Covid-19 terus berdatangan. ”Paling banyak dari Kecamatan Klampis dan Arosbaya. Kita terima bantuan obat-obatan dan APD,” katanya.

Dia menerangkan, saat ini terdapat 93 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Syamrabu. Sebagian ada yang dirujuk ke rumah sakit penyangga di Surabaya. Rata-rata yang dirujuk adalah pasien dengan kondisi sudah berat. Dalam sehari, RSUD Syamrabu pernah merujuk empat pasien ke Surabaya.

”Kami kekurangan dokter dan perawat. Salah satunya, dokter spesialis radiologi, anestesi, dan paru. Saat inipihaknya terus berkomunikasi dengan berbagai rumah sakit di Jatim untuk menugaskan nakes ke RSUD Syamrabu. Karena pasiennya banyak, kami butuh dokter anestesi,” imbuhnya.

Bupati Bangkalan Abdul Latih Amin Imron kepada JPRM mengatakan, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Bangkalan. Di antaranya, penambahan tempat tidur di RSUD Syamrabu, sosialisasi, penyemprotan disinfektan, dan lainnya. Bahkan, dilakukan penyekatan di akses Suramadu dan Pelabuhan Kamal mulai Senin (8/6).

”Dari 1.364 yang di-rapid antigen, 28 orang dinyatakan reaktif. Namun setelah dilakukan swab PCR, terdapat delapan orang terkonfirmasi positif. Kehadiran Pak Menkes, kepala BNPB, dan gubenur menjadi motivasi bagi kami untuk mengoptimalkan tugas Satgas Covid-19 Bangkalan,” imbuhnya.

Di sisi lain, pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) M. Atoillah menyampaikan, Institute of Tropical Disease (ITD) menemukan adanya pasien positif asal Bangkalan yang terpapar Covid-19 varian baru. Yakni, varian B1.1.7 atau asal Inggris.

Atoillah menjelaskan, varian B1.1.7 tidak jauh berbeda dengan Covid-19 yang sudah ada. Namun, dalam hal kecepatan persebaran, varian B1.1.7 tersebut lebih cepat menularkan virus kepada orang lain. ”Sekitar 40–90 persen persebarannya jauh lebih cepat,” katanya.

Menurut dia, uji laboratorium yang dilakukan bersifat sampling. Dengan demikian, tidak semua pasien positif Covid-19 asal Bangkalan diuji spesimennya untuk menemukan varian virus baru tersebut. ”Mengingat sifat yang dipersyaratkan mudah, sangat mustahil semua spesimen akan diuji,” tandasnya. Dbs-rama

Berikut Upaya-upaya Pemkab Bangkalan Memangkas Lonjakan Covid-19

Berikut Upaya-upaya Pemkab Bangkalan Memangkas Lonjakan Covid-19

BintangPos, Bangkalan –  Bupati Bangkalan, RKH Abdul Latif Amin Imron memaparkan berbagai upaya yang sudah dilakukan pihaknya setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. Selain itu, Ra Latif sapaan Bupati Bangkalan menjelaskan indikasi-indikasi penyebab terjadinya lonjakan Covid-19 di wilayahnya.

 Paparan tersebut disampaikan Ra Latif saat Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 Wilayah Bangkalan di pendopo agung setempat, Selasa (08/06/2021). Rakor ini dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Letnan Jendral Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Komisi VII DPR RI.

Dilansir dari laman Pemkab Bangkalan, Ra Latif memaparkan bahwa untuk penanganan Covid-19 pihaknya telah menyiapkan petugas skrining sejumlah 99 orang dan didukung oleh petugas lainya sejumlah 178 orang.

 Disamping itu, Pemkab Bangkalan juga menyiapkan tenaga vaksinator sejumlah 121 orang dengan didukung oleh anggota komda KIPI. 

 Bupati juga melaporkan data mingguan penambahan kasus confirm, sembuh dan meninggal Kabupaten Bangkalan per tanggal 10 April 2020 s/d 7 Juni 2021. Dari dua minggu terakhir, terjadi peningkatan kasus dari 12 kasus menjadi 322. Dimana kasus tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Bangkalan. 

 Dalam menangani masalah tersebut, Pemkab Bangkalan telah menyiapkan fasilitas kesehatan di RSUD Syamrabu dengan menyediakan 150 tempat tidur yang telah digunakan oleh 93 pasien Covid-19. Sementara untuk OTG ditempatkan di Balai Diklat dengan kapasitas 74 tempat tidur dan sampai saat ini sudah digunakan oleh 35 OTG. 

“Untuk penanganan atau isolasi PMI kami menyiapkan Balai Latihan Kerja dengan kapasitas 30 tempat tidur, sampai saat ini terisi 17 orang,” papar bupati. 

 Ra Latif juga menyampaikan hasil kegiatan penyekatan tanggal 7 Juni 2021 di Akses Suramadu dan Pelabuhan Kamal. Sebanyak  1.364 orang yang rapid antigen dan hasilnya 28 orang dinyatakan reaktif. Setelah dilakukan swab PCR 8 orang terkonfirmasi positif. 

 Adapun berdasarkan hasil analisa penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi karena tranmisi lokal cluster keluarga dari pemudik, hari raya ketupat di Arosbaya ada tradisi kumpul bareng keluarga yang mengabaikan protokol kesehatan serta penolakan dilakukan tracing sehingga tidak bisa dilakukan deteksi dini dengan cara pemeriksaan swab 

 “Dari hasil analisa itu kami melakukan tindak lanjut dengan cara PPKM mikro, pembatasan gerak/mobilitas di wilayah Arosbaya dan sekitarnya, melakukan swab massal di wilayah Arosbaya yang diduga sebagai kantong penyebaran Covid-19, bekerjasama tim satgas Covid-19 Kecamatan Arosbaya dengan Kepala Desa untuk menemukan warga yang sakit yang tidak mau berobat, mencegah keterlambatan penanganan dan memperketat protokol kesehatan,” paparnya. 

 Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNBP RI Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan, kedatanganya ke Kabupaten Bangkalan dalam rangka memberi dukungan kepada Pemkab Bangkalan soal penanganan Covid-19. Dia juga menyarankan agar pemanfaatan posko PPKM mikro lebih dimaksimalkan. 

 “Kami juga siap membantu pemaksimalan posko tersebut. Karena manfaatnya juga lebih banyak bisa memaksimalkan penegakan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya. 

 Sementara Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penekanan angka penyebaran Covid-19 menjadi tugas bersama. Menkes menyarankan agar memanfaatkan peran semua stekholder untuk ikut mensosialisasikan pentingnya mencegah Covid-19. Sementara untuk kasus di Bangkalan, Menkes telah mengirim 30 alat ventilator ke RSUD Syamrabu Bangkalan. 

 “Kami juga akan mengirim tenaga kesehatan untuk membantu penanganan Covid-19 di Bangkalan,” ujarnya. 

 Sedangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan sudah menyiapkan beberapa rumah sakit penyanggah untuk membantu RSUD Syamrabu Bangkalan. 

 “Jadi RSUD rujukan itu tidak boleh melebihi 80 persen, kalau lebih bisa dirujuk ke Surabaya,” katanya. 

 Acara Rakor tersebut juga dihadiri Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan pihak terkait lainnya. Rombongan Menkes juga menyempatkan meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangkalan, Posko PPKM Mikro di Perumahan Griya Abadi, Desa Billaporah, Socah dan RSUD Syamrabu. Dbs-ara