Artija & Manisa Berdamai, Polisi Cabut Pagar di Tanah Sengketa

Artija & Manisa Berdamai, Polisi Cabut Pagar di Tanah Sengketa

Bintang Pos, Surabaya – Kasus perseturuan Artija dan anaknya, Manisa, di Kabupaten Jember Jawa Timur, akhirnya sepakat diselesaikan secara damai. Pada Kamis, 25 April 2013 malam, mereka menandatangani surat kesepatakan perdamaian.


Pada Kamis malam kemarin, Manisa sudah menyetujui untuk menyelesaikan perkara pencurian kayu bayur dan bambu oleh kakaknya, Ismail, dan keponakannya, Syafi’I secara kekeluargaan. Kasus tersebut juga menyeret ibu kandung Manisa, Artija.

Sebagai tindak lanjut, pada Jumat (26/4/2013), pagi tadi, polisi membongkar pagar pembatas tanah yang disengketakan di Dusun Gempal, Kelurahan Wirolegi, Jember.

Namun, pembongkaran pagar itu ditanggapi lain oleh pihak Artija. Dia tidak terima pagar itu dibongkar dan mengklaim tanah di dalam area pagar tersebut miliknya. Pembongkaran pagar itu pun membuat Artija histeris.

Syafi’i, cucu Artija, menuding polisi telah bohong karena dalam naskah perdamaian tidak menyebutkan ada pembongkaran pagar.

Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Jayadi, menuding ada pihak lain yang memperkeruh situasi. Menurut Jayadi, dalam kesepakatan tersebut jelas ada perdamaian kedua belah pihak untuk menyelesaikan kasus pidana pencurian secara kekeluargaan.

Perdamaian ini cukup mengejutkan. Pada sidang di Pengadilan Negeri Jember, Kamis kemarin, Manisa sempat menolak untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai. Manisa beralasan, dia tidak bermaksud melibatkan ibunya, namun hanya menyeret kakak dan keponakannya. (okz-pgh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *