ANPN Jatim Sayangkan Pihak-Pihak Perkeruh Suasana Jelang Pilgub

ANPN Jatim Sayangkan Pihak-Pihak Perkeruh Suasana Jelang Pilgub

Bintang Pos, Surabaya – Aliansi Partai Non Parlemen (APNP) Jatim menyayangkan pihak-pihak tertentu yang sengaja memperkeruh suasana kondusif jelang Pilgub Jatim 2013 dengan cara mengunggah rekaman pertemuan antara tim sukses pasangan Khofifah-Herman dengan pengurus parpol pengusung dan parpol non pengusung di youtube untuk mendiskreditkan pasangan calon lainnya.

“Sangat disayangkan pada bulan suci Ramadhan ini, masih ada orang-orang tertentu yang sengaja menghembuskan isu-isu politik yang mendiskreditkan bakal pasangan calon di Pilgub Jatim 2013,” kata Koordinator APNP Jatim, Jaelani kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/07).

Menurutnya, pengakuan dari sejumlah parpol yang seolah-olah mendiskreditkan pasangan KarSa adalah wajar. Karena mereka ingin menunjukkan dukungannya kepada Khofifah sekaligus untuk menaikkan bargaining politiknya kepada Khofifah.

“Juru bicara PDP, Dahlan usai pertemuan itu mengaku pada saya hadir karena disuruh ketua umum tapi PDP tetap mendukung KarSa. Sebab, bergaining politik yang ditawarkan tidak disepakati oleh Khofifah,” ujarnya.

Namun jika dirunut sejarah, lanjutnya, justru APNP Jatim yang merasa kecolongan dan didholimi. Karena, sejak jauh hari APNP Jatim yang beranggotakan 23 parpol non parlemen sudah mendukung ke KarSa dan diserahkan kepada KPU Jatim pada 13 Februari 2013, kendati tahapan Pemilukada Jatim belum dimulai.

“PPNUI, PMB, PK, PKPI, PKPB yang menyebrang ke Khofifah-Herman itu awalnya mendukung KarSa. Jadi justru APNP Jatim yang dicopet. Kalau ada orang yang bilang KarSa merebut parpol pendukung Khofifah itu justru memutarbalikkan fakta,” ungkapnya.

Apa yang tengah dilakukan APNP Jatim, tambah Ketua DPD Partai Barnas Jatim ini, adalah bagian dari upaya mempertahankan agar 23 parpol non parlemen yang sudah mendukung KarSa tidak mengalihkan dukungan hanya karena iming-iming uang.

“Tak ada makan siang gratis dalam politik, apalagi parpol non parlemen tidak bisa ikut pemilu 2014. Jadi kalau mereka mengalihkan dukungan, secara logika itu karena diiming-imingi imbalan yang lebih besar,” imbuhnya.

Berdasarkan data APNP Jatim, DPW PPNUI Jatim memberikan dukungan ke KarSa tertanggal 26 Januari 2013. PMB Jatim tertanggal 5 Januari 2013, PK Jatim tertanggal 23 Januari 2013, PKPI Jatim tertanggal 24 Januari, dan PKPB Jatim tertanggal 27 Januari 2013. (sko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *