Anggota DPRD Surabaya Pimpin Aksi Anarkis Liponsos

Anggota DPRD Surabaya Pimpin Aksi Anarkis Liponsos

Bintang Pos, Surabaya – Anggota DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana diduga ikut memimpin aksi anarkis di Lingkungan Pondok Sosial, Selasa, untuk membebaskan M Fiqih, warga Dupak, yang dititipkan Polrestabes Surabaya usai tertangkap razia di Kawasan Darmo Park, Senin (13/5).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Liponsos, Keputih, Surabaya, Sri Supatmi, mengatakan bahwa ada belasan orang yang mengaku dipimpin anggota DPRD Surabaya dari PDI Perjuangan Agustin Poliana yang mendatangi Liponsos dengan cara anarkis, karena terjadi aksi pemukulan terhadap petugas jaga Liponsos.

“Karena kedatangan mereka itu dini hari, maka proses pengeluarannya tidak bisa dilakukan,” kata Supatmi.

Akibat penolakan itu, beberapa orang yang mendatangi Liponsos langsung memukul petugas yang sedang berjaga, di antaranya Arifin, Hari Sulistyo dan Anwar.

“Upaya pemukulan itu sempat ditangkis Anwar yang dapat pukulan pertama kali, sehingga tidak sampai terjadi luka serius,” ujar Supatmi.

Dengan kejadian itu, Supatmi sangat menyesalkan tindakan tersebut, apalagi jika terbukti benar dipimpin salah seorang wakil rakyat.

Menurut Supatmi, Agustin Poliana sudah sering mengeluarkan orang di Liponsos Keputih, tapi dilakukan tidak malam hari.

“Proses pengeluaran orang di Liponsos hanya dilakukan siang hari, sementara untuk penerimaan orang dilakukan 24 jam, sehingga bisa sewaktu-waktu,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Agustin Poliana mengatakan bahwa dirinya telah berusaha untuk melakukan koordinasi sesuai prosedur, namun tidak satu pun pejabat terkait yang bisa dihubungi, sementara M Fiqih harus sekolah pada pagi harinya.

“Seluruh prosedur telah kami tempuh dengan menghubungi kepala dinas dan beberapa staf Liponsos, tetapi tidak ada yang aktif sehingga saya didampingi sejumlah warga yang juga kader PDIP mendatangi kantor Liponsos untuk meminta secara baik-baik agar M Fiqih dikeluarkan dengan jaminan nama saya, karena dia harus bersekolah, namun justru mendapat sambutan yang tidak kooperatif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa M Fiqih adalah anak dari salah satu ketua RW di wilayah Dupak Surabaya dan korban salah tangkap dari razia petugas.

Terkait insiden pemukulan terhadap petugas jaga Liponsos, Agustin mengatakan kejadiannya berlangsung begitu saja karena petugas jaga yang menemuinya selalu saja berkata kasar dan berusaha untuk mengusirnya.

“Insiden yang terjadi di Liponsos itu benar-benar tidak kami kehendaki apalagi kami rencanakan, itu murni spontanitas karena salah satu petugas yang mendatangi kami berkata-kata kasar dan mengkait-kaitkan nama besar ibu Megawati, Ketua Umum PDIP, yang disebutnya sebagai pencetus adanya tenaga ‘outsourcing’. Itu tidak ada hubungannya dengan kasus yang sedang kami urus, tentu saja saya langsung emosi dan terjadilah pemukulan itu,” ceritanya.

Menyikapi aksi salah satu kadernya, Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan dirinya baru mengetahui kabar itu pada Selasa siang dan segera akan menindaklanjuti kasus tersebut.

Wisnu berjanji akan segera melakukan klarifikasi kasus itu untuk disampaikan ke masyarakat, agar tidak terjadi salah paham. (ant-pgh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *