Ahok: Pemprov DKI tetap bangun megaproyek

Ahok: Pemprov DKI tetap bangun megaproyek

Jakarta –  Meski mendapat penolakan dari sebagian pihak atas pembangunan enam ruas tol dalam kota, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan tetap membangun megaproyek itu. Keberatan beberapa pihak ini disebabkan perbedaan sikap Basuki saat masih berkampanye untuk menjadi wakil gubernur dan pada saat ia telah menjadi Wakil Gubernur DKI.
“Dulu, keberatan mereka apa? Mereka pikir, kita bangun tol, tapi tidak memikirkan transportasi massalnya,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Dia mengklaim, Pemprov DKI telah berbuat banyak untuk penambahan transportasi massal Ibu Kota. “Kita sudah bangun MRT, LRT mau kita bangun. Kita anggarkan lagi untuk penambahan bus tingkat. Kita tambah unit transjakarta. Kita juga sudah bikin autoringroad. Jadi, ini ceritanya sudah beda, Bos,” ujar Basuki.

Saat kampanye Pilkada DKI 2012, Basuki bersama Joko Widodo menentang pembangunan enam ruas tol dalam kota karena dianggap hanya menambah ruang bagi kendaraan pribadi. Ternyata, setelah mendapat penjelasan dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum serta investor, pembangunan tol itu diperlukan.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku menyetujui program senilai Rp 42 triliun itu karena tersedia ruas khusus untuk transportasi massal.

“Jadi, nanti transjakarta yang di jalan biasa ada 12 koridor dan 9 koridornya layang. Tiga koridor transjakarta layang dan enam koridor tambahan di tol dalam kota layang itu. Kita jadi ‘Jakprem’ (Jakarta Preman)-lah,” kata alumnus Universitas Trisakti itu.

Proyek kepemilikan PT Jakarta Tollroad Development itu awalnya ditargetkan rampung pada 2022. Namun, Basuki meminta percepatan pembangunan hingga 2018. Pembangunan infrastruktur ini demi menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2019.

Meskipun nantinya Basuki tidak lagi menjabat gubernur, ia berharap masih dapat menikmati proyek itu sebagai warga Jakarta.

Proyek ini dibagi dalam empat tahap. Tahap pertama ialah ruas Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Pulogebang sepanjang 9,44 kilometer senilai Rp 7,37 triliun. Tahap kedua ialah Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun. Tahap ketiga ialah Koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,70 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Terakhir, Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. Total panjang ruas enam tol dalam kota ialah 69,77 kilometer.kms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *