Ada ‘Sutradara’ di Balik Kicauan Nazarudin

Ada ‘Sutradara’ di Balik Kicauan Nazarudin

Jakarta  – Anas Urbaningrum menilai ada sosok orang kuat yang berada di balik sejumlah tudingan yang dilontarkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazarudin terhadap dirinya.Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, Senin 28 April 2014, mengatakan bahwa sosok Nazar tidak berperan besar. Menurutnya, ‘orang kuat’ itulah yang mengendalikan Nazar.

“Kalau itu (tudingan Nazar), kan ada sutradaranya. Nazar nggakpenting di situ, yang penting sutradaranya,” kata Anas, usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta.

Namun, saat ditanyakan mengenai siapakah ‘sutradara’ tersebut, Anas enggan menyebutkannya. Saat dikonfirmasi apakah orang tersebut berasal dari Cikeas, Anas juga tidak mau menjawabnya. “Saya kan, bukan lurah di sana, mana tahu saya,” ujarnya.

Sejumlah tudingan memang diketahui pernah dilontarkan Nazar terhadap Anas. Di antaranya Nazar mengatakan bahwa Anas memiliki tambang batu bara, hotel di Bali hingga menyimpan uang sebanyak 2 triliun di Singapura. Anas pun telah membantah semua tudingan koleganya tersebut.

Anas diketahui kembali menjalani pemeriksaan penyidik KPK pada hari ini. Usai menjalani pemeriksaan, Anas mengaku bahwa berkas pemeriksaannya akan segera rampung. “Kalau jadwalnya, mestinya tanggal 9 Mei itu sudah P21,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemeriksaannya kali ini adalah untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Terkait berkasnya yang hampir rampung, Anas pun mengatakan siap untuk menghadapi proses persidangan. “Lahir batin sih enggak, tetapi batin lahir iya,” ucapnya singkat.

Pemeriksaan Mendadak

Sementara itu, pengacara Anas, Adnan Buyung Nasution, yang mendampingi kliennya mengatakan bahwa salah satu yang ditanyakan penyidik adalah terkait uang Rp1 miliar yang pernah disita KPK dari rumah pribadi istri Anas, Athiyyah Laila di Jalan Teluk semangka blok C 9 Kav 1 SHM 4747, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Namun, Adnan menilai bahwa pemeriksaan terhadap klien tersebut mendadak dan hanya mencari-cari kesalahan kliennya semata. “Kesan saya secara umum, ini KPK masih mencari-cari gitumuter-muter cari kesalahan Anas apa,” kata Adnan.

Bahkan, mantan Wantimpres tersebut mengusulkan agar lembaga anti korupsi itu untuk dibubarkan saja. “Makanya saya bilang, KPK nggak boleh lama-lama, itu kan mereka rencana mau bikin gedung yang baru, saya bilang mudah-mudahan nggak sampai terjadi, keburu kita bubarkan saja KPK ini,” ujarnya.

Adnan menuturkan, konsep awal didirikannya KPK adalah untuk menjadi trigger polisi dan kejaksaan untuk memberantas korupsi.

“Maka KPK, ini harus berusaha ke sana. Kalau polisi dan jaksa sudah jalan,  KPK bubar, mundur, tidak baik ada struktur dalam struktur. Makanya, pikiran orang mau bikin KPK di tiap provinsi itu salah, apa gunanya polisi sama jaksa,” jelasnya.vns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *