Said Dekati Ponpes Darul Amin Sampang

Said Dekati Ponpes Darul Amin Sampang

Bintang Pos, Sampang – Calon Wakil Gubernur (Cawagub), Said Abdullah makin intensif mendekati kiai terkemuka di Madura. Kali ini, Cawagub yang diusung PDI Perjuangan itu sowan ke kediaman Kiai Abdul Malik Nawawi, Pengasuh Ponpes Darul Amin, Desa Pandyangan kecamatan Robatal, Sampang, Senin (22/7) malam.

Dalam silaturrahimnya, Said mendapat petuah dari kiai Abdul Malik. Dia menitip pesan kepada Said agar ada kesetaraan perhatian dari pemerintah terhadap pendidikan umum maupun Pondok Pesantern (Ponpes).

“Belum ada kesetaraan perhatian dari pemerintah terhadap pendidikan umum dengan pondok pesantren. Pesan ini juga saya sampaikan kepada empat calon bupati Sampang saat pilkada lalu,” ujarnya.

Senada dengan kiai Abdul Malik, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Ponpes Darul Amin, Marhum, mengatakan perhatian dari pemerintah terhadap sekolah negeri dan swasta masih belum berimbang. “Termasuk kepada pondok pesantren. Bisa dibilang minim sekali perhatiannya,” ucapnya.

Pesan disampaikan kiai Abdul Malik sejatinya juga menjadi keprihatinan Said Abdullah sejak lama. Di berbagai kesempatan sebelum ini, Said kerap menyampaikan adanya ketimpangan di dunia pendidikan tersebut.

Malah, kata Said, pendidikan di madrasah tidak disiapkan untuk mencetak generasi-generasi yang berdaya saing dan handal. “Tapi, itu bukan kesalahan dari yayasan atau lembaga sekolah. Sebab pendidikan adalah tanggung jawab penuh dari pemerintah,” cetusnya.

Sebelum berkunjung ke Ponpes Darul Amin, Anggota DPR RI itu menghadiri undangan tokoh masyarakat dan pemuka agama Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Dialog menjelang buka bersama diikuti ratusan warga setempat dan sekitar.

Dalam dialog itu, warga ingin mendengarkan jawaban secara langsung dari Said seputar penyelesaian konflik kelompok berbungkus keagamaan yang terjadi belakangan waktu di wilayah ini. Warga juga ingin mengetahui lebih jauh sosok dan program pasangan nomor urut 3, Bambang DH-Said Abdullah.

Menjawab pertanyaan warga, Said Abdullah menjelaskan jika di Madura hampir tidak pernah ada catatan sejarah yang menuliskan adanya konflik agama. “Hampir tidak pernah ada sejak zaman babat tanah Madura kecuali konfilk yang terjadi beberapa waktu lalu. Orang Madura sangat toleran dan moderat,” tuturnya.

Bagaimana solusinya kelak ketika jadi pemimpin untuk menuntaskan konflik ini?. Said menyebut bentuk penyelesaiannya adalah menggelar dialog antar pihak-pihak terkait. “Dengan dialog pasti ada solusi. Pemerintah memfasilitasi semua pihak. Untuk isme-ismenya (faham), bukan kewenangan pemerintah, kita kembalikan kepada ulama,” jelasnya. (sko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *