52 Mantan PSK di Banyuwangi Kehilangan Hak Suara

52 Mantan PSK di Banyuwangi Kehilangan Hak Suara

Bintang Pos, Banyuwangi – Sebanyak 52 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti pelatihan keterampilan dan wirausaha gelombang kedua di Banyuwangi, tidak bisa memberikan hak suaranya dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Kamis (29/8/2013).

Para mantan PSK itu sebelumnya bekerja di lokalisasi Bomowaluyo, Wonosobo, Banyuwangi. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak KPU agar diusahakan TPS keliling yang datang ke tempat pelatihan. Tapi kami di sarankan untuk menghubungi TPS terdekat,” kata Tunggul, Ketua Panitia Pelatihan.

Tunggul juga mengaku telah menghubungi TPS terdekat. “Sayangnya TPS terdekat tidak siap. Padahal dari peserta pelatihan ada 21 orang yang mendapatkan surat panggilan C6 untuk ‘nyoblos’ di TPS 08 Rejoagung Kecamatan Srono. Sedangkan sisanya berasal dari Kabupaten Jember dan Lumajang,” kata Tunggul lagi.

Sementara itu, Siti Juwariyah salah satu peserta pelatihan, dia kecewa karena tidak bisa memilih. “Padahal saya sudah ada pilihan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Yuli, mantan PSK lainnya. “Saya nggak dapat surat panggilan C6. Tapi saya sudah bawa KTP. Saya pikir ada TPS keliling. Kecewa sih. Tapi gimana lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 251 bekas PSK mengikuti pelatihan yang diadakan Kementerian Sosial hingga 17 September 2013 mendatang. Mereka dibagi dalam lima gelombang dengan masa pelatihan setiap kelompok selama lima hari.

Mereka juga akan mendapatkan dana Rp 7,8 juta sebagai modal usaha. Anggaran tersebut berasal dari Kementerian Sosial RI dengan total anggaran Rp 1,9 miliar.(kom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *