5 Tahun jadi Wagub Jatim, Gus Ipul masih ber-KTP Jakarta

5 Tahun jadi Wagub Jatim, Gus Ipul masih ber-KTP Jakarta

Bintang Pos, Jakarta – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013, yang dilaksanakan pada Kamis (29/8), akan diikuti para calon ber-KTP Jakarta. Dari empat pasangan calon yang dipastikan ikut mencoblos, hanya dua cagub dan satu cawagub yang ikut menggunakan hak suaranya. Sisanya, meski lahir di Jawa Timur, identitas mereka berdomisili Jakarta.

Siapa saja pasangan calon yang ikut menggunakan hak suaranya? Data di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah), merupakan satu-satunya pasangan yang tidak ber-KTP Jawa Timur.

Meski lahir di Jawa Timur, saat mendaftar ke KPU Jawa Timur, Khofifah menggunakan KTP Jakarta. Sementara Herman, meski pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, dia juga menggunakan identitas Jakarta.

Selanjutnya pasangan incumben, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Pasangan nomor urut 1 ini, hanya Soekarwo yang ikut menggunakan hak pilihnya. Sementara Gus Ipul (Saifullah Yusuf), meski sudah menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur selama lima tahun, dia masih ber-KTP Jakarta.

Pasangan nomor urut 2, Eggi Sudjana-M Sihat yang maju via jalur independen. Hanya M Sihat yang ber KTP Surabaya, Jawa Timur. Sementara Eggi, ber-KTP Jakarta.

Pun begitu dengan pasangan pasangan calon asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah, hanya Bambang yang beridentitas Surabaya. Sedangkan Said Abdullah, meski notabenenya sebagai putra Madura, dia ber-KTP Jakarta.

“Data Bawaslu menyebutkan, saat para calon tersebut mendaftar sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur, ternyata menggunakan KTP terbaru. Dalam KTP tersebut, mereka tercatat sebagai penduduk Jakarta, bukan Jawa Timur,” kata Ketua Divisi Penindakan Bawaslu Jawa Timur, Sri Sugeng Pudjiatmoko, Rabu (28/8).

Dari empat pasangan calon itu, kata Sri Sugeng, hanya pasangan Khofifah-Herman yang ber-KTP Jakarta. “Mereka tidak memiliki hak pilih dalam Pilkada,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan anggota KPU Jawa Timur Najib Hamid. Bila memang para calon ber-KTP Jakarta, maka tidak bisa mendapatkan hak pilih dalam Pilgub Jawa Timur nanti.

“Mereka bukan orang Jawa Timur. Boleh mencalonkan sebagai calon, tapi untuk menggunakan hak pilih haruslah orang yang beridentitas Jawa Timur. Karena bukan warga Jawa Timur, mereka juga tidak masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Karena tidak masuk (DPT), maka tidak mungkin mereka bisa mencoblos di wilayah Jawa Timur,” tegas Najib.(mdk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *