5 Pelajar Indonesia Siap Adu Jago di Kompetisi Sains Internasional

5 Pelajar Indonesia Siap Adu Jago di Kompetisi Sains Internasional

Bintang Pos, Jakarta – Intel Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima lima delegasi Indonesia untuk berkompetisi ke Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2013.
Director of Public Affairs Intel Indonesia Deva Rachman mengatakan, Intel telah mensponsori kompetisi teknik dan sains pra-universitas terbesar di dunia sejak 1997. Dia percaya, mendorong semangat generasi muda untuk mempelajari matematika dan sains sangat penting bagi kepentingan ekonomi global dan masa depan dunia.

“Melalui kompetisi ISEF, kami menghargai semangat para pelajar untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas individu-individu berbakat dari seluruh dunia, agar dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya. Kami yakin mereka akan terus mengaplikasikan bakat mereka dalam mengatasi tantangan-tantangan terbesar dalam hidup,” ujar Deva dalam Konferensi Media Intel Education Day 2013 di Gedung A lantai 3, Ruang Auditorium Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, kemarin.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel menjelaskan, ini adalah inisiatif yang sangat baik. Sebab, ini merupakan kesempatan bagi anak-anak muda untuk memperlihatkan kemampuan mereka di bidang inovasi dan sains di tingkat internasional.

“Upaya kerjasama di bidang pendidikan sains ini akan mempererat hubungan antar individu dan merupakan salah satu kunci kemitraan yang komprehensif,” ucapnya.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim memaparkan, pendidikan adalah langkah penting pertama menuju pemberdayaan yang akan melengkapi setiap individu dengan pengetahuan dan keahlian untuk memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.

“Bersama dengan Intel Indonesia, kami dengan bangga mengumumkan lima pemenang nasional yang akan mewakili Indonesia di ISEF 2013. Mereka adalah Jovita Nathania, Maria Christina Yolenta Lestari, Rosinta Handinata, Hani Devinta Sari, dan Muhammad Imadudin Siddiq,” ungkap Lukman.

Kelima siswa tersebut, lanjutnya, akan dibagi dalam tiga kelompok. Masing-masing akan mempresentasikan proyek penelitian mereka yang berjudul ‘Having Fun Learning about Coral’, ‘Magic Test Paper: Formaldehyde Test Kit Derived from Natural Blue Pigment of Clitoria ternatea Flower Extract’ dan ‘Utilization of Eggshell Waste as Ant Repellent for Bio-plastic Food Packaging.

Finalis Intel ISEF tiap tahun dipilih dari lebih 550 kegiatan terkait dengan pameran ini di seluruh dunia. Proyek mereka kemudian akan dievaluasi secara bergantian oleh lebih dari 1.000 juri dari tiap disiplin ilmu sains, di mana masing-masing umumnya telah memiliki gelar Ph.D. atau setara dengan enam tahun pengalaman kerja profesional di salah satu disiplin ilmu sains. Daftar lengkap para finalis dapat dilihat di www.intel.com.(okz-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *