31 Joki Ditangkap, UMM Bakal Lapor Kemendiknas

31 Joki Ditangkap, UMM Bakal Lapor Kemendiknas

Bintang Pos, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berencana akan melaporkan kasus tertangkapnya 31 orang joki dalam proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Pasalnya, praktek jasa joki digunakan agar mahasiswa bisa masuk ke perguruan tinggi dengan cara yang tidak dibenarkan dianggap sebagai pembohongan intelektual. “Saya akan melaporkan kasus ini ke pak Menteri Pendidikan, bahkan saya akan mendatangi langsung ke rektor yang diketahui jokinya adalah mahasiswanya. Karena berdasarkan informasi, pelaku joki adalah mahasiswa,” tegas Rektor UMM, Muhadjir Effendi, Senin (13/5/2013).

Ia mengaku prihatin dengan terungkapnya joki tes masuk perguruan tinggi tersebut. Untuk itu, pihaknya berharap kasus tersebut bisa diusut tuntas. Bahkan jika nantinya salah satu pegawai UMM ada yang terlibat, ia berjanji akan langsung memberikan sanksi berupa pemecatan.

“Apa jadinya bangsa ini jika generasinya sudah melakukan pembohongan sejak mahasiswa, kalau sudah jadi pemimpin bisa jadi koruptor nanti. Praktik joki adalah pelanggaran berat yang harus diusut tuntas. Bukan tidak mungkin joki ini terjadi di perguruan tinggi lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Fauzan, Pembantu Rektor II UMM sekaligus pantian PMB UMM, dari 31 joki yang tertangkap, dua diantaranya diketahui adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ternama di Surabaya. Keduanya menyamar sebagai calon mahasiswa baru membaur bersama 2.027 peserta tes PMB jalur reguler gelombang pertama. Keduanya mengerjakan 100 soal tes untuk kemudian soal dan jawaban dibagi ke joki yang lain menggunakan alat elektronik berupa alat komunikasi yang sudah dimodifikasi.

“Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan pengawas tes PMB, dua pelakukanya memang mahasiswa senior PTS di Surabaya. Tetapi kami tidak bisa mengungkapkan namanya karena masih dalam tahap penyelidikan,” kata Fauzan.

Selain dua joki asal Surabaya, lanjut Fauzan, satu joki diketahui berasal dari salah satu PTS terkenal di Malang. “Praktik joki ini cukup canggih karena menggunakan alat komunikasi yang sudah dimodifikasi. Bahkan kabarnya proses komunikasi dikendalikan dari hotel di Batu dan Malang. Saat ini pihak kepolisian masih mengejar pelaku yang tidak secara langsung mengikuti tes,” pungkas Fauzan.(brj-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *