300 Ayam Ketawa Berkompetisi di Surabaya

300 Ayam Ketawa Berkompetisi di Surabaya

Bintang Pos, Surabaya- Suasana di gedung Sentra Ikan Bulak (SIB) terlihat berbeda dari biasanya. Ada keriuhan yang membuat bangunan yang diperuntukkan bagi pedagang olahan hasil laut ini lebih meriah. Keriuhan suara ratusan ayam.

Sekitar 300 Ayam Ketawa dari berbagai kota di Indonesia, tampil dalam kontes Ayam Ketawa tingkat nasional Walikota Cup II di Sentra Ikan Bulak, Minggu (02/06/2013). Kontes Ayam Ketawa ini didukung Komunitas Pecinta Ayam Ketawa Surabaya Raya (Kompak Surya).

Ketua penyelenggara, Gagat Radityo mengatakan, kontes Ayam Ketawa ini diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Di antaranya dari Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Bandung, Puwokerto, Solo, Wonosobo, Jogjakarta dan beberapa kota di Jatim seperti Sampang dan Pamekasan.

“Ayam Ketawa ini aset asli bangsa Indonesia. Suaranya ini bukan rekayasa tetapi alami, ada vibrasinya,” tegas Gagat.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang hadir di SIB, terlihat semangat saat membuka kontes Ayam Ketawa tersebut. Ketika satu Ayam Ketawa di atas penyangga semacam tripod, walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini ikut menyemangati sang ayam agar tertawa lantang. “Ayo bersuara, ayo bersuara,” ujar Walikota Risma.

Sebelum membuka kontes, Walikota Risma menerima sepasang Ayam Ketawa dari komunitas Kompak Surya. Walikota mengatakan menyambut positif kegiatan kontes Ayam Ketawa ini. Menurutnya, ini bukti bahwa di Surabaya ada beragam aktivitas dan hobi yang bisa diakomodasi oleh Pemkot Surabaya.

“Kita akomodasi, memang hobinya macam-macam. Semakin beragam semakin indah. Saya sebelumnya sudah membuka kontes Perkutut, Ayam Serama dan Xansevieira. Kita rutin mengadakan, kalau ada event seperti ini kan mereka ada penghargaannya,” tegas Walikota Risma.

Kontes satwa, jelas walikota, juga penting bagi warga Surabaya untuk bisa menjalin silaturrahmi dengan komunitas satwa dari luar kota dan bahkan dari luar pulau. Selain membuak kontes, Walikota Risma juga menyempatkan berkeliling meninjau stan-stan di lantai II SIB.

“Itu yang penting dalam kontes ini, kita dapat bersilaturrahmi. Warga Surabaya bisa berkawan dengan teman-teman di luar daerah dan bisa menjadi satu kesatuan,” sambung Risma.

Dalam kontes Ayam Ketawa ini, ada tiga kelas yang dipertandingkan. Yakni  kelas biasa, kelas dangdut dan kelas show. Adapun metode penilaiannya, untuk kelas biasa, Ayam Ketawa mendapat waktu untuk bersuara. Selama periode itu, akan dihitung berapa kali ayam-ayam yang ditaruh di atas penyangga sejenis tripod ini bersuara lantang.

Salah satu peserta, drg Erna Setyawati mengatakan, kontes semacam ini penting. Selain sebagai ajang untuk melestarikan satwa khas Indonesia, kontes Ayam Ketawa disebutnya sebagai ajang silaturrahmi.

“Bagi saya pribadi yang biasanya bersama pasien, saya menikmatinya. Kontes ini jangan tergantung reward, tetapi untuk refreshing agar awet muda,” ujarnya.

Erna mengaku sudah menggeluti hobi memelihara ayam Ketawa selama empat tahun terakhir. Bersama suaminya, ayam-ayam milik mereka dikasih nama penyanyi top sesuai hobi mereka yang menyukai musik.(bjt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *