3 Tokoh Dampingi JK pada Peringatan 1 Muharram

3 Tokoh Dampingi JK pada Peringatan 1 Muharram

Jakarta  – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 26 Oktober 2014.

Didampingi politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga mantan menteri agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin. JK duduk di jajaran bangku VVIP.

Seperti diketahui, nama Lukman Hakim, Jilmy, dan, Din Syamsuddin digadang-gadang akan menjadi menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Lantas apa reaksi mereka?

“Saya nggak berani mendahului. Kita tunggu saja, tinggal beberapa jam saja,” kata politisi PPP Lukman Hakim Saifuddin, sambil memasuki mobil dan meninggalkan lokasi acara.

Sementara itu, Dim Syamsuddin mengaku, belum tahu jika akan menjadi salah satu menteri sebab hingga hari ini belum ada permintaan itu.

“Saya orang biasa saja, mau dapat amanat apa, sayaalhamdulillah. Saya belum tahu tentang diri sendiri (apakah akan ditunjuk jadi menteri), tapi kalau disebut alhamdulillah. Itu manusiawi,” ungkap dia.

Menurut Din, apapun posisi dan peran yang diberikan kepada dirinya, hal itu sama saja jika diniatkan untuk Allah SWT. Dalam pertemuan dengan Jokowi 19 Oktober lalu, Din mengaku, berdiskusi terkait aspirasi umat Islam untuk pemerintahan Jokowi-JK.

“Kami tidak minta-minta (jabatan). Oleh karena itu, kalau nanti terakomodasi alhamdulillahsaja,” tegasnya.

Dipanggil Megawati

Jimly Asshidiqie membantah jika namanya masuk dalam jajaran menteri yang akan diumumkan pukul 16.00 WIB di Istana Negara, Jakarta.

“Itu salah (soal calon menteri). Saya tetap di DKPP. Sudah ketuaan kalau saya jadi menteri, biar yang muda-muda saja,” kata dia.

Jimly menjelaskan, bahwa pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, beberapa waktu lalu bukan untuk membahas soal menteri.

“Saya menerangkan soal sistem pemerintahan dengan dua pilar, parlemen dan pemerintah. Walaupun DPR tidak dikuasai oleh partai politik pendukung pemerintahan, itu sehat untuk Indonesia,” jelas dia.

Sinyalemen bahwa dia tidak akan menjadi menteri, menurut Jimly, diperkuat setelah pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu justru mengklaim sudah mengetahui siapa saja sosok yang akan menjadi menteri.

“Justru saya dapat kepastian (tidak akan jadi menteri) setelah ketemu JK. Saya sudah tahu siapa saja yang akan jadi menteri,” ujar Jimly yang enggan menyebutkan siapa saja menteri terpilih nanti.

Menurutnya, nama-nama yang akan diumumkan sore ini merupakan sosok yang ideal. “Sudah ideal. Bagus-bagus, sudah pas,” ungkap dia.vns

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *