283.000 pengungsi Suriah berada di Lebanon

283.000 pengungsi Suriah berada di Lebanon

Bintang Post (Beirut) – Sedikitnya 283.000 pengungsi Suriah saat ini berada di Lebanon, dan menerima bantuan dari Pemerintah Lebanon, PBB serta beberapa organisasi non-pemerintah (NGO), kata Komsariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), Sabtu (16/2).

Badan PBB tersebut mengadakan di dalam laporan mingguannya, “Sebanyak 185.000 pengungsi telah didaftar sejauh ini, sementara 98.000 lagi sedang menunggu dimasukkan ke dalam daftar segera.”

“Orang Suriah berdatangan dengan jumlah yang tetap dan kami dapat mendaftar lebih dari 10.000 orang pekan ini,” katanya.

Sebanyak 87.887 pengungsi Suriah didaftar di Lebanon utara, 71.291 di Lembah Bekaa di Lebanon timur, dan 25.822 pengungsi di Beirut serta Lebanon selatan, tambahnya.

Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi Antonio Guterres pekan lalu mengatakan jumlah orang yang menyelamatkan diri dari pertempuran di Suriah dapat mencapai 1,1 juta hingga Juni. Ia menyeru masyarakat internasional agar mendukung rencana satu miliar dolar AS yang diajukan oleh PBB dan kelompok lain internasional guna menanggulangi kebutuhan warganegara Suriah yang mengungsi.

Situasi kemanusiaan di Suriah adalah “krisis paling dramatis yang kita hadapi hari ini”, kata Guterres sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad. Ia menambahkan negara maju, termasuk yang berada di Eropa, perlu menerima lebih banyak pengungsi, seperti yang telah dilakukan oleh Turki, Jordania dan Lebanon.

Sementara itu tujuh pengungsi Suriah cedera saat mereka menyelamatkan diri dari Suriah dan dibawa ke satu rumah sakit Israel pada Sabtu, kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kepada Xinhua.

Ketujuh pengungsi tersebut, di antara sekelompok pengungsi yang menyelamatkan diri dari kerusuhan yang berkecamuk di negeri mereka, mendekati perbatasan Suriah-Israel, tempat mereka ditangkap oleh tentara Israel.

Menurut IDF, tentara itu memberi pengobatan pertama kepada pengungsi yang menderita luka parah, lalu membawa mereka dengan menggunakan ambulans militer ke Rumah Sakit Ziv di Safed, sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

Para pejabat militer dan pemerintah Israel pada Sabtu mengatakan peristiwa itu tidak menunjukkan perubahan kebijakan Israel terhadap pengungsi Suriah.

Menteri Urusan Strategis Israel Moshe Ya`alon memberitahu saluran berita Channel 2 bahwa peristiwa Sabtu tersebut adalah kejadian terpisah dan peristiwa serupa akan diperiksa berdasarkan kasus per kasus.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *