DPRD Jatim Perjuangkan Ratusan Ribu BPJS Kesehatan Non Aktif Dibiayai Pemprov

DPRD Jatim Perjuangkan Ratusan Ribu BPJS Kesehatan Non Aktif Dibiayai Pemprov

Bintangpos.com, Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, menyesalkan kebijakan Pemprov Jatim yang tidak mensosialisasikan untuk tidak lagi memfasilitasi kepesertaan 622.986 BPJS Kesehatan di APBD Jatim.

Oleh karena itu, Deni mendesak Pemprov Jatim menanggung pembiayaan layanan kesehatan baik di faskes swasta ataupun pemerintah. “Ini sangat disesalkan. Kelihatan sekali tidak ada pertimbangan dan kordinasi yg baik dalam kebijakan Pemprov Jatim. Jangan biarkan warga harus pontang-panting membayar biaya layanan kesehatan,” kata Deni, usai bertemu Dinkes Jatim, Jamkes Watch, dan BPJS Kesehatan di DPRD Jawa Timur, Rabu (19/1/2022).

Dengan adanya permasalahan ini, dirinya mendorong adanya solusi jangka pendek bagi warga Jatim yang sedang membutuhkan layanan kesehatan, namun kepesertaan BPJS Kesehatannya non aktif.

Continue reading →

UMKM Jatim dengan NTB Bersinergi songsong perhelatan MotoGP

UMKM Jatim dengan NTB Bersinergi songsong perhelatan MotoGP

BintangPos.com, Lombok Tengah  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mendukung pengembangan sektor UMKM untuk menyongsong perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Maret 2022.

“Saya sudah tiga kali bertemu Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Dalam pertemuan itu kami saling bertukar pikiran dan pandangan kerja sama-kerja sama apa yang paling memungkinkan dilakukan kedua daerah dalam mendorong ekonomi masyarakat, salah satunya itu sektor UMKM khususnya kaitan dengan merchandise,” ujar Khofifah dalam kunjungan kerjanya untuk melihat kesiapan pembalap Honda Team Asia asal Jatim Mario Suryo Aji di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu.

Mario Suryo Aji putra kelahiran Magetan, Jawa Timur, akan tampil penuh di ajang Moto3, termasuk di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 18-20 Maret 2022.

Menurut Khofifah, antara NTB dan Jatim memiliki banyak kesamaan, salah satunya dalam program pengembangan sektor UMKM yang dinilai memiliki dampak ekonomi cukup besar bagi masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya hasil kerajinan produksi UMKM di NTB yang ditemukan di Jatim. Begitu juga sebaliknya hasil kerajinan dari Jatim banyak juga dilihat di NTB.

“Jadi, kita melihat mana produk-produk dari UMKM itu yang bisa memberikan pengayaan untuk bisa di identifikasi kedua daerah. Karena ketika berbicara Mandalika bukan lagi berbicara NTB tetapi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Khofifah menyatakan mengagumi  keindahan Sirkuit Mandalika yang dikelilingi perbukitan yang tidak ditemukan di sirkuit lainnya di dunia.

“Kalau di Mandalika beda banget. Di sini, sirkuitnya sangat indah. Tadi, saya berkeliling dan sangat menikmati pemandangan dan perbukitannya. Inilah yang membuat penonton enggak bosan nonton balapnya,” kata mantan Menteri Sosial itu. atn

Polda Jatim bekuk komplotan pencurian kabel Telkom

Polda Jatim bekuk komplotan pencurian kabel Telkom

Ketujuh pelaku itu yakni, YMS (33) warga Jakarta Timur, QH (38) warga Bogor, Jawa Barat, HS (28) warga Way Kanan Lampung, EB (30) warga Banjarnegara Jawa Tengah, MS (30) warga Bekasi dan A (25) warga Way Kanan Lampung.

Sedangkan satu pelaku yang ditembak petugas karena melawan saat akan ditangkap adalah YS (22) warga Way Kanan Lampung. 

“Masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda. YMS bertugas mengamankan dan menjaga keadaan sekitar pada saat tersangka lain melakukan pencurian,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat merilis kasus tersebut di Surabaya, Selasa. 

QH bertugas mengamankan dan mengatur lalu lintas pada saat tersangka lain melakukan pencurian.

Adapun HS bertugas mengatur tersangka lain dan memberikan aba-aba kepada truk pada saat menarik kabel dari dalam tanah. Sedangkan EB bertugas mengangkut kabel dari tanah ke atas truk. 

“MS bertugas masuk ke lubang (manhule), mengikat kabel dengan rantai sebelum ditarik menggunakan truk dan menaikkan kabel ke truk. A juga bertugas mengangkut kabel dan tanah ke atas truk. Sedangkan YS, bersama YMS mengawasi situasi dan sebagai sopir kendaraan,” katanya. 

Kombes Gatot menjelaskan, modus operandi sindikat ini melakukan pencurian kabel PT Telkom yang tertanam dalam tanah tersebut dengan cara masuk melalui lubang (manhule) atau dengan menggali.

“Kemudian kabel dililit atau diikat menggunakan rantai dan ditarik menggunakan kendaraan sampai keluar kabelnya dari tanah. Kabel tersebut kemudian dipotong,” katanya. 

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Selasa (11/1) saat Subdit Ill Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, dibantu Polsek Tenggilis, mendapat informasi dari masyarakat akan adanya pencurian kabel Telkom di Bundaran Aloha, Kabupaten Sidoarjo. 

“Kemudian tim melakukan penyelidikan di sekitar Hotel Kemuning Bypass Juanda. Diduga kelompok pelaku berkumpul di sekitar wilayah Hotel Kemuning Bypass Juanda menggunakan dua unit mobil,” ujarnya. 

Selanjutnya, sekitar pukul 02.30 WIB para pelaku bergerak menuju Bundaran Aloha Kabupaten Sidoarjo menggunakan dua truk dan dua MPV. Komplotan ini kemudian mencuri kabel Telkom menggunakan rantai yang disangkutkan ke truk.

“Sekitar pukul 03.30 WIB, petugas memergoki para pelaku saat akan menaikkan alat-alat dan kabel hasil pencurian ke dalam truk,” kata dia. 

Sementara itu, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald Purba menambahkan pada saat akan dilakukan penangkapan, pelaku yang menggunakan MPV melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menabrakkan mobil yang dikendarainya kearah mobil petugas.

Petugas turun pun dan melakukan tembakan peringatan. Namun pelaku memundurkan kendaraannya dan menancap gas maju dengan membelokkan kendaraan ke arah kanan hingga akan menabrak petugas. 

“Lantaran anggota terancam, petugas melakukan tindakan tegas terukur berupa tembakan hingga mengenai tersangka YS. Akibatnya, YS meninggal dunia pada saat dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya,” ujarnya. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan pidana maksimal sembilan tahun penjara. atr 

MenKeu Sri Mulyani : Ini Perbedaan Program PEN 2020, 2021, dan 2022

MenKeu Sri Mulyani : Ini Perbedaan Program PEN 2020, 2021, dan 2022

Bintangpos.com, Jakarta – Pemerintah kembali menggulirkan program pemulihan ekonomi nasional atau PEN pada 2022. Terdapat sejumlah perbedaan dari penyelenggaraan PEN tahun ini, mulai dari jumlah anggaran yang berkurang hingga daftar programnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pada 2022 pemerintah melanjutkan PEN seiring pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Hal tersebut membuat program PEN berjalan dalam tiga tahun atau mulai 2020 ketika pandemi mulai menghantam Indonesia.

Dalam penyelenggaraan tahun pertamanya, pemerintah mengalokasikan anggaran PEN senilai Rp695,2 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran PEN tercatat hanya 82,83 persen atau senilai Rp575,85 triliun.

Terdapat lima program dalam penyelenggaraan PEN pada 2020, yakni penanganan kesehatan, perlindungan sosial (perlinsos), program prioritas, dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau korporasi, serta insentif usaha. Kebutuhan anggaran terbesar ada di program perlinsos (Rp216,59 triliun) dan dukungan UMKM atau korporasi (Rp172,99 triliun).

Pada 2021, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran PEN menjadi Rp744,7 triliun. Namun, realisasinya sementara masih berada di 88,4 persen atau Rp658,6 triliun. Alokasi anggaran kesehatan dalam PEN pada 2021 meningkat pesat menjadi Rp215 triliun dari 2020 yang senilai Rp62,6 triliun.

Menurut Sri Mulyani, kenaikan itu terjadi karena vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan dan tingginya biaya perawatan pasien, khususnya ketika varian delta menyebar.

“Pada 2021 dimulainya program vaksinasi dan intervensi sektor kesehatan yang lebih masif [sehingga alokasi anggaran kesehatan meningkat],” ujar Sri Mulyani pada Rabu (19/1/2022).

Pada 2022, pemerintah menurunkan alokasi anggaran PEN menjadi Rp455,6 triliun. Jumlah tersebut turun 38,8 persen dari alokasi 2021 atau turun 30,8 persen dari realisasi sementara anggaran PEN 2021.

Pemerintah pun mengurangi jumlah program dalam PEN menjadi hanya tiga, yakni penanganan kesehatan, perlinsos, dan penguatan ekonomi. Dari ketiga program itu, penguatan ekonomi memiliki pos anggaran terbesar, yakni Rp178,3 triliun, disusul oleh penanganan kesehatan senilai Rp122,5 triliun dan perlinsos Rp154,8 triliun.

“Program PEN 2022 diarahkan untuk mendukung pemulihan dan penyerapan tenaga kerja, demi memitigasi dampak scarring effect dari pandemi, dan menciptakan pemulihan ekonomi yang inklusif,” ujar Sri Mulyani.bis