Wali Kota Kediri Kampanye Gempur Rokok Ilegal Terus Lewat Gowes Bareng

Wali Kota Kediri Kampanye Gempur Rokok Ilegal Terus Lewat Gowes Bareng

Bintangpos.com, Kediri – Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di bidang cukai melalui Kampanye Gempur Rokok Ilegal terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Kediri dengan Bea Cukai Kediri. Kampanye ini dilakukan dengan cara gowes bareng Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, OPD dan komunitas road bike, Minggu (14/11/2021).

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri dan Kantor Bea Cukai terus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya tentang peraturan cukai, khususnya pemberantasan rokok ilegal.

Penerapan cukai ini tidak hanya pada rokok, namun juga dikenakan pada minuman beralkohol, tembakau eceran yang sudah dikemas, liquid vapour yang mengandung tembakau dan produk kena cukai lainnya.

“Jadi kalau ada orang yang jual barang-barang itu tanpa pita cukai, bisa disampaikan nanti Bea Cukai akan bergerak dalam bidang itu,” ungkapnya.

Pendapatan negara dari cukai ini sangat penting. Wali Kota Kediri menuturkan bahwa dana cukai sangat membantu pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, penambahan fasilitas kesehatan masyarakat serta untuk kegiatan yang menunjang pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Kediri.

“Di Kota Kediri, dana hasil cukai ini kita manfaatkan kembali untuk masyarakat Kota Kediri,” tambahnya.

Terakhir, Abdullah Abu Bakar juga berpesan karena yang mengikuti gowes bareng Gempur Rokok Ilegal cukup banyak, maka saat di jalan harap tertib dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.

Gowes bareng ini diberangkatkan pukul 06.30 WIB dari Balai Kota Kediri. Kemudian dilanjutkan melalui jalur Ngadiluwih-Ngantru-Srengat- dan kembali finish di Balai Kota Kediri.

Turut hadir dalam acara ini Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ferry Djatmiko, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sekaligus Plt Kabag Perekonomian Zachrie Ahmad, Camat Kota Arief Cholisudin, Camat Mojoroto Bambang Tri Lasmono, perwakilan Bea Cukai Kota Kediri, dan komunitas road bike Kediri dan Jogja. [brj]

Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen, Wali Kota Sutiaji pimpin langsung

Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen, Wali Kota Sutiaji pimpin langsung

Bintangpos.com, Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, memimpin langsung Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) di aliran sungai. Sutiaji juga melakukan penanaman pohon, di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Minggu, (14/11/2021).

“Hujan frekuensinya akhir-akhir ini sulit ditebak, sering hujan lebat sekali disertai dengan angin kencang dan volumennya semakin banyak. Nah, ini perlu kewaspadaan dari kita semua. Kita diingatkan betapa pentingnya kita saat ini cinta pada lingkungan,” kata Sutiaji.

Sutiaji menganggap kegiatan ini bertujuan mengingatkan kembali pentingnya penghijauan di tengah kota dalam rangka menekan pemanasan global dan cuaca yang tidak menentu. Serta mengurangi volume debit air di kala hujan dengan mengangkut sedimen dan sampah pada sungai dan saluran air.

Usai melakukan penanaman pohon, bahu membahu bersama seluruh elemen yang terlibat, Sutiaji terjun langsung membersihkan tumpukan sampah dan sedimen di sejumlah titik aliran sungai.

“Alhamdulilah ini tadi semua elemen turun dan menjaga. Karena salah satu diantara penyebab luapan air itu adalah karena sampah dan yang kedua karena sedimen. Ketiga memang ada pendangkalan tadi, keempat ada penyempitan sungai,” papar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, Pemkot Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman  (DPUPRPKP) selalu berupaya melakukan pengangkutan sampah dan sedimen secara rutin setiap harinya.

“GASS ini sudah dilakukan oleh PU dan DLH setiap hari keliling. Saya pantau setiap hari tidak kurang dari satu truk tapi seakan-akan tidak pernah habis. Diangkat, nambah lagi (sampah dan sedimen),” tutur Sutiaji.

Sutiaji berharap masyarakat semakin sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya kesadaran ini harus terus ditingkatkan. Sehingag GASS yang dia lakukan berhasil seiring kesadaran masyarakat yang tidak lagi membuang sampah atau buangan material bangunan secara sembarangan.

Dalam kegiatan ini Sutiaji turut menyerahkan 857 batang bibit pohon kepada kader lingkungan dari 11 kelurahan di Kecamatan Klojen untuk dilakukan penghijauan. Bibit pohon tersebut merupakan sumbangan dari DLH Kota Malang serta CSR dari sejumlah perusahaan di Kota Malang.

“Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada seluruhnya. Seluruh komunitas dari kalangan akademisi, masyarakat serta komunitas-komunitas lain yang gayung bersambut bahu membahu bagaimana permasalah-permasalahan dapat terselesaikan dengan baik,” tandasnya. [brj]

DPC Gerbang Tani Lamongan Gelar Kongkow Rembug Tani Bersama Petani Millenial

DPC Gerbang Tani Lamongan Gelar Kongkow Rembug Tani Bersama Petani Millenial

Bintangpos.com, Lamongan – Dewan Pengurus Cabang Gerakan Bangkit Tani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Lamongan menggelar Kongkow Rembug Tani bersama petani millennial di kawasan Bengawan Njero (Kawasan pertanian dan Tambak), Sabtu (14/11/2021) malam.

Diketahui, kongkow tersebut sebagai langkah awal pengenalan dan sosialiasi Gerbang Tani kepada masyarakat tani di Kabupaten Lamongan. Turut hadir dalam Kegiatan ini yakni Billy Aries (Sekretaris Jendral DPN Gerbang Tani) dan H. Ali Afandi (Anggota DPRD FPKB Lamongan dapil V).

Dalam acara tersebut, Ketua DPC Gerbang Tani Kabupaten Lamongan, M. Syukrillah mengenalkan Gus Muhaimin selaku Dewan Pembina Gerbang Tani Nasional, sekaligus menyampaikan beberapa kerja-kerja advokasi Gerbang Tani yang disalurkan melalui Gus Muhaimin di DPR RI.

“Kami berharap dengan Rembug tani bersama masyarakat langsung ini dapat menampung aspirasi-aspirasi, ide, dan gagasan petani yang nantinya menjadi rekomendasi kami kepada DPN Gerbang Tani, anggota DPR, dan Gus Muhaimin agar dapat membantu merealisasikannya melalui aturan-aturan dan kebijakan yang menguntungkan masyarakat tani,” ungkap pria yang akrab disapa Ariel tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjend DPN Gerbang Tani, Billy Ariez mengajak peserta kongkow untuk tetap optimis dan terus semangat dalam meningkatkan perekonomian melalui pertanian. “Di tengah kondisi pandemi yang sulit seperti saat ini, petani harus tetap optimis, semangat, mandiri dan selalu berkarya dalam meningkatkan perekonomian melalui pertanian,” tutur Billy.

Selain itu, Billy juga mengajak peserta untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan baik agar dapat meminimalisir terjadinya bencana, baik bencana alam maupun non alam di masa yang akan datang.

Antusias yang terpancar dari peserta kongkow tersebut begitu luar biasa, hal itu tampak jelas dari sejumlah ide dan gagasan yang disampaikan mereka tentang pertanian di kawasan yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya tersebut.

Salah satu ide dan gagasan tersebut yakni tentang perairan yang tidak stabil, sehingga hal itu menjadi faktor penghambat yang menyulitkan petani untuk meningkatkan hasil tani dan perekonomiannya. Ketidakstabilan itu lantaran kawasan Bengawan Njero secara geografis berada di titik paling rendahnya kabupaten Lamongan.

Akibatnya, kerap terjadi banjir besar saat musim penghujan hingga menenggelamkan area lahan pertanian setempat. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh aktivis komunitas BJL (Bengawan Jero Lamongan), M. Hamim saat kongkow. Menurutnya, banjir mengakibatkan banyak petani di kawasan Bengawan Njero ini gagal panen.

“Di musim seperti ini, banyak lahan pertanian yang sudah mulai terendam banjir, padahal padi belum di panen. Di sisi lain bagi petani yang hendak menebar benih ikan juga merasa kesulitan, karena tambak mereka sudah tergenang banjir yang disebabkan hujan beruntun setiap harinya,” tandasnya.

Tak hanya itu, para petani yang hadir dalam kongkow ini juga berharap besar kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan agar bekerja lebih keras untuk menangani masalah air di kawasan tersebut. Tiap tahun, tidak hanya pertanian saja yang dirugikan, namun aktivitas pendidikan dan perekonomian turut lumpuh karena debit air terlalu tinggi saat banjir.

Lebih lanjut, hal lain yang juga disebutkan petani setempat adalah terhambatnya transportasi darat dan transportasi air yang disebabkan oleh bangunan baru yang dibuat tidak didasari dengan aspek jangka panjang. Menyikapi hal itu, anggota FPKB Lamongan H. Ali Afandi yang turut hadir menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya atas ide-ide serta masukan dari para peserta kongkow dan rembug tani tersebut.

“Terimakasih atas ide, gagasan dan juga saran yang telah disampaikan teman-teman. Tentu, usulan dan masukan akan kami sampaikan dan upayakan semaksimal mungkin, agar Pemerintah Kabupaten Lamongan segera melakukan langkah-langkah taktis dan strategis dalam mengatasi masalah-masalah pertanian di kawasan bengawan Njero,” terangnya.

Sebagai informasi, acara kongkow ini terlaksana karena harapan besar dari masyarakat kepada Gus Muhaimin selaku dewan Pembina Gerbang Tani yang sekaligus Wakil Ketua DPR-RI, agar dapat membantu memecahkan problematika yang dialami masyarakat Bengawan Njero Lamongan setiap tahunnya. [brj]

Pemkab Mojokerto Antisipasi Banjir, Mitigasi dan Restorasi Sungai Terus Dilakukan

Pemkab Mojokerto Antisipasi Banjir, Mitigasi dan Restorasi Sungai Terus Dilakukan

Bintangpos.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus mengupayakan mitigasi dan restorasi aliran untuk menekan risiko bencana banjir. Secara langsung Bupati Mojokerto mengawasi pembersihan tanaman eceng gondok di sepanjang Sungai Balongkrai dan Sungai Watudakon, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko,  Minggu (14/11/2021).

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, gulma eceng gondok berpotensi menjadi penghambat aliran sungai. Struktur tanaman yang merambat dengan akar menancap kuat, harus dibabat dengan alat berat. Ditambah ancaman sampah yang terbawa saat sungai meluap akibat intensitas hujan tinggi. Untuk itu, diperlukan pengawasan secara intensif untuk menekan risiko kebencanaan.

“Setiap titik sungai yang alirannya terhambat, segera kita bersihkan. Tidak hanya eceng gondok, semua sampah-sampah yang jadi penyebab aliran sungai tidak lancar, langsung kita evakuasi. Alhamdulillah, koordinasi tim sangat bagus. Saya juga sudah minta agar ini terus diawasi,” ungkapnya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Teguh Gunarko dan Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutfi Ariyanto.

Karena, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, meski sungai sudah bersih, tidak menutup kemungkinan bisa datang lagi problem yang sama yakni sampah dan eceng gondok. Apalagi intensitas curah hujan cukup tinggi dampak dari La Nina.

Bupati juga memastikan bahwa seluruh tim akan terus melakukan mitigasi hingga tindak lanjut. Semua pemetaan bahkan sudah dilakukan sejak Oktober lalu. “Intinya ada pada mitigasi, kecepatan, ketepatan dan koordinasi tindak lanjut. Sejak bulan Oktober lalu, kita sudah mulai nyicil titik-titik sungai yang langganan luapan. Tim juga sudah apel siaga bencana serta menyiapkan semua alat-alatnya,” pungkasnya. [brj]