Bangkit dari Pandemi, Pemkot Surabaya dan GoTo ajak UMKM manfaatkan ekosistem digital

Bangkit dari Pandemi, Pemkot Surabaya dan GoTo ajak UMKM manfaatkan ekosistem digital

Bintangpos.com, Jakarta – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, bersama dengan grup teknologi GoTo mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan ekosistem digital demi bangkit dari pandemi.

“UMKM nya Kota Surabaya sudah menjadi ujung tombak ekonomi Surabaya, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Terlebih akan lahir UMKM-UMKM baru yang dibantu dengan digital. Karena mau tidak mau, UMKM ini akan bergerak hebat kalau dia ini juga bermain dengan digital, apalagi pas masa pandemi ini,” kata Walikota Surabaya, Eri Cahyadi dalam keterangan pers, Selasa.

Lebih lanjut, Eri mengatakan pergerakan UMKM bisa terjadi dengan adanya kolaborasi, tak terkecuali dengan swasta. Kolaborasi ini memberikan layanan dan kemudahan bagi pengguna di ekosistem digital tersebut.

Gerakan #BangkitBersama di Surabaya hadir dengan sederet program lengkap dan holistik serta melibatkan dan menyelaraskan tiga elemen penting dalam ekosistem GoTo, yaitu UMKM, konsumen, dan mitra driver.

“Sebagai karya anak bangsa, ekosistem GoTo – yang menaungi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial – terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna mendorong kapasitas pegiat UMKM lokal serta mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari penjual terdekat agar lebih efisien,” kata Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus A. Edison.

Adapun dukungan GoTo kepada UMKM di Surabaya lainnya adalah dengan menghadirkan program promosi GoFood, bagi para pedagang yang tergabung di Sentra Wisata Kuliner Surabaya pada akhir Oktober 2021.

Lewat program ini, para mitra GoFood berhasil memperoleh kenaikan nilai transaksi hingga 28 persen.

“Fokus GoTo adalah untuk memberdayakan berbagai UMKM di Surabaya agar dapat tumbuh kembang. Dengan dukungan solusi digital dari GoTo bersama inisiatif seperti Sentra Wisata Kuliner dari Pemerintah Kota Surabaya, kami percaya UMKM di Surabaya akan #BangkitBersama,” kata Chief Food Officer Gojek Catherine Hindra Sutjahyo.

Tokopedia juga mendukung pameran UMKM dan produk unggulan tahunan Jawa Timur, Jatim Fair Hybrid 2021, yang diselenggarakan secara online lewat Tokopedia dan berhasil mendorong peningkatan transaksi para UMKM lokal yang mengikuti kegiatan ini dengan nilai paling tinggi mencapai 13x lipat.

GoTo juga berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan Pemkot Surabaya juga menghadirkan beragam program pengembangan skill bagi para pelaku UMKM lewat Kelas Maju Digital Pemula.

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 11 dan 19 November 2021 dengan peserta ribuan UMKM binaan Pemkot Surabaya, baik kuliner dan nonkuliner.

Diharapkan UMKM dapat meningkatkan kemampuan bisnisnya dan memperkuat daya saing. Tidak hanya itu, secara berkelanjutan GoTo melalui GoTo Financial, dengan didukung oleh OJK Jawa Timur.

Pelatihan ditujukan mendorong pelatihan manajemen keuangan bagi UMKM di Surabaya untuk mendorong tumbuhnya literasi keuangan, serta mendorong UMKM Surabaya go-digital lewat GoFood dan Tokopedia. (ant)

PCNU Lamongan Gelar Drama Kolosal Bertajuk Perlawanan dari Lamongan, Sejarah Kiai Muhtadi

PCNU Lamongan Gelar Drama Kolosal Bertajuk Perlawanan dari Lamongan, Sejarah Kiai Muhtadi

Bintangpos.com, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan bekerjasama dengan Teater Sendakala, Lesbumi MWC NU Paciran, dan Pondok Pesantren (PP) Isma’iliyah Almuhtadi Sendangagung Paciran Lamongan menggelar sebuah pementasan drama kolosal.

Drama kolosal tersebut bertajuk ‘Perlawanan dari Lamongan, Sejarah Perjuangan Kiai Muhtadi dalam Resolusi Jihad NU dan Pertempuran 10 November 1945’, yang digelar secara langsung di Komplek PP Isma’liyah Almuhtadi Paciran Lamongan. Turut membersamai dalam kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Lamongan.

Diketahui, sutradara drama kolosal bersama ini adalah Saipul Apet, yang telah mendapatkan referensi sejarah dari sejumlah artikel yang kemudian akan diterbitkan menjadi buku oleh Ahmad Syauqi Arif yang juga selaku penulis buku berjudul Biografi KH Ahmad Muhtadi.

Pada kesempatan ini, perwakilan pengurus Madrasah Al Muhtadi, H. Ahnan Afif mengucapkan terimakasih kepada jajaran dari Disparbud Lamongan, PCNU Lamongan, Lesbumi MWC NU Paciran, dan seluruh pegiat kebudayaan yang telah mengangkat sosok KH Ahmad Muhtadi dalam pementasan tersebut.

“Suatu kegembiraan dan kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan, sehingga sosok KH Ahmad Muhtadi bisa diangkat menjadi tema drama kolosal pada hari ini” ujar Ahnan Afif.

Menurut Ahnan Afif, selain menjadi pejuang kemerdekaan, sosok KH Muhtadi juga merupakan pejuang agama dan pendidikan, yang kemudian perjuangan pendidikan tersebut mampu diteruskan hingga sekarang ini.

“Semoga kita bisa meniru laku spiritual dan keilmuan dari beliau KH Ahmad Muhtadi. Dari sini, tepatnya di bawah pohon Sawo yang ada di depan kita semua, merupakan saksi biksu dalam sejarah pemberangkatan para santri pantura, yang berangkat dalam pertempuran heroik saat 10 November 1945,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil PCNU Lamongan Gus Syaifullah Abid menuturkan, dengan melakukan napak tilas dan meneladani sosok KH Muhtadi, hal itu menjadi bukti bahwa KH Muhtadi adalah seorang pejuang kemerdekaan dan agama yang berbasis Nahdlatul Ulama.

“Kita saat ini sedang napak tilas meneladani perjuangan sosok kiai yang alim KH Ahmad Muhtadi, dan kita membuktikan bahwa sosok kiai Muhtadi merupakan pejuang yang selain memperjuangkan bangsa juga menjadi pejuang agama yang berbasis Nahdlatul Ulama. Jadi, tidak ada lagi sosok kiai ini, atau kiai itu yang diklaim menjadi bagian dari kelompok yang lain,” tegas Gus Abid.

Sementara itu, perwakilan dari PP Lesbumi Gus Syahrul Munir menceritakan, sosok KH Ahmad Muhtadi adalah ulama yang alim dan cerdas yang merupakan santri PP Tebuireng Jombang yang diasuh oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Dalam waktu setahun saja, Gus Syahrul melanjutkan, KH Muhtadi mampu menyelesaikan hafalan Al Quran dengan metode klasikal, sehingga hal itu menunjukkan kecerdasan dari sosok KH Muhtadi yang luar biasa.

“Beliau ini adalah kiai yang cerdas, beliau menguasai Ilmu Falak, tidak sembarangan orang yang bisa menguasai ilmu ini, sehingga pantas saja beliau disematkan menjadi sosok ulama pejuang bangsa, pejuang agama, dan seorang ulama yang besar. Semoga generasi penerus bisa mengikuti jejak beliau,” tandasnya.

Sebagai informasi, KH Ahmad Muhtadi dilahirkan pada tahun 1908 dan putra ke-6 dari KH Musthofa yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran. KH Muhtadi adalah tokoh kharismatik yang berdakwah menyebarkan syiar Islam di kecamatan Paciran dan sekitarnya.

KH Muhtadi juga dikenal sebagai salah satu pejuang yang sangat berani dalam mengeluarkan anjuran untuk menentang penjajah. Selain itu, kiprahnya dalam mengabdi demi kemaslahatan umat tak diragukan lagi, bahkan jiwa dan raganya pun dipertaruhkan demi masyarakat.

Tercatat, KH Muhtadi gugur saat memperjuangkan tanah air, yakni pada Sabtu Pon, 13 Ramadlan 1368 H bertepatan tanggal 9 Juli 1949 M, bersama adik kandungnya KH Mohammad Amin dari Desa Tunggul. Diketahui, keduanya juga merupakan komandan Laskar Hizbullah.

Waktu itu, pasukan Belanda membawa KH Muhtadi dan KH Amin bersama tawanan lainnya yang terdiri dari ulama dan santri ke arah timur. Setelah sampai di sekitaran tepi jalan utara Desa Dagan (sekarang MI Ma’arif NU Dagan), mereka semua ditembak mati oleh Belanda hingga gugur.

Adapun mereka yang gugur tersebut di antaranya KH Ahmad Muhtadi, KH Mohammad Amin, Modin desa Klayar, Sehat dari Sendangagung Kampung Gerdu Sarang, Reso dari Sendangagung Kampung Setuli dan dua orang lagi yang sampai sekarang masih menjadi misteri.

Dengan disaksikan oleh pemuda kecil bernama Qomari, putra dari Modin Dagan, akhirnya jenazah para pejuang yang gugur tersebut dikuburkan oleh masyarakat desa Dagan Solokuro, dengan ditempo satu jam.

Untuk itu, masyarakat desa Dagan menggali dua lubang yang berjajar dengan jarak ± 3 meter, lubang barat untuk mengubur KH. Amin, K.H. Ahmad Muhtadi dan Modin Klayar. Sedangkan lubang timur untuk mengubur Reso, Sehat dan dua orang pejuang yang belum diketahui namanya. Mengingat semua jenazah tersebut gugur saat memperjuangkan kemerdekan Republik Indonesia, maka makam ini ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Makam Nasional.[brj]

Mensos Risma Turba Lihat Kondisi Pengungsi Banjir Kali Lamong

Mensos Risma Turba Lihat Kondisi Pengungsi Banjir Kali Lamong

Bintangpos.com, Gresik  – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kecewa dengan pelayanan terhadap pengungsi banjir meluapnya Kali Lamong. Mantan Walikota Surabaya itu, turun ke bawah atau turba melihat langsung kondisi pengungsi di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik, Minggu (7/11/2021).

Saat disidak pengungsi korban banjir tidak difasilitasi dengan baik. Mereka tidur seadanya tanpa alas kaki. Tidak hanya itu, tenda yang dibangun warga dibuat secara swadaya. Kondisi ini sangat memprihatinkan jika saat turun hujan lebat. Pasalnya, tidak yang didirikan warga dikuatirkan tidak kuat menahan air. “Saya tidak punya kewenangan disini. Saya hanya bantu sesuai tupoksi saya. Makanya kami membantu tenda yang permanen buat warga,” ujarnya

Risma menambahkan, guna meringankan beban warga yang menjadi korban banjir. Pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah daerah mengupayakan dibangun tenda sementara.

Saat berkunjung ke lokasi banjir. Mensos Tri Rismaharini membagikan 260 paket makanan siap saji, makanan anak 420 paket, family kit 20 paket, kida ware 98 paket, matras 50 lembar, tenda gulung 150 lembar, kasur 30 lembar, selimut 50 lembar dan sarung 100 potong.

Sementara, Kades Cermen Moch. Suhadi menuturkan, selama 16 tahun terakhir, banjir kali ini merupakan terparah. Setidaknya ada, 1.766 jiwa yang terdampak banjir, dan 409 rumah warga terendam. “Ketinggian air cukup tinggi, sehingga warga mengungsi. Sekarang hujan tidak turun, air menyusut turun hingga setara pinggang orang dewasa,” ungkapnya.

Suhadi mengaku, banjir kali ini disebabkan dengan meluapnya sungai Kali Lamong yang menyebabkan 9 tanggul di desanya jebol. Menurutnya ini banjir terparah selama belasan tahun terakhir. Dia berharap pemerintah segera memberikan solusi suapaya banjir bisa diatasi.

“Untuk kebutuhan warga mulai dari kebutuhan makan setiap hari Insya Allah sudah kami penuhi. Sedangkan tempat pengungsian sudah tersedia di beberapa lokasi. Antara lain, sekolahan, rumat Pak RT, Masjid dan rumah warga,” pungkasnya. [brj]

Pemerintah Kediri Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Lewat Gelaran Tinju

Pemerintah Kediri Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Lewat Gelaran Tinju

Bintangpos.com, Kediri – Gelaran tinju menjadi ajang Pemerintah Kota Kediri bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) mensosialisasikan gempur rokok ilegal. Acara yang baru pertama kali di Kota Kediri ini digelar di GOR Jayabaya, Minggu (7/11/2021) dan menghadirkan petinju profesional Alexander Bajawa dan Michael Speed Sigarlaki. Dikarenakan dalam kondisi pandemi, acara diselenggarakan tertutup dan disiarkan langsung di Kanal Youtube Abdullah Abu Bakar.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya mengatakan sosialisasi cukai kali ini berbeda agar masyarakat memiliki ketertarikan lebih tinggi sekaligus untuk mengedukasi seluruh masyarakat. Tidak hanya warga sekitar, namun jangkauannya jauh lebih banyak mengingat acara tersebut juga disiarkan langsung lewat Youtube.

“Ini cara baru, kali ini Pemerintah Kota Kediri bekerjasama dengan Bea Cukai Kediri bersosialisasi untuk menggempur rokok yang tidak bercukai, liquid vape yang tidak bercukai. Dengan acara ini kita sekaligus ingin atlet-atlet juga ada media untuk bertanding. Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,” tandasnya.

Selanjutnya, lewat gelaran tinju tersebut Wali Kota Kediri juga berharap ke depan juga akan lahir atlet-atlet tinju dari Kota Kediri. “Mudah-mudahan kita sekaligus bisa menjaring atlet-atlet yang bisa membawa nama harum Indonesia, khususnya Kota Kediri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kediri sekaligus mengucapkan terima kasih kepada asosiasi tinju Indonesia dan berharap ke depan bisa menyelenggarakan acara yang lebih besar sehingga bisa mengenalkan tinju ke masyarakat luas.

“Mohon maaf karena ini tidak boleh banyak penonton. Masyarakat bisa menyaksikannya lewat Youtube. Mudah-mudahan jika sudah tidak ada pandemi kita bisa adakan yang lebih seru lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Sunaryo Kepala Bea Cukai Kediri mengatakan Bea Cukai memiliki beragam media untuk sosialisasi, mulai dari media online hingga offline. Sunaryo menambahkan, Bea Cukai Kediri melibatkan semua lini untuk menggempur rokok ilegal. Salah satunya seperti petugas pengumpul informasi yang beberapa waktu lalu juga telah terbentuk.

“Kolaborasi dengan Pemda dan semua stakeholder di sini juga bagus. Masyarakat paham, semua stakeholder juga peduli dan inshaAllah rokok ilegal bisa ditekan dan terjaga terus,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut Kepala Bea Cukai Kediri sekaligus juga memberikan buku hasil karyanya yang berjudul Dinamika Kebijakan Tarif Rokok. Buku tersebut memuat sejarah panjang tentang kebijakan tarif disertai teori serta prakteknya.

Gelaran tinju berlangsung 8 ronde dan memperebutkan sabuk emas dari Bea Cukai Kediri. Pertandingan berlangsung seru dan sportif. Setelah hampir setengah jam adu ketangkasan, akhirnya Michael Speed Sigarlaki berhasil membawa pulang sabuk emas dari Bea Cukai Kediri. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Asisten Administrasi Umum, Kepala Disbudparpora Kota Kediri dan Ketua KONI Kota Kediri. [brj]