KPK OTT Andi Merya Bupati Kolaka Timur Sulawesi Tenggara

KPK OTT Andi Merya Bupati Kolaka Timur Sulawesi Tenggara

Bintangpos.com, Jakarta – KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Merya yang terjaring.

“Benar, berdasarkan informasi yang kami terima, Selasa, 21 September 2021 sekitar jam 8 malam, tim KPK berhasil mengamankan beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur Sultra,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Ali belum menyampaikan detail kasus apa yang menjerat Bupati Andi. Para pihak yang diamankan saat ini masih berstatus terperiksa.

“Saat ini para pihak yang ditangkap dan diamankan masih dalam proses permintaan keterangan oleh tim KPK,” ucapnya.

KPK memiliki waktu 1×24 jam sebelum menentukan status mereka. Belum ada keterangan lebih lanjut perihal OTT ini.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucapnya. (dtk)

Terancam Sanksi PDIP, Ganjar Diminta Deklarasikan soal Pilpres 2024

Terancam Sanksi PDIP, Ganjar Diminta Deklarasikan soal Pilpres 2024

Bintangpos.com, Jakarta – PDIP akan memberi sanksi disiplin kepada kader mereka yang menyebutkan atau disebut akan menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2024. Pakar politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai Ganjar Pranowo perlu melakukan deklarasi untuk memutuskan maju tidaknya ke Pilpres 2024.

“Kalau menurut saya, kalau Ganjar benar-benar percaya diri, saat ini dia deklar aja akan maju ke Pilpres atau tidak. Kalau seperti ini kan bagaimana kita mau jadiin seorang calon presiden, tapi nggak tahu maunya apa. Dia mau maju atau tidak,” ujar Hendsat kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Hensat mengatakan, nama Ganjar kerap dalam survei masuk dalam tiga besar capres 2024. Menurutnya, PDIP ingin mendengar keputusan Ganjar terkait maju atau tidaknya di pilpres mendatang.

“Di lembaga-lembaga survei, dia tiga besar. Tapi kan habis itu nggak pernah ada konkretnya mau apa setelah itu. Misalnya dia bilang terang-terangan, bilang ‘Bu Mega, Mbak Puan, saya Ganjar Pranowo kader PDI Perjuangan, Gubernur Jawa Tengah menyatakan tidak akan maju ke pemilu presiden 2024’,” tuturnya.

“Tapikan itu tidak pernah terdengar, mungkin itu yang ingin di dengar oleh Teuku Umar, mas Ganjar tuh maunya apa,” lanjut Hensat.

Hendsat menyebut Ganjar perlu berhati-hati terhadap dukungan yang telah diberikan kepadanya untuk nyapres di 2024, semisal dukungan dari Jokowi Mania (JoMan).

“Apalagi kemudian Ganjar menerima pinangan dari relawan Jokowi, mestinya Ganjar itu waspada. Maksudnya waspada tuh, relawan itu harusnya sukarela mendukung satu orang dan royal. Dia relawan pak Jokowi, Pak Jokowinya belum selesai tapi sudah pindah ke Ganjar, mau ngapain itu relawan,” tuturnya.

Hensat mengatakan Ganjar dibesarkan oleh PDIP, sehingga menurutnya Ganjar sebaiknya tidak keluar dari PDIP. Saat ini, sambung Hensat, Ganjar perlu fokus dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Sebetulnya Ganjar ini dibesarkan oleh PDI Perjuangan, jadi menurut saya jangan dia keluar dari PDI Perjuangan. Stay saja sama PDI Perjuangan. Bila nanti calon presiden dari PDI Perjuangan menang lagi, sangat mungkin dia masuk jajaran menteri. Kalau menurut saya dia seharusnya fokus di situ,” katanya.

“Saat ini sebaiknya dia fokus untuk, bisa menyelesaikan tugas dia sebagai Gubernur Jawa Tengah dengan kinclong, dengan bagus dan baik. Sekarang perbedaan Mas Ganjar dan Pak Jokowi pada saat jadi gubernur tuh Pak Jokowi itu banyak program-programnya yang ready untuk nasional. Ganjar nggak,” sambungnya.

Nama Ganjar Pranowo dikaitkan dengan pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengumumkan partainya akan memberi sanksi disiplin kepada kader yang menyebutkan atau disebut akan menjadi capres atau cawapres. Hal itu terkait dalam beberapa waktu terakhir nama Ganjar santer didukung relawan untuk maju di Pilpres 2024 sebagai ‘the next president’.

“Sikap partai sangat jelas bahwa keputusan terkait dengan capres dan cawapres berdasarkan keputusan Kongres V dimandatkan kepada ketua umum partai,” kata Hasto saat dihubungi, Senin (20/9).

“Dalam hal ada anggota PDI Perjuangan yang menyebutkan terlebih dahulu calon presiden dan calon wakil presiden, termasuk melalui relawan, sebelum keputusan resmi partai, maka partai akan memberi sanksi disiplin,” ujarnya. (dtk)

 

Termakan Hoax Tunda Vaksin, Calon Mempelai Wanita Tewas Kena COVID-19

Termakan Hoax Tunda Vaksin, Calon Mempelai Wanita Tewas Kena COVID-19

Bintangpos.com, Jakarta – Pasangan kekasih yang akan segera menikah terpaksa harus menundanya akibat terinfeksi Corona. Diketahui, keduanya terinfeksi virus Corona usai menunda untuk divaksinasi.

Samantha Wendell dan tunangannya, Austin Eskew, akan menikah pada 21 Agustus 2021 lalu. Sebelum menikah, keduanya dianjurkan untuk mendapat vaksinasi COVID-19.

Namun, keduanya menolak dan memilih untuk menundanya sampai menjelang bulan madu nanti. Salah satu alasannya karena Wendell ragu-ragu setelah mendapat informasi hoax dari temannya, yang menyebut bahwa vaksin Corona bisa menyebabkan kemandulan atau mengganggu kesuburannya.

“Informasi yang salah telah membunuhnya,” kata sepupu Wendell, Maria Vibandor Hayes yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (16/9/2021).

Sebelumnya, Wendell maupun Eskew yang saat itu dalam kondisi yang sehat mengadakan pesta lajang di Nashville. Namun, seminggu sebelum divaksinasi, keduanya mulai sakit.

“Dia tidak bisa berhenti batuk dan terengah-engah,” kata Eskew. Wendell pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah dites, Wendell dan Eskew positif terinfeksi COVID-19. Keduanya juga diketahui tidak memiliki kondisi mendasar atau penyakit komorbid yang bisa memperparah infeksinya.

Tetapi, Wendell mengalami gejala yang lebih serius dan harus menggunakan ventilator. Sebelum dipasangkan alat bantu tersebut, wanita 29 tahun itu sempat ingin divaksinasi.

“Itu tidak akan ada gunanya pada saat itu, tentu saja,” kata ibu Wendell, Jeaneen Wendell.

Akibatnya, pernikahan keduanya terpaksa harus diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Sampai akhirnya, dokter mengatakan bahwa Wendell tidak bisa bertahan lagi. Wendell pun dinyatakan meninggal dunia pada 10 September 2021 lalu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengkonfirmasi bahwa vaksin COVID-19 tidak menyebabkan gangguan kesuburan atau infertilitas. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan jika vaksin tersebut menjadi penyebab ketidaksuburan, baik pada pria maupun wanita.

Sebaliknya, jika tidak segera divaksinasi, virus Corona bisa berpengaruh pada kesuburan pria. Menurut penelitian Scientific American, COVID-19 bisa mengganggu ereksi dan masih bisa terjadi 9 bulan usai terinfeksi.

“COVID-19 mempengaruhi pembuluh darah yang berada di organ tubuh, dan penis tidak jauh berbeda dengan organ lain yang membutuhkan banyak darah,” kata Ranjith Ramasamy, direktur urologi reproduksi di University of Miami.

Ia meyakini bahwa virus itu juga bisa menyebabkan kerusakan pada testis. Namun, ia dan rekan-rekannya tidak menemukan adanya perubahan negatif pada kesuburan setelah vaksinasi COVID-19. (dtk)

 

Kasus Corona Singapura melonjak hingga gejala berat

Kasus Corona Singapura melonjak hingga gejala berat

Bintangpos.com, Jakarta – Diamuk COVID-19, Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster besar COVID-19 seperti perkantoran hingga asrama.

Per 17 September, Singapura mencatat lebih dari 900 kasus baru COVID-19, 838 di antaranya adalah penularan komunitas dan 96 lainnya infeksi di penghuni asrama. Kementerian Kesehatan Singapura menyebut 241 di antaranya adalah lansia berusia sekitar 60 tahun.

Ditambah satu kasus impor, jumlah total kasus baru COVID-19 mencapai 935 orang.

Klaster besar

Depkes mengatakan bahwa pihaknya memantau total 12 klaster besar dengan kasus baru. Sekelompok kasus baru ditemukan di Sembcorp Marine, dengan total 26 kasus. Ada 23 anggota staf yang terinfeksi, dan tiga lainnya kontak rumah tangga.

“Klaster ini disebabkan oleh penularan di tempat kerja dengan penyebaran lebih lanjut ke kontak rumah tangga,” kata Depkes, dikutip dari Channel News Asia.

Klaster Sembcorp Marine Tuas Boulevard Yard terus meluas menjadi 107 kasus. Sementara klaster Panti Jompo Orange Valley di Simei tercatat sebanyak 17 orang positif Corona.

“Sebagian besar kasus di klaster ini adalah penghuni asrama Kian Teck Drive 38 dan semua kasus baru telah dikarantina,” kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Klaster lainnya yang lebih besar berasal dari Chinatown Complex. Ada 256 kasus yang diidentifikasi dari klaster tersebut, 187 di antaranya adalah pemilik kios dan asisten, 11 petugas kebersihan dan 58 kontak kasus dari keluarga.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan setempat mengatakan bahwa kasus di klaster rumah sakit menurun.

Kasus rawat inap meningkat

Kasus pasien Corona yang dirawat inap juga meningkat. Totalnya sebanyak 813 kasus. Meski sebagian besar dalam keadaan terkontrol dan di bawah pengawasan intensif, 90 di antaranya sakit parah dan memerlukan suplementasi oksigen, 14 lainnya kritis di unit perawatan intensif.

“Ini meningkat dibandingkan dengan 77 kasus penyakit serius dan 12 pasien dalam kondisi kritis per Kamis,” demikian laporan Depkes setempat.

“Di antara mereka yang jatuh sakit parah, 82 adalah manula di atas usia 60 tahun,” kata Depkes.

Cakupan vaksin

Catatan Depkes menunjukkan 82 persen warga Singapura telah divaksinasi lengkap, sementara yang sudah menerima satu dosis hingga Kamis (17/9/2021) adalah 84 persen.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menyebut Singapura harus siap untuk melihat kasus COVID-19 harian melebihi angka 1.000, segera. Mr Ong mencatat pada hari Jumat bahwa hari ke 26 dari gelombang saat ini menunjukkan kasus harian telah berlipat ganda setiap pekan.

“Saya pikir mari bersiap untuk kemungkinan melewati angka 1.000 segera. Itu tidak terduga, itu adalah perilaku khas gelombang transmisi yang biasanya memuncak antara empat dan hingga delapan minggu, atau 30, 40 kadang-kadang 50 hari,” katanya.

(dtk)

Isoter COVID-19 Kosong, Nakes Dialihkan untuk Vaksinasi

Isoter COVID-19 Kosong, Nakes Dialihkan untuk Vaksinasi

Bintangpos.com, Bantul – Turunnya kasus COVID-19 di Bantul membuat sejumlah tempat isolasi terpadu atau isoter baik milik Kabupaten atau milik Kalurahan tidak lagi merawat pasien. Alhasil, nakes di tempat tersebut dialihkan untuk membantu vaksinasi.

“Jadi tren kasus (COVID-19) di Bantul turun sangat banyak. Hal ini bisa dilihat dari tingkat keterisian bed (BOR) isoter milik Kabupaten dan Kalurahan yang saat ini sudah kosong,” kata penanggungjawab isoter milik Kabupaten di Bantul dr Tarsisius Glory saat dihubungi wartawan, Sabtu (18/9/2021).

Pria yang juga Direktur Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bambanglipuro ini melanjutkan, bahwa BOR di RSLKC juga mengalami penurunan yang cukup siginifikan. Hal itu membuat pasien COVID-19 dengan kategori ringan dan sedang bisa langsung ditangani di RSLKC.

“Kalau BOR di rumah sakit lapangan (RSLKC) turun jauh di bawah 30 persen dari tempat tidur yang ada. Karena itu akan kita ambil alih penanganan pasien positif (COVID-19) langsung ke RSLKC, karena banyak bed kosong,” ujarnya.

Selain itu, Glory menyebut tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di isoter milik Kabupaten akan dialihkan untuk membantu pelaksanaan vaksinasi. Mengingat Kabupaten Bantul mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pekan depan.

“Untuk nakes di isoter kita alihkan membantu vaksinasi. Karena kita ingin mempercepat vaksinasi untuk pelajar baik untuk SD yang usianya sudah 12 tahun, SMP, SMA dan SMK sederajat jelang PTM,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengaku capaian vaksinasi di Bantul terbilang tinggi. Bahkan, saat ini ada satu Kalurahan di Kabupaten Bantul yang telah mencapai herd immunity.

“Seperti Kalurahan Sumbermulyo jadi Kalurahan pertama yang mencapai herd immunity 100 persen. Karena itu bulan Oktober 2021 saya optimis seluruh sasaran vaksinasi di Bantul sudah selesai tervaksin,” katanya.

“Tapi ya meski target vaksinasi tercapai masyarakat tidak boleh euforia dan melupakan prokes. Karena pandemi belum selesai dan bisa saja menyebabkan COVID-19 naik lagi di Bantul,” imbuh Halim. (dtk)