WHO Beri ‘Warning’ ke Jabar-Jatim-Banten

WHO Beri ‘Warning’ ke Jabar-Jatim-Banten

Bintangpos.com, Jakarta – Meski kasus di sebagian besar wilayah Indonesia turun, pemerintah diminta tetap mewaspadai dan mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga meminta untuk memonitor perkembangan Corona di sejumlah provinsi karena mobilitasnya yang tinggi.

“Terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten, yang telah mencapai tingkat mobilitas pra pandemi,” ungkap WHO dalam laporan mingguan per Rabu, 15 September 2021.

Tren peningkatan mobilitas terlihat di seluruh provinsi di Jawa-Bali, terutama di lokasi transit (halte, stasiun, terminal, dan semacamnya) serta lokasi perbelanjaan ritel dan rekreasi. WHO memperingatkan peningkatan mobilitas dapat menyebabkan peningkatan interaksi di antara orang-orang yang dapat memengaruhi penularan COVID-19.

Badan kesehatan dunia itu juga meminta adanya rencana antisipasi dan mitigasi sebab peningkatan mobilitas akan berdampak pada transmisi kasus dan kenaikan infeksi COVID-19.

Kabar baiknya, persentase positivity rate yang mencapai puncak di pertengahan Juli dengan 30,5 persen disoroti WHO menurun drastis dengan capaian testing minimal di hampir seluruh provinsi Indonesia. Dalam catatan WHO, Indionesia mengalami penurunan 30 persen kasus di rentang tanggal 6 hingga 12 September, jika dibanding dengan minggu sebelumnya. (dtk)

Moh. Hasan Jailani (Tretan Mamak) Maju Pilkada Sampang

Moh. Hasan Jailani (Tretan Mamak) Maju Pilkada Sampang

Bintangpos.com, Sampang – Desire atau hasrat Moh Hasan Jailani untuk maju menjadi kandidat bakal calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang ternyata viral. Sehingga, informasi itu kemudian ditangkap oleh para simpatisan dan mengaku mendukung perjalanan politik Moh Hasan Jailani.

Dukungan kali ini muncul dari Mafahir warga Kecamatan Sreseh, yang memang mengharapkan sosok tokoh asli Sampang, besar di Sampang dan berdomisili di Sampang.

“Kami nyatakan mendukung dan akan menjadi militan Moh. Hasan Jailani, karena sosok Moh. Hasan Jailani sangat cocok memimpin di Kabupaten Sampang,” terangnya, Sabtu (17/9/2021).

Mafahir, pemuda yang aktif di organisasi kepemudaan ini mengatakan, jika Moh. Hasan Jailani tergolong tokoh yang perduli terhadap Kabupaten Sampang. Sebab, telah banyak berkiprah di organisasi kepemudaan dan maupun organisasi sosial, terbaru yakni aktif di Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB).

“Kesantunan dan keperdulian sosial Moh. Hasan Jailani menjadi panutan  sejumlah pemuda di Kabupaten Sampang apalagi beliau adalah mantan Komisioner KPU,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Moh. Hasan Jailani atau yang akrab disapa Tretan Mamak, berniat maju menjadi salah satu kandidat di Pilkada 2024 nanti. Wakil Ketua DPC PDIP ini sebelumnya juga pernah terjun di pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pilag).

“Pilkada kan masih lama, jadi santai saja tetapi bagi orang politik tentunya harus siap jika nanti memang partai mendukung,” ujar Tretan Mamak beberapa waktu lalu.[brj]

Lagi-lagi China diserang  COVID-19, Warga Kembali Diminta Tinggal di Rumah

Lagi-lagi China diserang COVID-19, Warga Kembali Diminta Tinggal di Rumah

Bintangpos.com, Jakarta – Sebuah kota di kawasan China tenggara, Xiamen, kembali melaporkan kasus aktif COVID-19. Pada Sabtu (18/9/2021), penduduk sekitar diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan menutup berbagai tempat umum. Penyebaran virus ini muncul selama musim liburan.

Pemerintah Xiamen, mengatakan kepada penduduk setempat untuk tidak meninggalkan rumah jika tidak ada keperluan, menutup taman, tempat-tempat hiburan dan tempat olahraga, serta menghentikan kegiatan massal termasuk perjalanan liburan, pameran, dan pertunjukan.

Langkah-langkah pembatasan menuju lockdown penuh ini dimulai sejak hari pertama dari empat hari masa liburan Festival Pertengahan Musim Gugur. Biasanya, ini puncak musim perjalanan di seluruh China.

Xiamen, merupakan salah satu dari empat kota di provinsi Fujian. Tercatat, kurang lebih 5 juta orang tinggal di Xiamen. Kota ini merupakan hotspot baru virus corona di China yang telah melaporkan kasus COVID dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah pembatasan yang telah diterapkan di antaranya larangan mengunjungi kompleks perumahan Xiamen tanpa persetujuan, lalu lintas kendaraan yang tidak penting dilarang keluar masuk area perumahan, dilarang makan di restoran, kafe, dan tempat lainnya.

Sebelumnya, pusat transportasi Xiamen telah melaporkan 92 kasus COVID-19 dalam seminggu terakhir. Itu merupakan setengah dari jumlah kasus di Putian, di mana infeksi pertama dilaporkan pada 10 September.

Pihak berwenang Xiamen pada Senin mengatakan pasien pertama di klaster Xiamen melakukan kontak dekat dengan kasus di Putian.

Sementara sejak 10 September, provinsi Fujian telah melaporkan 292 infeksi COVID-19.

Wabah ini terjadi menjelang liburan Hari Nasional selama seminggu yang dimulai pada 1 Oktober. Ini merupakan musim turis yang jauh lebih sibuk daripada festival Pertengahan Musim Gugur.

Wabah domestik terakhir pada akhir Juli hingga Agustus lalu menyebar ke puluhan kota di China, memukul sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi China. (dtk)

Peringatan World Clean-up Day, inilah Aksi Anak-Anak di Kota Kediri

Peringatan World Clean-up Day, inilah Aksi Anak-Anak di Kota Kediri

Bintangpos.com, Kediri – Peringatan World Clean-up Day Tahun 2021 di Kota Kediri diramaikan dengan aksi bersih-bersih di Kawasan GOR Joyoboyo Kota Kediri. Putra Putri Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir bersama Ibunya, Ferry Silviana, ikut ambil bagian memilah sampah bersama anak-anak lainnya.

Bunda Fey, sapaan akrabnya, ikut terjun langsung dalam kegiatan bersih-bersih. Ia salut karena banyak anak-anak yang semangat ambil bagian dalam aksi tahunan tersebut.

“Saya senang adanya partisipasi anak-anak, bahkan ada yang sudah terbiasa bawa wadah minum dari rumah. Ini jadi langkah awal untuk mengajarkan kebiasaan baik pada anak-anak berupa mengurangi penggunaan plastik. Karena kalau kita terus menggunakan plastik, seluas apapun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disediakan, tidak akan pernah cukup. Dan semoga dengan upaya kita menjaga lingkungan, menjadi ladang pahala bagi kita untuk melindungi bumi ciptaan Tuhan,” ujar Bunda Fey.

Salah satu peserta aksi yaitu Disda Resinda Putri, 11, mengaku senang dapat mengikuti aksi bersih-bersih bersama teman-temannya. Ia bisa belajar memilah sampah untuk ikut menjaga kebersihan. “Nanti kalau ketemu dengan orang yang buang sampah sembarangan, saya akan ingatkan,” ujar Disda.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Nur Muhyar menyampaikan kegiatan ini menjadi stimulus bagi anak muda untuk bisa melanggengkan kebiasaan baik menjaga kebersihan lingkungan.

“Terutama dengan ikutnya anak-anak TPQ Ar-Ridhlo ini patut diapresiasi. Guru yang ikut serta mengajak murid-muridnya mengikuti kegiatan cinta alam seperti ini, bisa jadi pengingat mereka untuk senantiasa berbuat baik pada bumi. Dan juga menjadi contoh bagi anak muda di Kota Kediri untuk menjaga kotanya tetap bersih,” ujar Nur Muhyar.

Acara tahunan ini juga diadakan serentak di seluruh dunia, dan Kota Kediri mengusung tema Kediri Bersih Kediri. [brj]

 

Covid Jangan Jadi Alasan Penundaan Muktamar Lagi tegas PCNU Jember

Covid Jangan Jadi Alasan Penundaan Muktamar Lagi tegas PCNU Jember

Bintangpos.com, Jember – Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Jember, Jawa Timur, mendesak agar muktamar tak lagi ditunda dan segera dilaksanakan tahun 2021.

Sebelumnya, muktamar yang sedianya dilaksanakan pada 2020 harus ditunda dengan alasan pandemi Covid-19. Tahun ini muktamar harus segera digelar. “Pandemi jangan dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan muktamar tepat waktu,” kata Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin.

Menurut Abdullah, banyak cara bermuktamar di tengah masa pandemi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat. “Di samping kasus melandai, muktamar bisa dilakukan hybrid, offline terpencar di berbagai tempat, bisa dengan secara virtual. Banyak pilihan cara sebagaimana direkomendasikan Satgas Covid,” katanya.

Penundaan kembali muktamar berdampak munculnya persoalan serius di tubuh NU yang juga bisa berimbas pada kepentingan umat. “Mulai dari kaderisasi hingga pengurus yang harus mendapat keabsahan legal formal. Contohnya: dengan tidak dilaksanakannya muktamar, pemberian SK (Surat Keputusan) kepada sejumlah pengurus cabang yang baru saja melaksanakan konferensi terhambat,” kata Abdullah.

“Ketika pengurus cabang belum mendapat SK dari Pengurus Besar NU, maka pengurus cabang tidak bisa menerbitkan SK untuk ketua Lembaga Pendidikan Maarif. Ketika ketua LP Maarif tidak di-SK, maka akan berakibat pada SK kepala-kepala sekolah. Padahal SK kepala sekolah sangat diperlukan untuk penandatanganan ijazah dan lainnya,” kata Abdullah.

PCNU Jember mendorong pelaksanaan muktamar segera melalui Pengurus Wilayah NU Jawa Timur. Mereka terus berkonsolidasi. [brj]