Terima Bantuan Rp 444 Juta, 37 Perawat Meninggal Akibat Covid-19

Terima Bantuan Rp 444 Juta, 37 Perawat Meninggal Akibat Covid-19

Bintangpos.com, Surabaya – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19, Pasar Modal Indonesia menyerahkan santunan kepada 37 orang keluarga atau ahli waris dari Perawat asal Surabaya, Jawa Timur. Penyerahan santunan dilakukan melalui daring dan luring, di kantor DPD PPNI Kota Surabaya, di kawasan Jalan Ketintang Timur Surabaya, Jumat (17/9/2021).

Santunan tersebut berupa uang tunai senilai Rp 444 juta yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Panitia HUT Pasar Modal Indonesia, Syafruddin melalui Ketua DPD PPNI Kota Surabaya, Misutarno, S.Kep., Ns., M.Kep, yang disaksikan perwakilan keluarga dan ahli waris dari Perawat yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Syafruddin yang juga menjabat sebagai Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengatakan santunan senilai Rp 444 juta ini merupakan bantuan untuk biaya pendidikan anak dari para Perawat yang meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah tersebut nantinya akan diserahkan kepada 37 orang keluarga atau ahli waris, yang setiap bulan akan mendapatkan santunan sebesar Rp1 juta selama satu tahun.

“Kami dari perwakilan industri pasar modal sangat prihatin dengan banyaknya tenaga kesehatan yang gugur akibat Covid-19. Pemberian santunan ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Pasar Modal Indonesia bertema penanganan dan pencegahan Covid-19, terutama pemberian santunan bagi para perawat yang gugur dalam membantu menangani Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kota Surabaya, Misutarno, S.Kep., Ns., M.Kep menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dari Pasar Modal Indonesia dengan memberikan santunan bagi para perawat yang meninggal dunia akibat Covid-19. Selain dari sejumlah pihak, organisasi profesi yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga memberikan santunan bagi setiap perawat yang meninggal dunia akibat Covid-19.

“Sebagai bentuk kepedulian, kami dari organisasi profesi PPNI juga memberikan santunan sebesar Rp7,5 juta bagi setiap perawat yang meninggal dunia akibat Covid-19. Rinciannya, dari DPP PPNI Pusat sebesar Rp5 juta, dari DPW PPNI Jawa Timur sebesar Rp2 juta, dan dari DPD PPNI Kota Surabaya sebesar Rp500 ribu dan karangan bunga,” katanya.

Dari data DPD PPNI Kota Surabaya, jumlah total perawat di Surabaya sebanyak 15.752 orang. Selama pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 1.752 perawat terpapar Covid-19, dan 37 perawat di antaranya meninggal dunia. Mereka yang meninggal dunia akibat Covid-19, lebih dari 80 persen bertugas di bagian pelayanan dan menangani langsung pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 dan puskesmas di Surabaya. [brj]

Kapolres AKBP Silaturrahmi ke PWI Gresik

Kapolres AKBP Silaturrahmi ke PWI Gresik

Bintangpos.com, Gresik  – Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Aziz melakukan kunjungan silaturrahmi ke sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. Didampingi Kasatlantas AKP Engkos Sarkosi. Mantan alumni Akpol 2002 itu banyak bercerita pengalaman selama bertugas.

Sebelumnya, orang nomor satu di Polres Gresik tersebut juga melakukan silaturrahmi ke kantor MUI, PDM Muhammadiyah, LDII dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik.

Ketua PWI Gresik Sholahuddin mengatakan, kedatangan Kapolres ini suatu kehormatan bagi awak media. “Ini suatu penghormatan bagi rekan-rekan wartawan yang tergabung di PWI Gresik. Usai Sertijab beberapa hari langsung bersilaturrahmi ke sekretariat kami,” katanya, Jumat (17/09/2021).

Sementara AKBP Mochamad Nur Aziz menuturkan, wartawan adalah rekan atau mitra Polres Gresik dalam menyampaikan informasi. “Selama satu bulan ini memang saya fokuskan banyak silaturrahmi baik itu ke ulama, tokoh masyarakat, atau pejabat Forkopimda Gresik,” tuturnya.

Mantan Kapolres Ponorogo ini juga menambahkan, dirinya banyak belajar dari seniornya yang pernah bertugas di Gresik. Bahkan, saat pertama kali bertugas juga melakukan ziarah ke makam Sunan Giri serta Maulana Malik Ibrahim. Malahan ikon Gresik sebagai kota santri dijadikan tagline-nya.

“Saya membuat tagline kota santri artinya kerjasama, obyektif, silaturrahmi, teladan, adil dan religius. Mudah-mudahan dengan tagline ini suasana kamtibmas aman dan kondusif,” imbuhnya. [brj]

Bandara Juanda Menolak Kedatangan Pekerja Migran

Bandara Juanda Menolak Kedatangan Pekerja Migran

Bintangpos.com, Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto memastikan bahwa Bandara Internasional Juanda tidak bisa lagi menerima kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021, dilakukan pembatasan pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional baik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pelabuhan, maupun bandar udara (bandara).

Untuk Bandara, hanya dibuka di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten serta Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Untuk pelabuhan hanya dibuka di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara.

“PMI asal Jatim pasti pulangnya ke Bandara Soekarno-Hatta. Kami sudah sepakat tadi saat rapat di Kodam dan akan melaporkan kepada Bu Gubernur. Perlakuan PMI dari Jatim tetap seperti biasa, nantinya akan dikarantina dulu di Jakarta selama delapan hari. Kami akan koordinasi dengan Pangdam Jaya, apakah mereka akan mengantar PMI ke sini (Jatim) atau kami yang jemput,” kata Pangdam kepada wartawan saat Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9/2021) malam.

Apakah PMI asal Jatim akan dikarantina lagi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya? “Iya nanti mereka akan di swab PCR ulang. Jika hasilnya negatif baru bisa dipulangkan. Kami jangan sampai kecolongan. Kami takut petugas di DKI Jakarta kewalahan, karena itu kami tetap waspada dan swab ulang,” tuturnya.

Pihaknya juga akan mewaspadai kepulangan PMI asal Jatim yang melalui jalur darat dan laut. “Kami akan laksanakan penyekatan terbatas di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah di Ngawi. Nantinya, mereka akan diangkut di Asrama Haji untuk swab PCR. Mudah-mudahan langkah penyekatan ini bisa mencegah varian baru MU agar tidak menyebar di Jatim,” ujarnya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menambahkan, PMI asal Jatim yang sudah habis masa kontraknya dan akan pulang terbanyak dari Malaysia. Jika tidak pulang melalui jalur udara, mereka akan melalui jalur laut dan darat lewat Batam, Tanjung Pinang, Nunukan serta Medan.

“Titik perlintasan laut potensial jadi transit para PMI. Kita terus koordinasikan kehati-hatian dan kewaspadaan kita, semua menjadi sangat penting. Mereka adalah WNI yang habis masa kontraknya dan harus pulang. Jangan sampai mereka jadi overstayers. Yang PMI sekarang dikarantina dan dirawat di RSDL Indrapura tetap diselesaikan dan diberi pelayanan sesuai SOP,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021, dilakukan pembatasan pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional baik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pelabuhan, maupun bandar udara (bandara).

Untuk Bandara, hanya dibuka di Bandara Soekarno Hatta Jakarta serta Bandara Sam Ratulangi Manado. Untuk Pelabuhan hanya dibuka di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara.

Sementara untuk PLBN, hanya dibuka di Terminal Entikong dan Aruk, Kalimantan Barat. Ketentuan lainnya adalah, pelaku perjalanan melakukan tes PCR H-3 sebelum keberangkatan serta di lokasi kedatangan baik itu di pelabuhan, bandara, maupun PLBN. (brj)

Polemik Investasi di Teluk Lamong berakhir Happy setelah difasilitasi Ketua DPD RI

Polemik Investasi di Teluk Lamong berakhir Happy setelah difasilitasi Ketua DPD RI

Bintangpos.com, Jakarta – Polemik investasi di Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, berakhir happy. Difasilitasi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kisruh pemutusan sepihak Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh PT Pelindo III dengan mitra usaha berakhir damai. PT Pelindo III mengakui kekeliruannya dan siap melanjutkan kerja sama dengan mitra kerja.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Ketua DPD RI dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Investasi/BKPM, Pemprov Jatim, PT Pelindo III dan stakeholder pelabuhan di Ruang Rapat Pimpinan DPD RI Gedung Nusantara III Lantai VIII Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (17/9/2021).

Pada rapat yang dipandu oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainuddin, hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Direktur Wilayah III Kedeputian Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, RR Sri Moertiningrum, Plt Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arlaini, Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, Gede Pasek Suardika, Direktur Utama Pelindo III, Boy Robyanto, Komisaris PT Bersama Membangun Jatim (BMJ) Erlangga Satriagung dan Country Head FKS-PT Terminal Bangsa Mandiri (TBM) Yanuar Samron.

Pada kesempatan itu, LaNyalla meminta PT Pelindo III untuk memperhatikan dengan baik pesan Presiden Joko Widodo mengenai kemudahan dan kenyamanan investor dalam membangun negeri ini. “Presiden menyampaikan bahwa indeks kemudahan berusaha di Indonesia harus diperbaiki. Target investasi pun harus ditingkatkan,” ujar LaNyalla.

Senator Dapil Jawa Timur itu melanjutkan, sebagai representasi daerah, DPD RI berkepentingan untuk menyerap aspirasi di daerah dan memperjuangkannya di tingkat nasional. Pun halnya dengan kesejahteraan masyarakat di daerah, LaNyalla menilai DPD RI berkepentingan untuk mendorongnya.

“Kami ini lembaga perwakilan daerah. Jelas kami akan berpihak kepada daerah. Dalam konteks ini, jelas saya akan membela Pemprov Jawa Timur,” kata LaNyalla.

LaNyalla kemudian meminta penjelasan Direktur Utama PT Pelindo III, Boy Robyanto. Di hadapan LaNyalla, Boy tak menampik jika tindakan sepihak perusahaannya keliru. “Kami membuka peluang kerja sama ini tetap berjalan. Saya melihatnya seperti itu, ada kesalahan pengajuan konsesi seluas 386,12 hektar,” tutur Boy.

LaNyalla kemudian meminta penegasan kepada Boy apakah siap melanjutkan kerja sama dengan mitra kerja untuk membangun Jawa Timur. “Kalau keliru, berarti kita selesaikan agar tak berlarut-larut,” kata LaNyalla diamini Boy.

Pertemuan itu sendiri menghasilkan tujuh kesepakatan yang ditandatangani para pihak. Salah satu poin utamanya adalah pembatalan pemutusan kerja sama sepihak yang dilakukan oleh PT Pelindo III dan memulihkan hak-hak para mitra PT Pelindo III dalam pengembangan pelabuhan multipurpose Teluk Lamong.

Dalam kesepakatan itu juga tertuang jika proses penyelesaian seluruh hal tersebut paling lambat rampung pada 1 Oktober 2021. Semua progres akan dilaporkan secara berkala ke Pemprov Jatim dan Menteri Investasi/Kepala BKPM. (brj)

Melalui Aplikasi Usul Bansos, Pemkot Surabaya verifikasi 7.767 Warga Penerima Bantuan

Melalui Aplikasi Usul Bansos, Pemkot Surabaya verifikasi 7.767 Warga Penerima Bantuan

Bintangpos.com, Surabaya– Sejak diluncurkan pada Agustus 2021 lalu, ada sebanyak 34.232 usulan bantuan sosial (bansos) yang diajukan pemohon atau warga melalui aplikasi Usul Bansos. Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mendistribusikan sebanyak 7.767 bansos untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang usulannya telah diverifikasi dan diterima.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Kanti Budiarti mengatakan, bahwa hingga per tanggal 17 September 2021, ada sebanyak 34.232 usulan bansos yang diajukan pemohon di 31 kecamatan se Surabaya. Dari total jumlah usulan itu, 10.093 di antaranya diterima dan sudah diverifikasi petugas kelurahan dan kecamatan.

“Sedangkan 16.790 usulan ditolak dan 7.349 lainnya masih dalam proses verifikasi. Dari 10.093 yang diterima, sebanyak 7.767 sudah menerima bantuan, sisanya akan diikutkan periode berikutnya,” kata Kanti di ruang kerjanya, Jumat (17/9/2021).

Ia menjelaskan, bahwa bantuan melalui laporan Usul Bansos ini diberikan kepada warga Surabaya yang terdampak pandemi Covid-19. Penerima bansos tersebut juga belum terdata sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Bantuan ini kita berikan untuk yang belum pernah menerima bantuan. Seperti BST (Bantuan Sosial Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kementerian Sosial (Kemensos) maupun sembako dari Pemkot Surabaya serta Pemerintah Provinsi Jatim,” jelasnya.

Untuk memastikan calon penerima bantuan ini layak, maka Pemkot Surabaya melakukan verifikasi melalui dua tahapan. Pertama adalah dengan mencocokan data di sistem aplikasi Usul Bansos dengan aplikasi e-pemutakhiran data. Lalu, verifikasi di lapangan melalui petugas kelurahan dan kecamatan.

“Verifikasi lapangan itu kita ingin melihat benar apa tidak yang bersangkutan adalah warga KTP Surabaya. Kemudian, benar apa tidak orang tersebut berdomisili ada di lokasi yang disebutkan. Lalu, apakah pendapatannya di bawah UMR, tanggungan di dalam keluarganya seperti apa. Setelah itu, baru melihat kondisi fisik rumahnya, apakah layak dibantu atau tidak,” terangnya.

Setelah melalui dua tahapan verifikasi dan dinyatakan layak, maka Pemkot Surabaya kemudian memberikan bantuan berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing paket sembako itu berisikan 10kg beras, 1kg gula, 1 liter minyak goreng, dan 10 bungkus mie instan.

“Itu merupakan standart bantuan dari pemkot. Namun, tidak menutup kemungkinan isi yang diberikan berbeda, karena kita juga mendistribusikan bantuan yang diterima dari masyarakat,” sebutnya.

Mantan Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemkot Surabaya ini juga menjelaskan, bahwa alur distribusi bantuan pertama kali dikirimkan ke 31 kecamatan Surabaya. Selanjutnya, bantuan didistribusikan oleh masing-masing Camat dan Lurah. Kemudian, oleh RT/RW selanjutnya disalurkan kepada warga yang usulannya sudah diterima di aplikasi Usul Bansos.

“Proses pendistribusian ke seluruh kecamatan di Surabaya memakan waktu satu hari. Pada hari berikutnya baru bisa disalurkan kepada warga penerima bantuan,” paparnya.

Di samping memberikan bantuan melalui acuan data di aplikasi Usul Bansos, sejak Juli 2021 Pemkot Surabaya sudah menyalurkan hampir 60 ribu bantuan sembako. Kanti menyebut, hingga September 2021, pemkot sudah enam kali melakukan pendistribusian bantuan.

“Sasarannya macam-macam, mulai dari tukang becak, tukang tambal ban, tukang sampah, pedagang kaki lima, pekerja seni, UKM, dan pedangan pasar yang berada di bawah Dinas Koperasi (Dinkop). Bantuan juga diberikan kepada siswa sekolah yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” tandasnya. [brj]

Prof. Adi Utarini, masuk dalam 100 Orang Berpengaruh Versi TIME

Prof. Adi Utarini, masuk dalam 100 Orang Berpengaruh Versi TIME

Bintangpos.com, Surabaya– Indonesia tak pernah surut dari orang-orang berpengaruh dan memiliki peran bahkan di tingkat dunia. Terbaru, Profesor Adi Utarini menjadi salah satunya. Beberapa waktu yang lalu, ia masuk dalam daftar 100 orang berpengaruh versi Majalah TIME. Berikut profil serta fakta menarik Prof. Adi Utarini :

Menurunkan kasus demam berdarah

Profesor dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogtakarta ini berhasil menurunkan kasus nyamuk demam berdarah (DBD) di beberapa kota besar di Indonesia. Melansir dari salah satu sumber, Jumat (17/9/2021) keberhasilan tersebut menjadikan dirinya masuk dalan deretan 10 ilmuan paling berpengaruh di dunia versi jurnal ilmiah, Nature.

Melansir dari majalah TIME, keberanian Adi Utarini tersebut bermula dari usahanya meyakinkan masyarakat sekitar mereka untuk membiarkan dia melepaskan sekawanan nyamuk di sekitar lingkungan mereka. Usahanya berbuah manis, ia dan anggota timnya membawa trobosan baru yang dapat dirasakan jutaan orang di seluruh dunia dalam memerangi demam berdarah.

Banyak mendapat apresiasi

Selain namanya diakui dibeberapa majalah dunia, banyak orang terkemuka yang ikut mengapresiasi kerja keras Prof. Adi Utarini. Mulai dari rekan sesama peneliti dari sejumlah Negara, bahkan Direktur Program Nyamuk Dunia di Ho Chi Minh di Vietnam, Scoot O’Neill. Direktur Program tersebut memuji dirinya yang cenderung pendiam namun persuasif sebagai sosok perekat dan penyatu. O’Neill juga turut bergabung dalam penelitian yang dijalankan Prof. Adi Utarini.

Pecinta olahraga dan musik

Wanita yang akrab disapa Prof. Uut ini ternyata pecinta musik dan gemar berolahraga, yakni bersepeda. Hal ini terlihat dari beberapa postingan Instagramnya. Ia kerap mengunggah foto bermain piano atau bersepeda bersama rekan dan juga tetangganya. Hobi tersebut juga ternya merupakan usahanya untuk menghibur diri tak kala ia ditinggalkan suaminya yang seorang farmakolog, meninggal karena Covid-19. “Setiap kali saya memiliki masalah yang belum terpecahkan, saya mencoba untuk mendapatkan ide melalui itu,” katanya seperti dilansir dari salah satu sumber. (brj)