7 Ponpes di 7 Kota Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Capai Herd Immunity

7 Ponpes di 7 Kota Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Capai Herd Immunity

Bintangpos.com, Jakarta – Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Distribusi vaksin pun turut diperluas ke seluruh wilayah Indonesia sehingga menyasara berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan guna melindungi masyarakat sekaligus mendorong herd immunity di Indonesia.

Saat ini, vaksinasi pelajar menjadi salah satu yang digencarkan pemerintah. Pemerintah pun turut menyasar para santri dengan menggelar vaksinasi di 7 pondok pesantren di 7 kota pada Kamis (16/9).

“Ketujuhnya adalah Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’Arrif, Kabupaten Aceh Besar, DI Aceh; Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar, Kota Pekanbaru, Riau; Pondok Pesantren Al-Fathamiyah, Kabupaten Karawang, Jawa Barat; Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Pondok Modern Al-Rifa’ie 2, Kabupaten Malang, Jawa Timur; Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; dan Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan,” ungkap Satgas Penanganan COVID-19 dikutip dari website covid.go.id, Jumat (17/9/2021).

Satgas COVID-19 menyampaikan kegiatan ini menjadi bentuk dukungan pondok pesantren terhadap pelaksanaan vaskinasi guna mencapai herd immunity.

“Dukungan pondok pesantren terhadap program vaksinasi COVID-19 membantu percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan melindungi semuanya,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi para santri yang ikut melakukan vaksinasi. Ia pun berharap vaksinasi dapat melindungi para santri dari virus COVID-19.

“Kita ingin melindungi mereka semuanya, memproteksi mereka semuanya agar tidak terkena COVID-19, yaitu dengan vaksinasi,” katanya.

“Para santri kelihat sekali bersemangat dan sangat sehat-sehat semuanya, sehingga kita harapkan dengan proses vaksinasi ini para santri menjadi lebih sehat lagi dan terproteksi dari COVID-19,” pungkasnya.

(dtk)

LaNyalla : Harap Berjalan Sesuai Rencana, Festival Raja Nusantara 2021

LaNyalla : Harap Berjalan Sesuai Rencana, Festival Raja Nusantara 2021

Bintangpos.com, Jakarta – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap Festival Adat Nusantara (FAKN) 2021 berjalan sesuai rencana. Hal itu disampaikan LaNyalla saat menerima audiensi perwakilan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), di Lantai VIII Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/).

Pada pertemuan itu, ia didampingi oleh Senator Dapil Lampung, Bustami Zainuddin dan Ahmad Bastian, serta Sekretaris Jenderal DPD, Rahman Hadi. Sementara dari MAKN dihadiri oleh Sekretaris Jenderal RA Yani WSS Koeswodidjoyo yang juga Pengageng Kesultanan Sumenep, didampingi Donna Conny Nisnoni Putri Raja Kupang L Nisnoni dan Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara Dr. Yurisman Star.

Diketahui, FAKN 2021 akan digelar pada 28-30 September di Keraton Sumedang Larang, yang juga menjadi Museum Prabu Geusan Ulun di Regol Wetan, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat.

LaNyalla mengaku, pihaknya siap memberikan dukungan penuh agar pertemuan yang akan dihadiri raja-raja dari seluruh Nusantara berjalan tanpa halangan.

“Kegiatan itu harus berjalan sesuai aturan yang ada. Kami mendukung penuh festival ini,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Menurut LaNyalla, sebagai perwakilan daerah, DPD berkepentingan untuk melestarikan keraton dan kerajaan di Nusantara. Eksistensi keraton dan kerajaan harus didukung agar dapat bertahan di tengah perubahan yang terjadi.

“Festival ini adalah satu cara dan upaya untuk melestarikan kebudayaan luhur di daerah yang dimiliki oleh keraton dan kerajaan di Nusantara ini. Melalui kegiatan ini eksistensi keraton dan kerajaan akan terawat dengan baik,” papar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak bisa dilepaskan dari peranan kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, negara mengakui dan memberikan tempat yang khusus bagi keberadaan kerajaan di Nusantara sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 18B ayat 2.

“Kearifan lokal dan khasanah budaya harus kita pertahankan. Bukan hanya secara kasat mata, namun lebih kepada mental dan emosional, sehingga kita akan tetap berpegang teguh pada budaya yang kita miliki,” tuturnya.

Sebagai representasi daerah, LaNyalla menegaskan, DPD berkepentingan mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperhatikan, menghormati, dan melindungi kerajaan Nusantara sebagai pondasi dari Indonesia.

“Karena itu, DPD RI berencana menggelar Pertemuan Raja dan Sultan se-Nusantara untuk menyuarakan kepentingan dan eksistensi kerajaan Nusantara sebagai bagian dari penguat dan pengikat nilai kebudayaan dan sejarah kelahiran Indonesia,” tegasnya.

Dalam laporannya, Yani WSS Koeswodidjoyo mengatakan, meski akan dihadiri raja dan sultan, protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19 ini akan dijaga dengan baik.

“Untuk itu, kami tidak melaksanakan festival yang glamour yang melibatkan banyak orang, tetapi lebih kepada substansinya. Sejauh ini yang sudah mengonfirmasi kehadiran sebanyak 32 dari 56 kesultanan dan kerajaan se-Nusantara. Itu perwakilan yang besar-besar saja,” tutur dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan DPD dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

“Dukungan dan perhatian DPD RI, terutama Pak Ketua LaNyalla itu amat luar biasa bagi kami. Kami berharap dukungan ini terus diberikan sehingga eksistensi kerajaan dan keraton di Nusantara ini semakin diperkuat,” harapnya.

(dtk)

Via Filosofi Pancasila, Dubes RI Perkuat Kerja Sama dengan Panama-Kostarika

Via Filosofi Pancasila, Dubes RI Perkuat Kerja Sama dengan Panama-Kostarika

Bintangpos.com, Jakarta – KBRI Panama memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Panama hingga Kostarika. Kerja sama diperkuat melalui pengenalan tentang filosofi Pancasila.

KBRI Panama menggelar resepsi diplomatik HUT ke 76 RI pada Kamis (16/9) lalu secara virtual. Dalam acara tersebut, hadir para duta besar, korps diplomatik, pejabat pemerintahan, conterpart, diaspora WNI serta publik yang dapat menyaksikan langsung melalui wadah streaming.

Dalam pidatonya, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Panama, Sukmo Harsono, menyampaikan tentang Pancasila sebagai filosofi bangsa Indonesia secara detail. Selain itu peningkatan hubungan antara Indonesia dengan negara sahabat merupakan perwujudan dari visi yang telah dicanangkan oleh para pendiri bangsa Indonesia melalui pembukaan konstitusi RI yaitu penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

“Indonesia berharap untuk terus dapat meningkatkan kerja sama dengan Panama dan negara-negara akreditasi antara lain Nikaragua, Kosta Rika, dan Honduras, dengan cara mengeksplorasi berbagai potensi kerja sama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya di era pandemi COVID 19,” kata Sukmo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

“Filosofi Pancasila dalam kaitan ini sangat relevan dan sejalan dengan tema ‘Recover Together, Recover Stronger’ yang akan menjadi spirit Kepresidenan Indonesia di G-20 tahun depan serta Indonesia-Amerika Latin dan Karibia Business Forum atau INALAC yang akan dilaksanakan pada 14-15 Oktober 2021,” imbuhnya.

Sebagai Guest of Honor, Wakil Menteri Luar Negeri Panama Dayra Carrizo Castillero dalam sambutanya atas nama Presiden Panama, Laurentino Cortizo, menyampaikan selamat. Dia menyampaikan harapannya untuk senantiasa meningkatkan kerja sama terutama di era pandemi Covid, 2021.

“Hubungan bilateral yang telah berlangsung secara erat selama ini merupakan fondasi yang kuat untuk semakin meningkatkan hubungan kedua negara di masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Dalam acara resepsi diplomatik secara virtual itu, KBRI Panama menampilkan dua tarian tradisional yaitu Tarian Bambangan Cakil dan Tari Rama Shinta yang dibawakan oleh Kelompok Tari Sendratari Prambanan serta pemutaran video promosi keindahan alam serta lagu-lagu daerah nusantara. Para undangan memberikan apresiasi dan respon positif atas keindahan tari-tarian tradisional dan persembahan video.

Meskipun acara berlangsung secara virtual, para undangan tidak beranjak hingga acara berakhir.Tamu undangan memberikan tanggapan bahwa tari-tarian tradisional yang disajikan sangat memukau karena serasa melihat pentas tari-tarian secara langsung di tempat pertunjukan meskipun secara virtual.

(dtk)

Komisi IX dan IDI Minta Nakes di Papua Dipindah ke Tempat Lebih Aman

Komisi IX dan IDI Minta Nakes di Papua Dipindah ke Tempat Lebih Aman

Bintangpos.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengutuk aksi biadab KKB terhadap tenaga kesehatan di Papua. Dia menilai KKB telah melanggar aturan soal perang.

“Saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga mendiang Gabriela Meilan. Apa yang dilakukan teroris KKB terhadap Gabriela Meilan dan kawan-kawan adalah aksi teror yang paling biadab, karena menjadikan para nakes sebagai sasaran kekerasan,” ucap Charles kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

“Aksi kekerasan yang menyasar para nakes dalam konflik keamanan di Papua seharusnya tidak terjadi. Sebab, dalam kondisi peperangan sekalipun, ada etika yang memasukkan nakes (selain perempuan dan anak) sebagai salah satu pihak yang tidak boleh mendapat kekerasan, apalagi dibunuh, oleh pihak manapun,” sambungnya.

Politikus PDIP ini menilai tenaga kesehatan memiliki peran penting di area konflik. Dia mengatakan tenaga kesehatan akan memberikan pertolongan kepada siapapun tanpa pandang bulu.

“Seandainya pun KKB tersebut membutuhkan pertolongan kesehatan dari para nakes, maka atas nama kemanusiaan para nakes tersebut pasti akan menolong mereka. Karenanya, tindakan tidak manusiawi terhadap para pejuang kemanusiaan adalah tindakan paling biadab,” ujarnya.

Charles meminta para tenaga kesehatan di daerah rawan konflik di Papua untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Dia juga berharap TNI-Polri segera menumpas KKB.

“Melihat gangguan keamanan yang terus terjadi di Papua dan KKB tidak lagi menjunjung etika konflik, saya meminta para nakes yang bertugas di daerah rawan konflik untuk ditarik, demi tidak adanya lagi para nakes yang menjadi korban teroris KKB,” kata Charles.

“Tentu sambil mendorong aparat TNI untuk menumpas habis para teroris KKB yang sedang cari perhatian jelang perhelatan PON XX di Papua,” imbuhnya.

Nakes Papua Dilecehkan hingga Tewas

Aksi biadab anggota teroris KKB di Pegunungan Bintang, Papua, ini diungkapkan oleh seorang tenaga kesehatan yang berhasil selamat, Marselinus Ola Attanila. Dia bersama delapan orang tenaga kesehatan lainnya telah tiba di Jayapura pada Jumat (17/9/2021) pagi usai dievakuasi menggunakan helikopter TNI.

“Kami tidak pernah terpikir kalau akan terjadi penyerangan terhadap kami (Nakes) sehingga kami diam tenang,” ujar Marselinus mengawali kisahnya, saat ditemui wartawan di Lapangan Makodam XVII Cenderawasih, Jayapura.

Dia mengatakan peristiwa ini terjadi Senin (13/9). Pada pukul 07.00 WIT, para nakes yang tengah bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat informasi dari masyarakat bahwa teroris KKB akan menyerang TNI-Polri.

Saat itu, para nakes diminta tetap tenang dan bersiaga untuk langsung memberi perawatan korban luka dari penyerangan itu. Pada pukul 09.00 WIT baku tembak antara TNI-Polri dengan teroris KKB mulai terjadi, sementara para nakes tetap bersiaga di puskesmas.

Pernyataan teroris KKB yang sebelumnya menjamin keamanan nakes ternyata hanya bohong belaka. Para teroris KKB kemudian menyerang puskesmas sekitar pukul 09.05 WIT.

Kaca-kaca dipecahkan dan langsung disiram bensin lalu dibakar. Melihat para nakes melarikan diri dari puskesmas yang terbakar, anggota teroris KKB langsung mengejar mereka.

“(Nakes) Lukas bersama Suster Siti, Dokter Geral lari kearah Mado lalu dihadang teroris KKB dan dipukuli dengan balok kemudian digiring ke jurang dan ditendang jatuh ke jurang,” ujarnya.

Marselinus bersama tiga rekan wanitanya yang juga nakes berlari dari puskesmas menuju rumah warga. Namun teroris KKB yang memegang senjata semakin dekat dengan mereka sehingga mereka melompat ke jurang.

Para teroris KKB itu tetap mengejar mereka. Marselinus mengatakan para teroris KKB menangkap nakes wanita yang ikut lompat ke jurang dan melakukan pelecehan seksual. Seorang suster tewas akibat penganiayaan yang dilakukan teroris KKB tersebut.

“Kemudian ketiga suster ini ditelanjangi dengan cara merobek pakaiannya dengan parang. Setelah ditelanjangi kemudian dianiaya secara tidak manusiawi. Paha mereka ditikam, muka ditonjok, dan pelecehan seksual hingga pingsan. Akhirnya ditinggalkan, karena mungkin dikira sudah mati, sehingga didorong lagi ke dalam jurang yang lebih dalam sekitar 300 meter,” ujarnya.

IDI Minta Nakes Ditarik ke Tempat Aman

PB IDI menyampaikan dukacita atas gugurnya tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, akibat ulah keji teroris KKB. PB IDI meminta pemerintah memindahkan para nakes di Papua ke tempat yang lebih aman.

“Meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan ke tempat yang lebih aman. Meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku tindak kekerasan dan anarkistis agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih melalui keterangan tertulis, Jumat (17/9) (dtk)

PPNI-IDI : Aksi Biadab Teroris KKB Lecehkan Nakes Wanita

PPNI-IDI : Aksi Biadab Teroris KKB Lecehkan Nakes Wanita

Bintangpos.com, Jakarta – Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan aksi biadab usai membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Para nakes wanita yang melarikan diri ditendang ke jurang lalu dilecehkan, salah satunya tewas.

Ketua Umum Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah ikut buka suara dan mengutuk keras aksi tersebut. Harif meminta baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengedepankan sistem keamanan bagi para tenaga kesehatan, khususnya mereka yang bertugas di kawasan konflik.

“Menjamin keselamatan tenaga kesehatan baik secara fisik, maupun non fisik tidak terbatas melakukan pengkawalan di fasyankes,” seruan PPNI.

Adapun PPNI meminta para pelaku untuk segera ditindak tegas atas perlakuan kekerasan kepada para nakes, sekaligus memastikan kejadian seperti itu tak kembali terjadi. PPNI berduka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang nakes Gabriela Meilan di DIstrik Kiwirok tersebut.

“Kepada KKB untuk menghentikan segala bentuk penyerangan dan kekerasan kepada tenaga kesehatan yang bertugas melayani kemanusiaan dimanapun tempat mereka ditugaskan termasuk daerah yang berada pada daera konflik sosial,” lanjut PPNI.

Dalam keterangan terpisah, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga meminta polemik tersebut segera diselesaikan, pemerintah dan aparat diminta tegas turun tangan dalam menghukum para pelaku. Sementara itu, IDI berharap para nakes saat ini diamankan terlebih dahulu.

“Meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan ke tempat yang lebih aman,” jelas Ketua Umum PB IDI dr Daeng. (dtk)