Bupati Trenggalek sambut Vaksinasi oleh DPD Golkar Jawa Timur

Bupati Trenggalek sambut Vaksinasi oleh DPD Golkar Jawa Timur

Bintangpos.com, Jakarta – Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin, serta masyarakat Trenggalek, menyambut baik vaksinasi yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur.

“Saya menyambut baik Partai Golkar dengan dedikasinya bisa menyelenggarakan vaksinasi di Kabupaten Trenggalek. Bagi saya ini merupakan langkah yang luar biasa dari Partai Golkar,” ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Ipin ini juga menegaskan kegiatan yang dilakukan oleh Partai Golkar bukan kepentingan politik, melainkan semata-mata karena kemanusiaan.

“Vaksinasi yang dilakukan Partai Golkar merupakan gerakan politik kemanusiaan yang tidak membeda-bedakan apakah yang divaksin kader atau bukan kader. Sekarang kita sama-sama bekerja yang tujuannya adalah bagaimana pandemi ini segera diatasi,” ujar Gus Ipin.

Bupati yang baru terpilih kembali dalam Pilkada 2020 ini menyebutkan bahwa Trenggalek sampai saat ini sudah memberikan vaksinasi sebesar 40 persen. Ia juga berharap akhir tahun 2021 nanti vaksinasi bisa mencapai target 80 persen.

“Jika setiap hari kita memiliki 5000 dosis vaksin, Insyaallah dalam akhir tahun ini kurang lebih 80 persen masyarakat Trenggalek akan mendapatkan vaksin,” tutur Gus Ipin

Sementara itu Ketua Golkar Jatim, M. Sarmuji, mengatakan apa yang dilakukan oleh Golkar Jatim merupakan instruksi Ketua Umum untuk membantu rakyat. Dengan vaksinasi ini dia berharap kehidupan masyarakat akan segera kembali normal karena tercipta kekebalan komunitas.

“Dengan vaksinasi semoga kekebalan komunitas bisa tercipta, kehidupan masyarakat kembali normal, aktivitas ekonomi kembali berjalan, yang mau punya hajat tak lagi terhambat,” pungkas Sarmuji

(dtk)

Uji Lab Burung Pipit Berjatuhan-Mati Massal oleh DKPPP Cirebon

Uji Lab Burung Pipit Berjatuhan-Mati Massal oleh DKPPP Cirebon

Bintangpos.com, Cirebon – Rombongan burung pipit berjatuhan dan mati massal di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat. Peristiwa burung pipit mati massal di halaman Balai Kota Cirebon ini menyedot perhatian pegawai.

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kota Cirebon langsung meninjau peristiwa mati massal burung pipit. DKPPP juga menerjunkan tim dari UPT Pelayanan Veteriner DKPPP Kota Cirebon dan tim dari lab UPTD Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (BKHKMV) untuk meneliti peristiwa yang terjadi di Balai Kota Cirebon.

Tim Medis Veteriner DKPPPP Kota Cirebon, Tri Angka mengatakan perlu adanya tindakan uji laboratorium untuk mengetahui secara pasti penyebab mati massalnya burung pipit. Dokter hewan yang bertugas di DKPPP ini mengaku telah mengambil sampel untuk uji PCR.

“Nanti pengujiannya PCR burung itu nanti dilakukan di Bandung, Losari atau Subang. Ini memang pertama kali terjadi di Kota Cirebon,” kata Tri Angka kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Selasa (14/9/2021).

Sekadar diketahui, kasus yang sama juga terjadi di Jogjakarta dan Bali. Tri Angka mengaku telah memiliki kesimpulan sementara terkait peristiwa tersebut.

“Burung itu kan unggas, mungkin juga habis makan tanaman yang mengandung pestisida. Bisa juga karena perubahan musim. Prediksinya secara ini mungkin karena musim,” kata Tri Angka.

Berdasarkan video dan foto yang beredar di media sosial, terlihat ratusan burung yang didominasi berwarna hitam itu berserakan di sekitar pohon area Balai Kota Cirebon. Salah seorang pegawai di Balai Kota Cirebon, Ojo mengatakan, penemuan ratusan burung itu pertama kali ditemukan petugas Pamdal.

“Jadi ditemukannya itu pagi-pagi oleh petugas (Pamdal) sekitar jam 6 pagi lah,” kata Ojo saat dihubungi, Selasa (14/9/2021). (dtk)

5 Juta Warga Sulsel Belum Divaksin COVID-19, ungkap Dinkes Sulsel

5 Juta Warga Sulsel Belum Divaksin COVID-19, ungkap Dinkes Sulsel

Bintangpos.com, Makassar – Satgas COVID-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap belum mencapai 50 persen target vaksinasi. Sekitar 5 juta orang warga Sulsel belum disuntik vaksin.

“Yang belum itu 5.041.287 atau 71, 47 (persen). Tetapi target kita secepatnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (14/9/2021).

Artinya, kata Ichsan, sekitar 2.016.854 orang telah disuntik atau sekitar 28.57 persen. Dia mengatakan pihaknya telah bersiap jika nantinya Covid-19 akan menjadi endemi khususnya di wilayah Sulsel. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk penyediaan sentra vaksinasi.

“Tentu kan kita genjot dari kemarin kemarin karena dengan cara kita lakukan pembentukan sentra sentra vaksinasi di daerah di tempat orang berkumpul dan itu upaya kita untuk mengakselerasi vaksinasi,” ucapnya.

“Jadi prinsip umum bencana tidak pernah datang dengan perencanaan maka kita harus membuat perencanaan untuk menangani bencana. Sekarang langkah-langkah mitigasi yang kita lakukan kan seperti penguatan rumah sakit sudah bagus, tim gerak cepat ada untuk melakukan tracing dan testing. Artinya pembelajaran ini Covid karena tim kita yang selama ini tidak ada jadi ada semua,” imbuh dia.

Hingga saat ini, Ichsan memastikan ketersediaan vaksin untuk wilayah Sulsel telah tercukupi. Dia mengakui memang sempat terjadi kendala soal pengiriman vaksin dari Pusat, namun hal itu dianggap wajar olehnya karena bukan Indonesia sendiri yang membutuhkan vaksin.

“Kan pemerintah kita beli juga. Tetapi saat ini stok aman,” tegasnya. (dtk)

Gibran Pertama Kali Dampingi Presiden Jokowi Kunjungan kerja

Gibran Pertama Kali Dampingi Presiden Jokowi Kunjungan kerja

Bintangpos.com, Solo – Presiden Joko Widodo dan putranya, Gibran Rakabuming Raka yang menjabat Wali Kota Solo akhirnya tampil bersama dalam sebuah forum resmi. Meski hanya sebentar, Gibran mengaku sempat mendapatkan masukan dari Jokowi.

Adapun keduanya bertemu dalam kunjungan kerja presiden di Universitas Sebelas Maret, Senin (13/9). Agenda ini merupakan momen perdana Gibran selaku wali kota mendampingi Jokowi selaku presiden yang melakukan kunjungan kerja resmi di Solo. Jokowi kali ini hadir membuka acara Forum Rektor se-Indonesia.

Acara digelar sangat tertutup, sehingga wartawan dilarang masuk ke kampus. Dilihat dari dokumentasi Pemkot Solo, Gibran sempat mengantar Jokowi saat hendak meninggalkan lokasi.

Ada beberapa orang yang turut mengantar, antara lain Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Rektor UNS Jamal Wiwoho. Gibran terlihat berdiri di belakang mereka.

Saat Jokowi berpamitan, Gibran turut membungkukkan badannya. Kepada wartawan, Gibran menjelaskan bahwa dirinya mendampingi Jokowi bukan sebagai anak.

“Ya profesional aja to, kemarin mendampingi untuk acara Forum Rektor itu,” kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Selasa (14/9/2021)

Ditanya apakah di sela-sela kunjungan, Jokowi memberikan masukan khusus kepadanya dalam memimpin Kota Solo yang sebelumnya juga pernah dipimpin Jokowi, Gibran mengakuinya. Di antara masukan itu adalah masalah kurangnya penghijauan dan pendidikan yang harus ditingkatkan lagi.

“Masalah penghijauan masih kurang, masalah pendidikan harus digenjot lagi,” ujar dia.

Gibran menyebut waktu yang terbatas membuat Jokowi belum sempat menengok sejumlah tempat di Solo. Beberapa tempat yang ingin dikunjungi antara lain Solo Technopark (STP).

“Karena waktu terbatas, selepas dari pertemuan dengan rektor di UNS, Pak Presiden belum sempat mampir ke beberapa lokasi yang ada di Kota Solo,” ungkap Gibran.

“Kemarin sebenarnya di STP ada sudah ada yang kami sentuh, mulai banyak perusahaan yang masuk ke situ untuk mendukung, terutama UMKM, yang sudah ada Shoopee, Bukalapak, GoTo,” pungkas Gibran Rakabuming Raka. (dtk)

Tunjangan Tak Sampai Ratusan Juta tegas MKD DPR untuk Krisdayanti

Tunjangan Tak Sampai Ratusan Juta tegas MKD DPR untuk Krisdayanti

Bintangpos.com, Jakarta – Diva sekaligus anggota DPR RI Krisdayanti menyebut gajinya di parlemen mencapai ratusan juta rupiah. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI meluruskan pernyataan soal gaji dan tunjangan DPR yang disampaikan Krisdayanti.

“Pernyataan Krisdayanti benar, dan itu bisa dengan mudah di-check di kesekjenan,” kata Wakil Ketua MKD DPR, Habiburokhman, kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Habiburokhman menekankan ada kekeliruan perihal angka tunjangan DPR. Anggota Komisi III ini menyebut gaji dan tunjangan anggota DPR hanya puluhan juta.

“Yang agak misleading itu soal tunjangan, yang jika digabung dengan gaji nilainya sekitar Rp 65 jutaan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Habiburokhman menyebut pernyataan KD tak tepat. Dana ratusan juta menurutnya untuk dana reses dan kunjungan dapil.

“Yang ratusan juta itu total per tahun dana untuk reses dan kundapil, itu uang untuk pelaksaaan kegiatan di dapil. Jadi salah besar kalau dibilang tunjangan ratusan juta,” imbuhnya.

Krisdayanti sebelumnya buka-bukaan soal gaji dan tunjangan setiap bulan sebagai anggota DPR RI. Krisdayanti memerinci total gaji dan tunjangan yang diterima Krisdayanti selaku anggota Dewan.

“Setiap tanggal 1 Rp 16 juta,” ujar Krisdayanti saat berbincang di YouTube Akbar Faizal, seperti dilihat pada Selasa (14/9).

Menurut Krisdayanti, setiap bulannya ada beberapa kali penerimaan. Ada juga uang yang masuk ke rekeningnya 4 hari setelah yang diterima pada tanggal 1. Namun juga ada yang ada beberapa potongan atas dana tersebut.

“Tanggal 5 Rp 59 juta ya, kalau tidak salah,” beber Krisdayanti.

Selain itu, Krisdayanti juga mengungkapkan perihal dana aspirasi. Anggota Komisi IX DPR itu mengaku menerima dana aspirasi Rp 450 juta.

“Itu memang wajib untuk kita. Namanya juga uang negara. Dana aspirasi itu Rp 450 juta, lima kali dalam setahun,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, Krisdayanti juga mengaku menerima uang untuk kunjungan ke daerah pemilihan, yang dilakukan saat masa reses. Uang kunjungan ke dapil ini diterima 8 kali setiap tahunnya.

“(Uang kunjungan ke dapil) Rp 140 juta. Itu 8 kali setahun,” kata wanita yang akrab disapa KD itu. (dtk)