KPK Menduga Salah Input Data,  Analis BI Ini yang Punya Harta Minus Rp 1,7 T

KPK Menduga Salah Input Data, Analis BI Ini yang Punya Harta Minus Rp 1,7 T

Bintangpos.com, Jakarta – KPK menduga sejumlah pejabat salah menginput data ketika mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Akibatnya, ada sejumlah keanehan di data LHKPN pejabat itu.

Salah satunya data LHKPN Analis SDM Senior Bank Indonesia, Nurbani Legisari. Berdasarkan penelusuran dari situs LHKPN KPK, Nurbani memiliki harta minus Rp 1,7 triliun.anatar

Nurbani tercatat menyetorkan LHKPN pada 19 Maret 2021. Harta itu merupakan harta pada 2020.

Daftar kekayaanya yakni memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 1.950.000.000 (miliar). Dia juga memiliki alat transportasi yaitu mobil Honda HR-V Tahun 2019 senilai Rp 268 juta.

Kemudian dia memiliki harta bergerak lainnya Rp 221.400.000, adapun kas dan setara kas yang dimiliki Nurbani totalnya Rp 2.417.000.000 (miliar). Sub total dia memiliki kekayaan Rp 4.856.400.000 (miliar).

Namun, di sini tercatat Nurbani memiliki utang senilai Rp 1.764.681.967.370 (triliun), jika total kekayaan dan utang dijumlah itu jadinya total harta kekayaan Nurbani minus, yaitu Rp -1.759.825.567.370 (triliun) karena besar utang dibanding kekayaanya.

Jika kita melihat data LHKPN Nurbani sebelumnya, LHKPN Nurbani tidak pernah minus seperti LHKPN 2020 ini.

Berikut rinciannya:

– Tahun 2019

Nurbani memiliki tanah dan bangunan totalnya Rp 1.718.768.000 (miliar), alat transportasi dan mesin senilai Rp 280 juta.

Harta bergeral lainnya yang dimiliki ada Rp 221,4 juta, kas dan setara kas yang dimiliki ada Rp 751.174.000.
Nurbani tercatat tidak memiliki harta lainnya.

Total kekayaan tahun 2019 Rp 2.971.342.000 (miliar), utang yang dimiliki Nurbani Rp 1.986.190.164 (miliar), sehingga total harta kekayaanya saat itu Rp 985.151.836

– Tahun 2018

Data ini dilaporkan pada 28 Maret 2019. Tercatat data ini untuk laporan kekayaan 2018.

Di data ini tanah dan bangunan yang dimiliki Nurbani senilai Rp 1,65 miliar. Alat transportasi yang dimiliki adalah mobil Ford Jeep Tahun 2014 senilai Rp 150 juta.

Harta bergerak lainnya ada Rp 194.196.000. Kas dan setara kas yang dimiliki pada tahun itu sebanyak Rp 3.141.000.000.

Sub total hartanya Rp 5.135.196.000 (miliar), sementara utang yang dimiliki Nurbani Rp 2.160.000.000 (miliar). Sehingga total harta kekayaanya saat itu Rp 2.975.196.000 (miliar).

– Tahun 2017

Pada tahun ini Nurbani memiliki tanah dan bangunan totalnya Rp 1.323.108.000 (miliar). Alat transportasi masih sama seperti tahun 2018 yakni mobil Ford Jeep tahun 2014 senilai Rp 275 juta.

Adapun harta bergerak lainnya senilai Rp 194.196.000 (juta). Kas dan setara kas yang dimiliki Rp 790.314.000 (juta).

Sub total kekayaanya saat itu Rp 2.582.618.000. Dia tercatat memiliki utang saat itu Rp 686.660.835, sehingga total harta kekayaanya Rp 1.895.957.165.

– Tahun 2016

Pada tahun ini tercatat harta tidak bergerak seperti tanah dan bangunan yang dimiliki Nurbani senilai Rp 1.323.108.000 (miliar), untuk harta bergerak seperti mobil itu hanya satu yakni mobil merek Ford tahun 2014 senilai Rp 275 juta.

Harta bergerak lainnya dia memiliki logam mulia senilai Rp 194.196.000, dia juga memiliki giro dan setara kas senilai Rp 493.220.276 dan USD 1.250.

Sub total kekayaan pada saat itu Rp 2.285.524.276 (miliar) dan USD 1.250.

Dia saat itu juga tercatat memiliki utang senilai Rp 1.132.209.079. Sehingga total harta kekayaanya saat itu Rp 1.153.315.197 dan USD 1.250.

(dtk)

Belum terdeteksi Virus corona varian Mu di Indonesia

Belum terdeteksi Virus corona varian Mu di Indonesia

Bintangpos.com, Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan virus corona varian Mu belum terdeteksi di Indonesia.

“Kita sudah melakukan genom sekuenaing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi adanya varian Mu,” ujar Dante dalam konferensi pers dipantau via daring di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan COVID-19 varian Mu terjadi di Kolombia, secara laboratorium varian Mu mempunyai resistensi terhadap vaksin.

“Tapi, itu dalam konteks laboratorium, tidak dalam konteks epidemiologis,” katanya.

Menurut ia, semakin lama pandemi berlangsung dan kasus berkembang, virus akan terus melakukan mutasi dan modifikasi.

Ia mengharapkan varian Mu itu abortif seperti juga varian Lambda yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Peru.

“Varian delta baru saja kita alami, sekarang sudah ada varian Mu. Mudah-mudahan ini akan abortif, seperti juga varian Lambda beberapa waktu yang lalu di Peru,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dante mengatakan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia saat ini menjadi kesempatan untuk memperkuat ketahanan medis di dalam negeri.

“Menurunnya kasus yang ada di tempat kita bukan membuat kita menjadi terlena, akan tetapi inilah saatnya kita melakukan penguatan terhadap ketahanan medis,” ujar Dante dalam konferensi pers yang dipantau via daring di Jakarta, Senin.

Ia menilai penguatan ketahanan medis penting karena di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel mulai terjadi kenaikan kasus meski angka vaksinasinya sudah cukup tinggi.

Dante mengemukakan pada saat terjadi penurunan kasus seperti saat ini, rumah sakit harus berbenah untuk memperbaiki kualitas, mengefisiensikan kembali protokol penanganan secara optimal, serta mengevaluasi lagi pengobatan COVID-19 secara baik.

“Sehingga, ke depannya kalau kita menangani kasus-kasus yang berat, kita akan mendapatkan protokol yang lebih baik,” katanya. (ant)

Kasus COVID-19 melandai, Penerbangan perintis Sumenep-Bawean kembali beroperasi

Kasus COVID-19 melandai, Penerbangan perintis Sumenep-Bawean kembali beroperasi

Bintangpos.com, Sumenep – Penerbangan pesawat perintis rute Bandar Udara Trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur, dengan tujuan Bawean (Gresik) kembali beroperasi, setelah pandemi COVID-19 di wilayah itu melandai dan Kabupaten Sumenep masuk level 2 PPKM Jawa-Bali.

“Per hari ini, bandara kembali kita buka,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep M Qodri Arqodri Arman di Sumenep, Selasa.

Hanya saja, sambung dia, pengguna jasa transportasi udara itu tetap harus mematuhi ketentuan protokol kesehatan seperti yang telah ditetapkan oleh Satgas COVID-19.

Menurut Qodri, penerbangan pesawat perintis ini yang mulai dioperasikan pada 7 September 2021 itu hanya rute Sumenep-Bawean, sedangkan Sumenep-Pagerungan masih menunggu ketentuan lebih lanjut.

Sementara itu, aturan penerbangan antarbandara di Jawa-Bali, antara lain diwajibkan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. Bagi yang baru vaksin dosis pertama harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes cepat antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Namun, bagi penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis kedua, bisa menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes cepat antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Ketentuan ini telah ditetapkan oleh Satgas COVID-19, dan ketentuan ini juga berlaku disini, karena kita tentu ingin pandemi ini segera berakhir,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (Bandara) Kelas III Trunojoyo Sumenep M Qodri Arqodri Arman menjelaskan. (ant)

Laporan salah: Karut Marut LHKPN, Pejabat di DKI Lapor Punya Tanah Rp 900 M di Depok

Laporan salah: Karut Marut LHKPN, Pejabat di DKI Lapor Punya Tanah Rp 900 M di Depok

Bintangpos.com, Jakarta – Pernyataan KPK bahwa 95% Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tak akurat benar adanya. Contohnya laporan salah seorang pejabat di DKI, yang melaporkan memiliki tanah-bangunan senilai Rp 900 miliar di Depok, Jawa Barat.

Pejabat DKI itu adalah Jan Hider Osland. Dalam LHKPN yang diakses Rabu (8/9) hari ini, dia melaporkan kekayaan terakhir kali pada Maret 2021, dengan jabatan sebagai Wakil Camat Setiabudi DKI.

Jan melaporkan kepemilikan atas 2 unit tanah dan bangunan di Kota Depok. Berikut detailnya:

  1. Tanah dan Bangunan Seluas 286 m2/400 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp. 1.550.000.000
    2. Tanah dan Bangunan Seluas 356 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp. 956.628.000.000

Nilai tanah dan bangunan di poin 2 tampak tak masuk akal. Dengan luas tanah dan bangunan tersebut, mustahil rasanya harganya mencapai Rp 956 miliar di Depok. Jika mengacu data itu, maka harga tanah dan bangunan milik Jan senilai Rp 2,6 miliar per meter persegi.

Laporan kekayaan Jan yang kemungkinan salah ketik itu membuatnya menonjol. Dengan pelaporan tersebut, Jan duduk di peringkat 10 pejabat terkaya di Indonesia.

Namun itu tadi, KPK sudah menyatakan bahwa 95% laporan pejabat tak akurat, sehingga sangat besar kemungkinan Jan salah input data.

“Berita buruknya, di samping kecepatan verifikasi ini, ternyata 95 persen LHKPN yang kita lakukan pemeriksaan detail terhadap kebenaran isinya itu 95 persen memang tidak akurat secara umum,” beber Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam diskusi webinar LHKPN yang disiarkan di YouTube KPK RI, Selasa (7/9/2021).

Detail laporan kekayaan Jan lainnya adalah sebagai berikut:

– 4 Unit mobil dan 1 unit motor dengan total senilai Rp 480.500.000.
– Harta bergerak lainnya senilai Rp 25,5 juta
– Kas dan setara kas ada senilai Rp 20 juta
– Utang Rp 100 juta
– Total harta Jan sampai saat ini mencapai Rp 958.604.000.000 (miliar). (dtk)

Masih pandemi, Ribuan pekerja migran asal Sampang pulang kampung

Masih pandemi, Ribuan pekerja migran asal Sampang pulang kampung

Bintangpos.com, Sampang – Sebanyak 3.440 orang pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang bekerja di sejumlah negara, pulang ke tempat asalnya di Pulau Madura itu selama pandemi COVID-19.

“Data jumlah TKI sebanyak 3.440 pekerja migran asal Sampang yang pulang ini sejak pandemi COVID-19 berlangsung hingga 4 September 2021,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang Agus Sumarso, Senin.

Para pekerja migran asal Kabupaten Sampang itu, kebanyakan dari wilayah Pantai Utara (Pantura) Sampang, seperti Banyuates, dan Kecamatan Ketapang, Sampang.

Mereka bekerja di sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan dan sebagian di Arab Saudi.

Ia menuturkan, para pekerja migran ini kebanyakan bekerja di sektor informal, seperti asisten rumah tangga, kuli bangunan dan sopir angkutan umum serta sopir pribadi keluarga.

“Umumnya mereka yang pulang itu, karena masa kontraknya telah habis,” kata Agus, menjelaskan.

Selain itu, ada juga yang terpaksa pulang akibat pandemi COVID-19, karena di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak pekerja migran yang tidak bekerja.

“Daripada nganggur di negara orang lain tidak ada pekerjaan, mereka memilih untuk pulang, karena biaya hidup di luar negeri sana jauh lebih mahal dibanding di sini,” kata Agus.

Agus Sumarso menjelaskan para pekerja migran yang pulang ini, melalui proses pemeriksaan kesehatan ketat dengan menjalani dua kali isolasi, yakni oleh Disnaker Pemprov Jatim di Surabaya dan oleh Disnaker Pemkab Sampang.

Saat tiba di Bandara Internasional Juanda di perbatasan Surabaya, para pekerja migran ini langsung dijemput oleh tim Satgas COVID-19 Pemprov Jatim dan diisolasi di asrama Haji Sukolilo selama dua hari.

Disnakertrans Jawa Timur selanjutnya akan menghubungi Pemkab Pamekasan untuk menjemput para pekerja migran asal Kabupaten Sampang tersebut.

“Disini, mereka diisolasi lagi selama tiga hari untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk tes antigen,” katanya.

Bagi PMI yang diketahui negatif COVID-19, maka diperbolehkan pulang ke rumah asalnya, sedangkan yang positif harus menjalani isolasi di rumah sakit hingga sembut.

Dari total 3.440 pekerja migran asal Sampang yang pulang dari tempat kerjanya di luar negeri itu, sebanyak lima orang di antaranya diketahui positif COVID-19. Namun, saat ini yang bersangkutan telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah asalnya di Kecamatan Banyuates dan Ketapang, Sampang. (ant)

Penyakit Bawaan: Siswa di Ciamis Meninggal Usai Divaksin

Penyakit Bawaan: Siswa di Ciamis Meninggal Usai Divaksin

Bintangpos.com, Ciamis – Siswa SMK di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bernama Cahyono meninggal dunia sehari setelah divaksinasi Corona. Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman meminta pemerintah segera menyelidiki kasus ini.

“Saya rasa ini harus dilakukan penyelidikan betul dan karena ini masuk dalam hal yang harus sangat disikapi serius dan cepat dan terbuka hasilnya disampaikan kepada publik,” ujar Dicky.

Dicky sendiri tak bisa berkomentar banyak terkait kasus ini. Namun, pemerintah, tegas Dicky, tak boleh tinggal diam dengan kasus kematian ini karena akan mempengaruhi opini publik soal vaksinasi Corona.

Dugaan awal disebutkan bahwa korban memiliki penyakit bawaan. Untuk itu, Dicky meminta pemerintah memastikan penyebab kematian korban.

“Pemerintah Pusat harus bertindak kita juga ada Komnas KIPI ya, nah ini yang harus betul-betul ditelisik dicari tahu apa penyebabnya karena ini akan mempengaruhi opini publik,” tuturnya.

“Bahwa ada penyakit bawaan atau apapun vaksinasi ini walaupun memang ada potensi (kematian) tetapi amat sangat kecil sekali sehingga harus betul-betul dicari tahu apa. Saya secara pribadi tetapi ini kan baru dugaan ya bisa jadi ada penyebab lain ini harus ditelisik dengan benar,” lanjutnya.

Diketahui, siswa kelas XI SMK swasta di Kabupaten Ciamis bernama Cahyono meninggal setelah sehari divaksinasi COVID-19. Kronologinya, remaja lelaki tersebut menjalani vaksinasi di SMAN 1 Sindangkasih pada Rabu (1/9) pagi. Namun, pada sore harinya, ia mengeluh lelah dan sempat meminta makan daging ayam.

Orang tua sempat melihat Cahyono mengalami kejang pada Kamis (2/9) subuh. Kemudian keluarga menghubungi dokter. Saat dokter tiba ke rumahnya, siswa tersebut sudah meninggal.

Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra mengungkapkan siswa tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, kata dia, kemungkinan siswa itu tidak menyampaikan saat tahapan skrining.

“Bukan karena vaksin, tapi memang siswa ini sudah ada penyakit bawaan. Ketika skrining ada kesalahan,” ujar Yana. (dtk)